This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 14 April 2012

PENYAKIT INFEKSI




STEP 1
Demam Subfebris  : Keadaan dimana suhu tubuh di atas 37-37,80C yang   biasanya terjadi pada malam hari disertai radang
Basil                            : Salah satu bentuk bakteri yang berbentuk batang
 ukurannya antara 2 mikron sampai 5 mikron
BTA                             : Sebutan untuk mycrobacteria yang tahan hidup di
  lingkungan asam
 nama lain dari mycobactterium tuberculosa
bersifat dormant (dapat bangkit kembali dan menjadikan TBC aktif kembali)
bila sudah terkena asam, asamnya susah hilang
Infeksi                        : masuk dan berkembangnya bibit penyakit dalam tubuh
Manusia disertai respon sistem imun
Tuberkulosis                        : penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberkulosa yang menyerang saluran pernafasan (paru-paru)
Home visite              : program kegiatan kunjungan rumah oleh tim medis pada
pasien biasanya setelah melakukan rawat inap.
Malaise                      : perasaan tidak enak badan seperti terkena flu biasanya
merasa kelelahan
Batuk                         : suatu respon untuk mengeluarkan zat-zat asing dalam
saluran pernafasan sebagai mekanisme pertahanan tubuh
Gejala suatu reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir
Riwayat Alamiah    : perjalanan dari mulai terkena penyakit sampai sembuh
atau bahkan meninggal
perkembangan riwayat penyakit tanpa interfensi medis
Promotif                   : upaya untuk meningkatkan kesehatan yang bersifat
persuasif contohnya mengajak untuk melakukan pola hidup
sehat
Upaya penyebar luasan informasi melalui media
Preventif                   : upaya kesehatan untuk mencegah supaya tidak sakit
contohnya imunisasi vaksin BCG
Dahak                                    : lendir yang dikeluarkan dari saluran pernafasan pada saat
batuk sebagai akumulasi dari zat-zat asing dari sistem
pernafasan

STEP 2
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
2.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
3.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
4.     Apa saja gejala-gejala penyakit infeksi?
5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?
6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?
7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?
8.      Bagaimana cara mendiagnosis penyakit infeksi?
9.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?
10.                         Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
11.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
12.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?
13.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
14.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
15.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?
STEP 3
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
Penyakit yang disebabkan oleh agent biologi yaitu virus, mikroba, bakteri dan bukan disebabkan oleh faktor fisik atau kimia baik bersifat menular ataupun tidak.

2.     Apa definisi dari penyakit menular?
Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak langsung ( melalui interaksi langsung) maupun tidak langsung (dengan media).
 
3.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
Dengan interaksi antara pesakit dan orang sehat dengan lepasnya vektor. Melalui berbagai media sehingga orang yang imunnya lemah akan tertular.

4.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
Promotif :  melalui penyuluhan kesehatan tentang penyakit infeksi.
Preventif : melalui imunisasi seperti vaksinasi BCG pada TBC

Preventif  ada 4 yaitu:
Primordial    : tindakan untuk menghindari terbentuknya pola hidup yang mendorong peningkatan resiko penyakit. Contohnya pengendalian merokok.
Primer           : menghentikan tindakan sebelum penyakit itu terjadi. Contohnya program imunisasi.
Sekunder      : kegiatan mendeteksi penyakit dalam suatu populasi. Contohnya pemeriksaan laboraturium.
Tersier           : pencegahan yang dilakukan pada fase penyakit yang sudah lanjut atau kecacatan. Contohnya

5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?
Menular                    : TBC paru, flu, PMS, DBD, disentri
Tidak menular         : maningitis, tetanus,

6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?
Vektor (pembawa penyakit)                               :
Nyamuk, lalat, air, udara, tanah, tikus, 
Agent (suatu substansi penyebab sakit)          :
Virus, bakteria, protozoa

7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?
Pengisolasian orang yang terkena infeksi agar tidak meluas.

8.     Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?
Kepadatan penduduk, lingkungan, pola hidup, imunitas tubuh, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, sosek.

9.      Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
Memantau perkembangan penyakit pada pasien.
Membina konseling terhadap pasien pasca rawat inap

10.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
Sebab penyakit infeksi itu menyebar dengan cepat dan pengobatannya lama.
Kurang kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular. Dan penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

11.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?
Agent hinggap di tubuh kita. Jika imun kita tidak dapat mengalagkan agent tersebut maka akan terjadi infeksi.

12.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
13.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
14.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?

