This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 14 April 2012

KOMUNIKASI EFEKTIF


1. Bagaimana cara melakukan komunikasi yg efektif?
Jawab :
menurut Boove (2003) memaparkan beberapa cara komunikasi agar dapat berkomunikasi secara efektif, antara lain yaitu:
1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.
2. Orang hanya bisa memahami tentang suatu hal jika menghubungkanya dengan hal lain yang telah dimengerti.
3. Orang yang melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk meminta penjelasan.

komunikasi berjalan melalui siklus, komunikator yang menyampaikan pesan kepada komunikan, din selanjutnya si komunikan beralih menjadikomunikator dan seterusnya, sehinhha kegiatan komunikasi dapat berlangsung:
Dalam proses komunikasi akan timbul umpan balik atau feedback. Menurut Bovee Thill (2003) komunikasi sebagai proses mengirim dan menerima pesan, dan bisa dikatakan efektif apabila pesan tersebut dapat dimengerti dan menstimuli tindakan atau mendorong orang lain untuk mulakukan tindakan sesuai dengan pesan yang disampaikan tersebit.

Berikut ini cara-cara dalam melakukan komunikasi yang efektif.
1. Menguasai ragam komunikasi. Mulai dari menulis sampai berbicara. Teknik komunikasi yang dipakai bergantung pada siapa yang dihadapi. Penguasaan ragam komunikasi meminimalisasi terjadinya ketidaktepatan memakai cara komunikasi.
2. Bersikap empati. Memposisikan diri Anda dalam situasi yang dialami orang lain. Dengan cara ini kita mampu lebih bersikap objektif dalam berkomunikasi.
3. Terbuka. Dalam artian, bersedia untuk dikoreksi kalau itu memang keliru. Siap meminta maaf jika terbukti salah.
4. Fleksibel. Anda tidak harus melulu serius dengan pembawaan gaya yang formal dan kaku. Anda sekali-kali memakai gaya informal dengan selipan rasa humor agar terlihat santai dan fresh.
5. Lugas dan ringkas. Pergunakan kata yang to the point dan diringkas sepadat mungkin dalam susunan kata yang pendek. Pemakaian kata yang bertele-tele membuat komunikasi menjadi membosankan.
6. Memahami komunikasi nonverbal. Ya, Anda perlu tahu gestur tubuh dari komunikan. Terkadang, bahasa tubuh lebih bermakana ketimbangan bahasa verbal karena sulit dimanipulasi.
7. Pendengar yang baik. Apakah Anda menyimak dengan saksama ketika rekan Anda berbicara? Pastikan Anda bisa melakukan hal tersebut.
8. Konsisten. Tidak plin plan dan mengubah begitu saja apa yang sudah diucapkannya "saiki dele, sesok tempe" (sekarang kedelai, besok tempe) kata orang Jawa.
9. Egaliter. Menghilangkan sekat-sekat pembatas yang mungkin muncul. Mulai dari struktur formal (atasan-bawahan) hingga aspek kultural.

Sumber : Anne Ahira, Annehira.
2. Apa syarat melakukan komunikasi yg efektif?
Jawab:
Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan

Dr. Astrid, S. Susanto (1974). Komunikasi Dalam Teori dan Praktik. Universitas Pajajaran. Bina Cipta.

3. Mengapa komunikasi yg baik antar dokter dgn profesi lain sgt diperlukan?


4. Apa saja kriteria seorang pemimpin yg baik?


5. Apakah kendala dlm komunikasi dgn profesi lain?
Jawab :
Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh dan lain sebagainya.
sumber: Herujito, Yayat M.2001. Dasar-dasar komunikasi. Jakarta: Grasindo.