Gejala
Rounded Rectangle: GejalaSTEP 4
Penyakit infeksi menular

Penyakit infeksi tidak semaki  menyebar
preventif
promotif
Penatalaksanaan
Riwayat alamiah
Pemeriksaan
Rounded Rectangle: Pemeriksaan
Rounded Rectangle: Penyakit infeksi menular
Rounded Rectangle: Penyakit infeksi tidak semaki  menyebar
 
















STEP 5
STEP 6
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
Penyakit Infeksi adalah penyakit yang ditimbulkan oleh adanya agen infeksius yang menyerang sistem tubuh manusia, baik secara langsung maupun melalui suatu agen perantara. Agen infeksius dapat berupa virus, mikroba, bakteri, dan parasit. Agen infeksius yang menyerang manusia mempunyai tingkatan tertentu, mulai dari agen yang dapat menimbulkan penyakit mematikan sampai pada agen yang menimbulkan penyakit-penyakit ringan. Akan tetapi, penyakit yang ringan sekali pun jika tidak ditangani secara serius, bisa menyebabkan akibat yang lebih fatal.

2.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
Munculnya manifestasi penyakit pada seorang individu dipengaruhi oleh penyebab yang multifaktor. Pada kasus-kasus infeksi, di samping pajanan yang ditimbulkan oleh agen infeksius, proses munculnya manifestasi klinis juga dipengaruhi oleh sistem pertahanan tubuh yang lemah. Adakalanya ketika sistem pertahanan tubuh (imunitas) berfungsi secara maksimal, pajanan agen infeksius tidak sampai menimbulkan manifestasi klinis. Sebaliknya, dengan melemahnya imunitas tubuh, pajanan ringan sekali pun akan menimbulkan manifestasi klinis yang sangat mengganggu, terlebih jika terjadi serangan agen infeksius yang ganas.


3.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
Berbeda dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, asam urat dan lainnya, penyakit infeksi sebenarnya lebih mudah dicegah bila kita disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah Anda terkena penyakit infeksi:
·        Sering mencuci tangan. Mencuci tangan membantu menghilangkan kuman yang Anda dapatkan dari binatang, tempat kotor, atau benda-benda terkontaminasi. Anda terutama sangat disarankan untuk mencuci tangan sebelum, selama dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah memegang binatang.
·        Rutin membersihkan dan mensterilkan lantai dan permukaan, terutama di dapur dan kamar mandi. Sabun dan air biasanya cukup untuk membersihkan kedua tempat itu, tetapi akan lebih aman bila juga menggunakan desinfektan.
·        Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak, misalnya flu, cacar air atau belekan. Bila Anda tidak dapat menghindarinya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh wajah Anda dengan tangan sebelum Anda mencucinya.
·        Cegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur dan Menggunakan anti nyamuk). Pastikan tidak ada air yang menggenang di rumah Anda, kuras kamar mandi secara teratur, tutup tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan air dan kubur botol, pot, tempayan dan benda-benda penampung air lainnya.
·        Masak dan sajikan makanan dengan aman. Ketahuilah makanan mana yang harus selalu disimpan di kulkas. Jangan biarkan makanan yang mudah basi seperti susu segar, bakso, nuget ayam, dan lainnya di tempat terbuka lebih dari dua jam. Tutuplah makanan dengan rapat agar tidak dihampiri lalat. Cucilah buah-buahan dan sayuran mentah dengan bersih. Masaklah daging, ayam dan telur sampai betul-betul matang. Pastikan Anda membelinya dari sumber yang terpercaya. Daging yang bersumber tidak jelas dapat membawa penyakit antrax dan flu burung yang sangat berbahaya.
·        Dapatkan imunisasi. Pastikan bayi Anda mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan sesuai jadwal. Bila Anda bepergian ke daerah yang rawan, dapatkan imunisasi yang tepat sebelum Anda berangkat ke sana. Jamaah haji wajib mendapatkan imunisasi meningitis sebelum berangkat.
·        Gunakan antibiotik dengan bijak. Flu, demam berdarah, dan infeksi virus lainnya tidak dapat diobati dengan antibiotik. Bakteri dapat menjadi resisten bila Anda mendapatkan antibiotik pada saat Anda tidak memerlukannya.
·        Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan piaraan Anda. Berikan imunisasi yang memadai kepada mereka. Pisahkan dengan tegas barang-barang yang dipakai hewan dengan yang dipakai anggota keluarga Anda. Bersihkan kotoran dan kandang mereka dengan teratur menggunakan sabun dan desinfektan.
·        Hindari kontak dengan binatang liar yang mungkin membawa penyakit berbahaya. Tikus dapat membawa penyakit pes dan leptospirosis. Burung dan ayam liar dapat membawa virus flu burung. Kucing dan anjing liar dapat menularkan rabies.
·        Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E. Tubuh Anda akan memiliki sistem imun yang lebih baik dengan mengkonsumsinya. Bila sistem imun Anda lemah, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang dapat meningkatkannya.


1.     Pencegahan Tingkat Awal  = Premordial Prevention
Tindakan untuk menghindari
terbentuknya pola hidup sosial ekonomi
dan kultural yang mendorong
peningkatan risiko penyakit

·        Status Kesehatan = Underlying Condition
o   Makanan bergizi rendah lemak jenuh
o   Pengendalian merokok

2. Pencegahan Tingkat Pertama = Primary Prevention
Tindakan yang meliputi segala kegiatan yang
dapat menghentikan kejadian suatu penyakit
atau gangguan sebelum hal itu terjadi

·        Peningkatan Kesehatan (Health Promotion)
o   Pendidikan kesehatan, penyebaran informasi kesehatan
o   Konsultasi Gizi
o   Penyediaan air bersih
o   Kebersihan lingkungan / sanitasi
o   Konsultasi genetik

·              Pencegahan khusus (Spesific Protection)
o   Program immunisasi/imunisasi dasar
o   Pemberian vitamin A atau tablet zat besi
o   Pencegahan kecelakaan

3. Pencegahan Tingkat Kedua = Sekondary Prevention
Tindakan yang lebih ditujukan pada kegiatan
skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan
status patogenik setiap individu di dalam populasi

Dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik.
Termasuk dalam upaya ini :
·        Penemuan atau deteksi secara dini (Early detection)
o   Screening (penyaringan)
o   Case finding (pejejakan kasus)
o   Pemeriksaan khusus/laboratorium
o   Pemberian obat yang rational dan efektif
·        Pembatasan Kecacatan (Disability limitation)
o   Operasi plastik pada organ yang cacat
o   Pemasangan PIN pada tulang yang patah

4. Pencegahan Tingkat Ketiga  = Tertiary Prevention
Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada
fase penyakit yang sudah lanjut atau fase
kecacatan

·        Rehabilitasi (Rehabilitation)
o   Rehabilitasi Fisik
                   Rehabilitasi cacat tubuh dengan pemberian alat bantu (protese)
o   Rehabilitasi Sosial
                    Rumah perawatan orang tua/jompo
o   Rehabilitasi Kerja (vocational service)
                    Rehabilitasi masuk ke tempat kerja sebelumnya, mengaktifkan optimum orang yang cacat                                     
KULPAK Dr Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid

4.     Apa saja gejala-gejala penyakit infeksi?


5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?

Contoh-contoh penyakit infeksi :
·        Penyebab penyakit adalah bakteri (jasad renik atau kuman)
TBC : ditularkan melalui udara
Tetanus : melalui luka yang kotor
Mencret : lalat, air dan jari yang kotor
Pneumonia : lewat batuk (udara)
Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
Sakit telinga : dengan selesma (masuk angin dan pilek)
·        Penyebab penyakit adalah virus (kuman yang lebih kecil daripada bakteri)
Selesma, influensa, campak, gondok : ditularkan melalau udara, batuk, ataupun lalat
Rabies : melalui gigitan binatang
Penyakit kulit : melalui sentuhan

·        Jamur
Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha: ditularkan melalu sentuhan atau dari pakaian yang dipakai secara bergantian
·        Parasit internal (hewan yang berbahaya yang hidup di dalam tubuh)
Disentri: ditularkan dari kotoran ke mulut
Malaria: melalui gigitan nyamuk

·        Parasit eksternal (hewan yang berbahaya yang hidup pada permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis: penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian.



6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?


7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?

            Tindakan Rehabilitatif ini dilakukan pada seseorang yang proses penyakitnya telah berhenti. Tujuannya adalah untuk berusaha mengembalikan penderita kepada keadaan semula (pemulihan kesehatan) atau paling tidak berusaha mengembalikan penderita pada keadaan yang dipandang sesuai dan mampu melangsungkan fungsi kehidupannya.
Tujuan rehabilitasi adalah:
1)      agar dapat bersosialisasi seperti lazimnya atau sebelum cacat individu  lain yang tidak cacat.
2)      agar penderita dapat merawat dirinya sendiri sesuai dengan usianya
3)      agarpenderita cacat dapat mempertahankan diri
4)       Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
5)       Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
6)       Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
7)       Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.

Rehabilitasi ini terdiri atas:
1.      Rehabilitasi fisik
Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal-maksimalnya. Misalnya, seorang yang karena kecelakaan, patah kakinya, perlu mendapatkan rehabilitasi dari kaki yang patah ini yaitu dengan mempergunakan kaki buatan yang fungsinya sama dengan kaki yang sesungguhnya.
2.      Rehabilitasi mental
Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuikan diri dalan hubungan perorangan dan social secara memuaskan. Seringkali dengna bersamaan dengan terjadinya cacat badaniah muncul pula kelainan-kelaianan atau gangguan mental. Untuk hal ini bekas penderita perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali ke dalam masyarakat.

3.      Rehabilitasi social vokasional
Yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimal-maksimalny sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya.

4.      Rehabilitasi aesthetis
Usaha rehabilitasi aesthetis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan, walaupun kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan misalnya: penggunaan mata palsu.
Bentuk-bentuk rehabilitasi lainnya:
Rehabilitasi Medik
Dalam bidang Rehabllitasi Medik ada beberapa pelayanan yang dibutuhkan

 1. Fisioterapi :
relaksasi, terapi manipulasi, latihan keseimbangan, latihan koordinasi, latihan mobilisasi, latihan ambulasi dan latihan Bobath dengan teknik inhibisi, fasilitasi dan stimulasi latihan dapat diberikan ditempat tidur, di gymnasium, di kolam renang.