6. Apa tujuan dan manfaat komunikasi yg efektif?

Tujuan komunikasi efektif :
1. Memfasilitasi terciptanya pencapaian tujuan kedua pihak (dokter dengan pasien, dokter dengan keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait, dokter dengan kolega, bahkan dokter dengan masyarakat )
2. Membantu pengembangan rencana perawatan bersama pasien, untuk kepentingan pasien dan atas dasar kemampuan pasien, termasuk kemampuan finansial
3. Membantu memberikan pilihan dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien
4. Membimbing pasien sampai pada pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang dihadapinya
5. Membantu mengendalikan kinerja dokter dengan acuan langkah langkah atau hal-hal yang telah disetujui pasien
Anisfuad. Komunikasi yang Efektif. Jakarta

7. Apa saja jenis2 pertemuan?

Pengertian beberapa jenis pertemuan :
1. Seminar.
Kata seminar berasal dari kata Latin semin yang berarti “benih”. Jadi, seminar berarti “ tempat benih-benih kebijaksanaan”. Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.
Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli). Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing. Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan. Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.

2. Diskusi.
Kata diskusi berasal dari bahas Latin discutio atau discusum yang berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Dari segi istilah, diskusi berarti perundingan/bertukar pikiran tentang suatu masalah: untuk memahami, menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi ini dapat dilakukan oleh dua-tiga orang, puluhan, dan bahkan ratusan orang.
Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

3. Simposium.
Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah. Simposium dipimpin oleh seorang ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi. Pendengar bertanya dan para ahli menjawab.

4. Kolokium.
Beberapa ahli diundang untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan pendengar mengenai topik yang ditentukan. Bedanya dengan simposium, dalam kolokium para ahli tidak mengajukan (makalah) prasaran.
5. Rapat
Rapat adalah pertemuan formal suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan sebagai sebuah kebijakan organisasi
6. Diskusi panel
Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang dihadapan sekelompok hadirin mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkannya.

Diskusi Panel adalah sekelompok individu yang membahas topik tentang kelebihan pada masyarakat atau pendengar diskusi.

7. Brainstorming
Brainstorming merupakan cara untuk mencari dan menemukan ide
Pamphlet.
Pamphlet (pamplet) adalah semacam booklet (buku kecil) yang tak berjilid. Mungkin hanya terdiri dari satu lembar yang dicetak di kedua permukaannya. Tapi bisa juga dilipat di bagian tengahnya sehingga menjadi empat halaman. Atau bisa juga dilipat tiga sampai empat kali hingga menjadi beberapa halaman. Jika dilipat menjadi empat, pamphlet itu memiliki nama tersendiri yaitu leaflet. Penggunaan pamphlet atau leaflet umumnya dilakukan untuk pemasaran aneka produk dan juga untuk penyebaran informasi politik.

Irfan setyawan, 2010

8. Prinsip2 komunikasi yg efektif?
Jawab:
ASAS KOMUNIKASI
Selanjutnya menurut Boove (2003) memaparkan beberapa asas komunikasi agar dapat berkomunikasi secara efektif, antara lain yaitu:
1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.
2. Orang hanya bisa memahami tentang suatu hal jika menghubungkanya dengan hal lain yang telah dimengerti.
3. Orang yang melakukan komunikasi menpunyai suatu kewajiban untuk meminta penjelasan.

Prinsip komunikasi efektif :
Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat
kita rangkum dalam satu kata, yaitu REACH ( Respect, Empathy,
Audible, Clarity, Humble ), yang berarti merengkuh atau meraih.
1. Respect
Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai
terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude)
menghormati dan menghargai lawan bicara kita karena pada
prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika
kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh
respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut.
2.Empati
yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati
akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan
(message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan
penerima pesan (receiver) menerimanya. Prinsip dasar dari
hukum kedua ini adalah ”Perlakukan orang lain seperti Anda
ingin diperlakukan.
3.Audible
Makna dari audible adalah dapat didengarkan atau dimengerti
dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini
dalam mengirimkan pesan:
oBuat pesan Anda mudah untuk dimengerti
oFokus pada informasi yang penting
oGunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi
dari pesan tersebut
oTaruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan
lingkungan di sekitar Anda
oAntisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
oSelalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan
4.Kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity)
Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan.
Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:
oTentukan goal yang jelas
oLuangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
oPenuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
oBuat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
oPesan yang disampaikan harus fleksibel
5.Sikap rendah hati (Humble)
Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan
hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si penerima pesan.
Prajarto, Nunung. 2006. Komunikasi Efektif: Menjalin Komunikasi Efektif