 2. Terapi Okupasi :
1)      latihan diberikan dalam bentuk aktifitas permainan, permainan yang memerlukan keberanian.
2)      Aktifitas kehidupan sehari-hari : berpakaian, makan minum, penggunaan alat perkakas rumah tangga.
3)      Seni dan ketrampilan

 3. Terapi Wicara :
Pada pasien dengan gangguan komunikasi/bicara dengan latihan dalam bahasa pasif : anggota tubuh, benda-benda di dalam/diluar rumah dan disekolah dan dalam bahasa konsonan, suku kata, kata, kalimat. dengan pengucapan huruf hidup/voval,


 4. Terapi Musik :
tujuannya menumbuhkembangkan potensi-potensi pada anak yang berkelainan baik fisik, mental intelektual maupun sosial emosional sehingga mereka akan berkembang menjadi percaya diri sendiri. Pelayanan tersebut dengan cara melatih : ritme, nada dan irama, interfal, tarian, drama, cerita, senam, pengenalan alat musik, pengenalan lagu, latihan baca sajak/puisi.

 5. Psikolog :
merupakan suatu penyembuhan yang berkaitan dengan kejiwaan pasien,sehinnga dapat mengetahui seberapa besar tingkat kesadaran dalam minat kesembuhanya sertaseberapa besar tingkat kekecewaan yang pasien rasakan atas kecacatannya.

 6. Sosial Medik :
memberikan pelayanan mencari data keluarga, sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dsb. Yang dapat bermanfaat bagi para dokter dan terapis dalam menyusun program rehabilitasi. Selain itu pelayanan yang berhubungan dengan Yayasan-yayasan sosial lainnya, Kantor Departemen sosial, Rumah sakit, Sekolah, sehingga dapat terjalin hubungan erat dengan berbagai instansi yang sangat penting untuk keberhasilan program rehabilitasi .

 7. Ortotik Prostetik :
memberikan pelayanan pembuatan alat-alat bantu; misal brace, tongkat ketiak, kaki tiruan, kursi roda
 8. Bina Mandiri :
lingkup pelayanan meliputi :
a.       Kemandirian yang sesuai dengan aktifitas perawatan diri sendiri, aktifitas dimeja makan, aktifitas rumah tangga, aktifitas dikamar tidur, pengenalan alat pertukangan dan kegunaannya, penggunaan alat bantu, kegiatan berjalan.
b.      Komunikasi
c.       Sosialisasi

Contoh rehabilitasi:
a.       Terapi psikologis pada pasien pasca kanker rahim agar kepercayaan dirinya kembali seperti semula.
b.      Memberikan pendidikan pada masyarakat agar mau menerima dan memberikan pertolongan pada ibu hamil dengan HIV/AIDS.
c.       Latihan fisik, bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, penderita kusta, patah tulang, kelainan bawaan.
d.      Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu, misalnya, TBC: latihan napas dan batuk. Penderita stroke melalui fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat
e.       Rehabilitasi untuk insan pasca stroke dan keluarganya bisa mengarah pada dukunan care giver dalam lingkungan keluarga atau sekaligus membangun jaringan care giver berbasis masyarakat. Care giver berbasis masyarakat bisa untuk insan pasca stroke atau juga untuk penduduk dalam rangka pola hidup sehat dan sejahtera. Care giver semacam inilah kunci dari jejaring yang kalau kita kembangkan secara luas bisa menjadi ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat yang kuat dan bermutu.

Peran dokter dalam rehabilitasi:
1)      Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
2)       Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
3)       Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
4)       Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.
5)      Memberikan konseling pada penderita kecacatan agar tetap bersemangat dalam memulihkan kesehatan.
6)      Memberikan keyakinan dalam kesembuhan,serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dengan masyarakat Memberi penyuluhan kepada masyarakat agar dapat menerima pasien sama seperti individu normal lainnya.
7)      Memberikan pendidikan kesehatan agar hal yang lebih buruk tidak terjadi pada kesehatan pasien .

Chandra, Budiman. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Jakarta ; EGC, 1996.
8.      Bagaimana cara mendiagnosis penyakit infeksi?


9.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?

10.                         Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
untuk mengetahui perkembangan penderita setelah dia kembali ke tengah-tengah masyarakat serta memberi bimbingan dalam usaha menanggulangi masalah kesehatan dan sosial, sehingga dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga serta pasien itu sendiri.


11.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
Pada awalnya, penggunaan obat antibiotik telah menunjukkan kemajuan dalam upaya penanggulangan penyakit infeksi, tetapi penggunaan yang terus menerus dan tidak terarah (tidak rasional) menimbulkan berbagai masalah baru. Hal ini disebabkan antibiotik dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan tubuh, apalagi bila penggunaannya dengan dosis yang tidak tepat sering mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Dalam rangka melepaskan diri dari sifat resistensi bakteri terhadap antibiotik para ahli mikrobiologi seakan berkejaran dengan bakteri dalam melakukan adu kreasi dan inovasi. Ketika para ahli mikrobiologi berhasil menemukan antibiotik golongan baru, bakteri pun mengembangkan kemampuan pertahanan (resistensi) yang lebih tangguh melalui mekanisme perubahan genetik (mutasi). Siklus ini terus berlangsung hingga saat ini, akibatnya penyakit infeksi semakin sulit diatasi dan perang melawan penyakit infeksi masih sulit diprediksi kapan akan berakhir jika hanya mengandalkan amunisi antibiotik.


12.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?

 SHAPE  \* MERGEFORMAT


Proses Perjalanan Penyakit
Penyebab
Lingkungan
Pejamu
Prepatogenesis
Patogenesis
Masa Tunas
Subklinik
Klinis tidak jelas
Klinis jelas
Klinis berat
+ komplikasi
Cacat
S



E



M



B



U



H
M    e    n    i    n    g    g    a    l

13.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
·        Informasi masa inkubasi atau masa latent
·         Symptom untuk kelengkapan diagnosais
·         Lama dan beratnya keluhan yang dialami
·         Kejadian penyakit menurut musim
·         Geografis serangan penyakit
·         Sifat biologis kuman patogen à pencegahan
à Untuk diagnosis
      Untuk preventive
      Untuk terapi

14.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
a.     Tahap prepatogenesis
         Sudah terjadi interaksi antar host dengan agent, namun host belum sakit, masih normal
b.     Tahap patogenesis
     i. Tahap Inkubasi
                   Waktu antara masuknya bibit penyakit
              ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala
              penyakit.
     ii. Tahap Dini
                  Waktu mulai munculnya gejala penyakit  
              yang kelihatannya ringan.
              Sudah ada gangguan patologis
     iii. Tahap Lanjut
                   Penyakit bertambah jelas atau 
              bertambah berat
     iv. Tahap Akhir
                   Berakhirnya perjalanan penyakit
·        Sembuh sempurna
·        Sembuh dengan cacat
·        Karier
·        Kronik
·        Kematian
KULPAK Dr Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid



15.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?
Riwayat Alamiah Penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah.
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawar jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
blogdokter.blogdetik.com/2011/10/17/pengertian-rekam-medis

MISTERI SEL

SGD 2
MODUL BIOFSIKOSOSIOKULTURAL


STEP 1
Sel Sperma
• Sel kelamin jantan
• Sel yang dihasilkan oleh organ kelamin jantan yang membawa infomasi genetis ke sel telur.
Mikroskop elektron
o Sesuatu yang digunakan untuk melihat benda yang ukurannya kurang 0,1 mm( mikro) hingga perbesaran 2 juta kali.
Spermatozoa
o Semen atau air mani dalam reproduksi sebagai zat cair yang keluar dari saluran reproduksi pria saat terjadi kopulasi.
Spermatogenesis
o Proses meosis(Pembelahan sel kelamin) pembentukan sel kelamin jantan.
Spermatozoid
o
Spermatid
o Perkembangan sel sperma dari sel induk sperma sebelum menjadi sperma dewasa.
o Hasil pembelahan dari miosis 2 dari spermatosit sekunder.
Spermatosit
o Hasil pembelahan mitosis dari spermatogonium.
Spermatogonia
o Dinding didalam tubuli seminiferi yang dilapisi oleh selapis sel-sel bakal sel kelamin dan berbentuk bulat.
Mitosis (Menghasilkan sel anakan yang diploid 2n)
o Cara reproduksi sel melalui beberapa tahap teratur
 Interfase/fase istirahat
• Sintesis RNA dan protein
• Pertumbuhan sel
• Replikasi DNA
• Pembentukan sentrosom

 Profase=Kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom berduplikasi menjadi kromatid .
 Metafase=Kromatid berjejer di bidang ekuator/pembelahan.
 Anafase=Kromatid menuju kutub masing-masing.
 Telofase=dibagi menjadi 2 peristiwa(kariokinesis dan sitokenesis)
Kariokenesis
o Membran sel dan nukleus mulai terbentuk.
Sitokenesis
o Sitoplasma di bagi menjadi 2.
Haploid
o Memiliki satu kerangka tunggal kromosom seperti pada gamet (n)

Diploid
o Jumlah kromosom yang berpasangan (2n)
Membran Nukleus
o Bagian terluar inti sel, tdd :
o Selaput pada nukleus yang berfungsi melindungi isi dari nukleus
o Suatu membran yang berselaput ganda yang membungkus keseluruhan dlam organel yang memisahkan antara sitoplasma dengan inti sel.
Tubuli seminiferi
o Bagian dari epididimis tempat pembentukan spermatozoa .
o Tubulus pada testis tempat berkembangnya spermatozoa dan saluran keluar.
Organel
o Bagian sel dalam sitoplasma yang berfungsi dalam metabolisme.
 Menjalankan fungsi2 kehidupan
Organ
o Sekelompok jaringan yang menjalankan suatu tugas yang mempunyai fungsi yang sama.
Organogenesis
o Proses pembentukan organ.