9. Mengapa seorang dokter memungkinkan menjadi manager di puskesmas?


10. Ciri2 komunikasi yg efektif?
Jawab:
1. menyediakan informasi yang praktis
Dengan menerangkan bagaimana mengerjakan sesuatu, menjelaskan mengapa perubahan dilakukan, menberikan solusi terhadap masalah, mendiskusikan status sebuah proyek, dan lain-lain.
2. Memberikan fakta dibandingkan kesan
Dengan menggunakan bahasa yang konkrit dan menjelaskan secara detailyang dimaksud. Informasi harus jeelas, meyakinkan, akurat, dan etis.
3. Mengklarifikasi dan menyingkat beberapa informasi
Dengan menggunakan table, bagan, foto maupun diagram yang menjelaskan tentang pesan yang dimaksud.
4. Masyarakat tanggung jawab secara jelas
Dengan menjelaskan apa yang kita harapkan atas apa yang dapat kita lakukan, karena pesan kita hanya ditujukan pada orang-orang tertentunsaja.
5. Membujuk dan menyedikaitan rekomendasi
Biasanya pesan yang disampaikan adalah membujuk para pegawai untuk melakukan sesuatu atau pelanggan untuk memanfaatkan layanan yang kita tawarkan dengan menjelaskan manfaat yang akan mereka peroleh dengannya.
11. Apa saja peran dr seorang manager?

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok.
• pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
• Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
• Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

12. Apa saja tugas dri tim kesehatan?
Tim kesehatan diadakan untuk masyarakat. Masyarakat mempunyai kebutuhan akan kesehatan dan merupakan tugas tim kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak seorangpun yang dapat memiliki seluruh keterampilan yang diperlukan atau mempunyai cukup waktu untuk mengerjakan semua hal yang perlu sepaya dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang kecil sekalipun. Dengan demikian, setiap orang harus bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikanya.
Kompas, 15 Mei 2011

13. Profesi apa saja yg dpt menjadi anggota tim kes?


14. Selain di forum pertemuan klinik adakah forum yg digunakan oleh teamwork untuk membicrakan mslh medik?sebutkan!


15. Apa yg akn terjadi jika di dlm tim kes tdk ada kerjasama?


16. Dimana dan dlm situasi seperti apa pertemuan kes bisa terjadi?


17. Apa tolak ukur dari suatu pertemuan kes dikatakan efektif?
PENGUKURAN EFEKTIF PERTEMUAN
Seperti halnya dengan ilmu-ilmu yang lain,ilmu komunikasi juga dapat mengadakan pengukuran terhadap berbagai keefektifannya. Ada beberapa parameter yang dapat digunakannya, yaitu:
1. Audience coverage, artinya berapa besar jumlah hadirin atau komunikan dalam suatu kesempatan yang dicapai oleh suatu pesan.
2. Audience respons, artinya apa pendapat-pendapat dari komunikasi terhadap masalah atau pesan yang telah disampaikan.
3. Comunication inpact, artinya apakah yang berbekas di pihak komunikan.
4. Process of influence, artinya metode dan teknik komunikasi yang manakah yang paling efektif untuk menyampaikan pesan.