Membran Sel
o Bagian terluar dari sel yang berbentuk selaput yang berfungsi sebagai pembatas antara isi sel dengan lingkungan luar sel yang tersusun dari protein dan fosfolipid(Fosfor+lipid)

Preparat
o Irisan tipis sederhana yang digunakan sebagai sempel dan di amati di mikroskop yang dibuat dengan cara dan prosedur tertentu.
Sitoplasma
o Cairan yang mengisi sel dan bersifat koloid tempat melayangnya organel sel lain.
STEP 2
1. Struktur dan fungsi sel ?
2. Macam2 cara pembelahan sel?
3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?
4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
5. Bagaimana proses spermatogenesis ?
6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?
7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?
8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?
9. Bagaimana proses organogenesis ?
10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebagkan kelainan pada organ?

STEP 3

1. Struktur dan fungsi sel ?
a. Struktur
Membran sel ( untuk memisahkan isi sel dengan ligkungan luar sel)
Sitoplasma(Tempat melayangnya organela sel dan sebagai transpor zat dari dalam sel menuju inti sel)
Organela sel
Ribosom(berfungsi dalam sintesis protein)
Terikat dan bebas

• Retikulum endoplasma
• Kasar (Tempat menempelnya ribosom)
• Halus (Sebagai transportasi zat dari dalam sel keluar sel)


Mitokondria(respirasi sel dan membentuk energi berupa ATP untuk proses yang terjadi dalam sel)
Lisosom berfungsi sebagai sekresi sel.
Sentrosom berfungsi sebagai pembelahan sel.
Badan golgi(ekskresi sel)

Vakuola
• Vakuola kontaktil berfungsi membentuk sel
• Vakuola makanana berfungsi menyimpan makanan

Mikrotubulus berfungsi membentuk silia, sentriol, dan benang2 spindel.

Mikrofilamen
Nukleus(berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel)
Selaput nukleus
Nukleolus(Anak inti)
Nukleoplasma ( Cairan inti)

2. Macam2 cara pembelahan sel?
a. Pembelahan sel secara amitosis (Jelaskan)
b. Secara mitosis(Jelaskan)
c. Secara meosis(Jelaskan)

3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?
a. Kepala(Bagian & Fungsi)
b. Badan(Bagian & Fungsi)
c. Ekor(Bagian & Fungsi)
• Tengah
• Utama
• ujung


4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
a. Sel prokariotik(jelaskan)
b. Sel eukariotik(jelaskan)

5. Bagaimana proses spermatogenesis ?
a. Spermatogenium (2n)
Spermatosit primer(2n)
2 Spermatosit sekunder(n)
4 Spermatid (n)
6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?
a. Mitosis
• Interfase
1. Fase G1
2. Fase S
3. Fase G2
• Profase
• Metafase
• Anafase
• Telofase
7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?
o Haploid Memiliki satu kerangka tunggal kromosom seperti pada gamet (n)
o Diploid Jumlah kromosom yang berpasangan (2n)

8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?
a.
9. Bagaimana proses organogenesis ?
a.
10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebagkan kelainan pada organ?



STEP 4

STEP 6
1. Struktur dan fungsi sel ?

Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
Transpor aktif
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.
Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium
Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).
Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.
beberapa fungsi badan golgi antara lain :
1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

Retikulum Endoplasma
RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Ada tiga jenis retikulum endoplasma:

RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein.
RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

Nukleus
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Sentriol (sentrosom)

Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.
Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.



2. Macam2 cara pembelahan sel?
Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi).
AMITOSIS adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.

MITOSIS adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:

1. Profase :
pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin
menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.

2. Metafase:
pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang
pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom
/kromatid mudah diamati dan dipelajari.

3. Anafase:
pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju
ke kutub-kutub pembelahan sel.

4. Telofase:
pada tahap ini terjadi peristiwa KARIOKINESIS (pembagian inti
menjadi dua bagian) dan SITOKINESIS (pembagian sitoplasma
menjadi dua bagian).

MEIOSIS (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.

Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :

Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.


PERBEDAAN ANTARA MITOSIS DENGAN MEIOSISAspek yang dibedakan Mitosis Meiosis
Tujuan Untuk pertumbuhan Sifat mempertahan-kan diploid
Hasil pembelahan 2 sel anak 4 sel anak
Sifat sel anak diploid (2n) haploid (n)
Tempat terjadinya sel somatis sel gonad



Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet, yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis.

http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0113%20Bio%203-1b.htm

3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?



Semen atau air mani dalam Ilmu Reproduksi didefinisikan sebagai zat cair yang keluar dari saluran reproduksi pria saat terjadi kopulasi (hubungan seksual). Semen terdiri atas dua bagian yaitu sel spermatozoa dan cairan seminal plasma. Baik spermatozoa maupun cairan seminal plasma menurut analisis kimia terdiri atas rangkaian zat organik tertentu (Yahya, 2006 ) b .

Spermatozoa atau disebut juga sperma dihasilkan oleh testis, sedangkan cairan seminal diproduksi oleh kelenjar tambahan di sepanjang saluran reproduksi pria yaitu kelenjar vesikula seminalis, prostat, kelenjar bulbo urethralis (Cowper’s) dan kelenjar urethra (Littre’s).

Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan dan pematangan sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet (sel kelamin) yang siap berperan dalam proses reproduksi. Pada pria proses spermatogenesis meliputi spermatositogenesis dan spermiogenesis sedang pada wanita disebut oogenesis.

Pembentukan spermatozoa pada pria normal berlangsung terus sampai usia lanjut. Hal ini dimungkinkan selama spermatogonium induk (bakal sperma) masih tersedia. Spermatogenesis terjadi dalam tubuli seminiferi. Menurut Cormack dalam bukunya Clinically Integrated Histology bahwa perkembangan epitel seminiferi dalam pembentukan spermatozoa melalui 6 tahap dan terjadi dalam 64-74 hari.

Lapisan paling luar sel-sel seminiferi merupakan spermatogonia yang pada masa pubertas mengalami diferensiasi. Spermatogonia ini sifatnya selalu membelah. Spermatogonia tersebut dinamakan spermatogonia primitif atau spermatogonia Ad (dark tipe A spermatogonia). Dari spermatogonia Ad akan dihasilkan sepasang generasi spermatogonia Ad yang baru. Salah satu dari Spermatogonia Ad tersebut akan membelah menjadi sepasang spermatogonia Ap (pale tipe A spermatogonia) yang akan berkembang menjadi sepasang spermatogonia B. Spermatogonia B akan berkembang menjadi spermatosit primer dan sekunder. Spermatosit sekunder setelah mengalami proses mitosis berubah menjadi spermatid dan pada akhirnya membentuk ekor menjadi spermatozoa lihat Gambar 3.2. Spermatozoa tersusun di sekeliling lumen tubuli seminiferi, kepalanya menempel ke sel sertoli dan ekornya melambai ke arah lumen (Yatim, 1984).

Sel sertoli berfungsi memberi makanan atau nutrisi kepada sperma selama berada di tubuli seminiferi. Sel sperma yang berada di tubuli seminiferi masih belum masak (matur). Sel spermatozoa mengalami pemasakan (maturasi) di epididimis bagian cauda dan siap untuk diejakulasikan atau dipancarkan saat hubungan seksual (Hafez, 2000).


Menurut Reksoprodjo dkk. (1999) pada proses spermiogenesis, terjadi beberapa proses penting yaitu (1) badan dan inti sel spermatid menjadi “kepala” spermatozoa (2) sebagian besar sitoplasma luruh dan diabsorpsi (3) terjadi juga pembentukan leher, lempeng tengah dan ekor (4) kepala sperma diliputi akrosom. Hasil akhir proses ini adalah sel-sel spermatozoa dewasa yaitu spermatozoa. Karena terjadi pemisahan pasangan kromosom, suatu sel sperma akan mengandung kromosom separuh dari induknya (44+XY) yaitu kemungkinan 22+X atau 22+Y. Keseluruhan proses spermatogenesis sampai spermiogenesis normal pada pria memerlukan waktu 60-70 hari. Setelah terbentuk sempurna, spermatozoa masuk ke dalam rongga tubulus seminiferus, kemudian akibat kontraksi dinding tubulus spermatozoa terdorong ke arah epididimis. Suasana keseimbangan asam-basa dan elektrolit yang sesuai di intratubulus dan epididimis memberikan spermatozoa kemampuan untuk bergerak (motilitas sperma)

A.5.1. Struktur Spermatozoa

Spermatozoa merupakan sel yang sangat terspesialisasi dan padat yang tidak lagi mengalami pembelahan atau pertumbuhan, berasal dari gonosit yang menjadi spermatogonium, spermatosit primer dan sekunder dan selanjutnya berubah menjadi spermatid dan akhirnya berubah menjadi spermatozoa. Spermatozoa terdiri atas dua bagian fungsional yang penting yaitu kepala dan ekor (Hafez, 2000).

Kepala spermatozoa bentuknya bulat telur dengan ukuran panjang 5 mikron, diameter 3 mikron dan tebal 2 mikron yang terutama dibentuk oleh nukleus berisi bahan-bahan sifat penurunan ayah. Pada bagian anterior kepala spermatozoa terdapat akrosom, suatu struktur yang berbentuk topi yang menutupi dua per tiga bagian anterior kepala dan mengandung beberapa enzim hidrolitik antara lain: hyaluronidase, proakrosin, akrosin, esterase, asam hidrolase dan Corona Penetrating Enzim (CPE) yang semuanya penting untuk penembusan ovum (sel telur) pada proses fertilisasi (Yanagimachi, 1994).

Bahan kandungan akrosom adalah setengah padat yang dikelilingi oleh membran akrosom yang terdiri dari dua lapis yaitu membran akrosom dalam (inner acrosomal membran) dan membran akrosom luar (outer acrosomal membran) (lihat Gamb. 3.4 dan 3.5) Secara molekuler susunan kedua membran akrosom ini sangat berbeda, membran akrosom luar bersatu dengan plasma membran (membran spermatozoa) pada waktu terjadinya reaksi akrosom sedang membran akrosom dalam menghilang. Bagian ekuatorial akrosom merupakan bagian penting pada spermatozoa, hal ini karena bagian anterior pada akrosom ini yang mengawali penggabungan dengan membran oosit pada proses fertilisasi berubah menjadi spermatid dan akhirnya berubah menjadi spermatozoa. Spermatozoa terdiri atas dua bagian fungsional yang penting yaitu kepala dan ekor (Hafez, 2000).

Ekor dibedakan atas 3 bagian yaitu 1. bagian tengah (midpiece) 2. bagian utama (principle piece) dan 3. bagian ujung (endpiece). Panjang ekor seluruhnya sekitar 55 mikron dengan diameter yang makin ke ujung makin kecil: di depan 1 mikron, di ujung 0,1 mikron. Panjang bagian tengah: 5-7 mikron, tebal 1 mikron; bagian utama panjang 45 mikron, tebal 0,5 mikron dan bagian ujung panjang 4-5 mikron, tebal 0,3 mikron. Bagian ekor tidak bisa dibedakan dengan mikroskop cahaya tetapi harus dengan mikroskop elektron (Yatim, 1990).

Mitokondria sebagai pembangkit energi pada spermatozoa. Principle piece dibungkus oleh sarung fibrous (fibrous sheath) yang perbatasannya disebut anulus. Sarung fibrous bentuknya terdiri dari kolom ventral dan dorsal yang masing-masing melalui rusuk-rusuk. Ke arah sentral ada semacam tonjolan yang memegangi cincin nomor 3, 8 dari aksonema. Keduanya (tahanan rusuk dan pegangan cincin aksonema) memberikan gerak tertentu (Hafez, 2000).

http://blog.uin-malang.ac.id/bayyinatul/2010/06/28/sel-spermatozoa/ (Dr.drh.Bayyinatul)

4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti
a. sel prokariotik, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru
b. sel eukarotik, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru
Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :
Sel Prokariotik
- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid
- Organel-organelnya tidak dibatasi membran
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler
Sel Eukariotik
- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
- Organel-organelnya dibatasi membran
- Membran selnya tersusun atas fosfolipid
- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier

5. Bagaimana proses spermatogenesis ?


6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?

• Pembelahan Sel Secara Meiosis


Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, di karena terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n.

Menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan (spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk (spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n).

Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut –turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).
Meiosis I
1. Profase I
a. Leptoten : Kromatin menebal membentuk kromosom.
b. Zygoten : Kromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
c. Pakiten : Tiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.
d. Diploten : Kromatida membesar dan memendek, bergandengan yang homolog dan menjadi rapat.
e. Diakenesis : Ditandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja,, yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. nucleolus dan dinding inti menghilang. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan, terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.

2. Metafase 1
Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.

3. Anafase I
Pada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.

4. Telofase I
Pada tahap ini, membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer.

Meiosis II
1. Profase II
a. Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.
b. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.
c. Nucleolus dan dinding inti menghilang.
d. Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
e. Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.

2. Metafase II
Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.

3. Anafase II
Kromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.

4. Telofase II
a. Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.
b. Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali.
c. Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.

PEMBELAHAN MITOSIS


Hasil meiosis :
1.) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing – masing haploid (n)
2.) Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.
3.) Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel – sel generative atau sel – sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur).

Sel – sel eukariot tertentu menghasilkan sel haploid (misalnya gamet pada hewan dan manusia, serta spora pada tumbuhan) dengan pembelahan sel yang disebut meiosis. Pada meiosis terjadi satu kali penggandaan kromosom dan dua kali pembelahan sel, yang disebut meiosis I dan meiosis II.





Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel – sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel – sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G, ( growth atau gap), fase S (synthesis), fase G2(growth atau Gap2).
Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.

1. Kariokinesis

Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a) Profase
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

b) Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.

c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.


d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
Serat – serat gelendong menghilang.
Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
Hasil mitosis:
1. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

2 Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.

7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?


8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?

9. Bagaimana proses organogenesis ?




10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebabkan kelainan pada organ?