18. Apa saja kendala2 yg srg terjadi dlm pertemuan kes?


19. Syarat seorang manager dipandang dri segi islam?


20. Bagaimana cara pemimpin mennyiapkan pertemuan?


21. Bagaimana cara menghindari misscom antar anggota tim kes?


22. Apa saja kriteria staff yg baik?


TEAM WORK

SGD LBM 3 MODUL 2
STEP 1
Team work : sekelompok individu yang saling bekerja sama dan memiliki keahlian di bidang tertentu yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan kesepakatan bersama.
Forum pertemuan klinik (CGD) : suatu pertemuan antara sesama ahli dengan ahli yang lain dalam bidang medis dengan maksud membahas masalah yang timbul dalam lingkungan sekitar serta dilaksanakan secara rutin.
Surat rujukan medik : suatu upaya kesehatan yang ditujukan kepada pasien guna memperoleh pemecahan masalah dan pengobatan.
Surat pengantar yang dibuat untuk memperoleh pemecahan masalah baik untuk keperluan diagnostik, pengobatan, maupun pengelolaan pasien lebih lanjut.
Surat yang dibuat oleh tenaga medis untuk meruju atau mengantar pasien agar dapat pelayanan atau perawatan kesehatan yang baik.
Surat yang ditujukan kepada teman sejawat yang berisi pelimpahan tanggung jawab terhadap pasien yang berkaitan dengan penyembuhan dan pemulihan.
Informed consent : suatu izin atau consent atau pernyataan setuju dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional, sesudah mndapatkan informasi dokter yang dimengertinya.
Persetujuan yang telah diberikan pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan dokter mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien selanjutnya.

STEP 2
TEAMWORK
1. Apa saja kendala dan solusi melakukan team work ?
2. Manfaat team work ?
3. Bagaimana etika komunikasi yang baik dalam team work ?
4. Cara kerja team work ?
5. Kriteria untuk menjadi teamwork yang baik ?

CGD

6. Bagaimana forum pertemuan klinik yang baik ?
7. Bagaimana cara komunikasi dengan teman sejawat atau dengan profesi lain ?
8. Fungsi dari clinical group discussion ?

SURAT RUJUKAN MEDIK

9. Kenapa dokter merujuk pasiennya ?
10. Kendala apa saja dalam surat rujukan medik ?
11. Langkah-langkah dalam penulisan surat rujukan medik ?
12. Macam-macam surat rujukan ?
13. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam surat rujukan medik ?
14. Syarat dokter merujuk pasien ?
15. Manfaat rujukan medik ?
16. Siapa saja yang berhak untuk mendapatkan surat rujukan medik ?

INFORMED CONSENT

17. Landasan hukum apa yang digunakan dalam pembuatan informed consent ?
18. Manfaat informed consent ?
19. Syarat-syarat informed consent ?
20. Apa sajakah bentuk2 informed consent ?
21. Jenis-jenis informed consent ?

STEP 3

TEAMWORK
1. Apa saja kendala dan solusi melakukan team work ?

Kendala :
Komunikasi tidak bebas
Tidak bersedia membagi informasi
Persaingannya tidak sehat
Tidak mempercayai anggota lain
Jarang timbul kesepakatan
Egoisme masing2 anggota
Rendahnya loyalitas anggota
Menimbulkan ketergantungan

Solusi :
Keterbukaan antar anggota
Menyingkirkan egoisme
Pemimpin yang peka terhadap anggotanya
Sikap saling percaya antar anggota
Mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan individu

2. Manfaat team work ?

Melatih sifat kooperatif atau kerjasama
Melatih keterampilan komunikasi
Melatih kemampuan bertanggung jawab
Efisiensi waktu
Mengurangi kesalahan pelaksanaan
Mempererat silaturahmi
Membangun kekompakan
Memudahkan pencapaian tujuan kelompok
Menyelesaikan masalah yang tidak bisa dipecahkan
Meningkatkan sosialisasi

3. Bagaimana etika komunikasi yang baik dalam team work ?
Memberikan pendapat dengan tepat
Mengkritisi pendapat dengan santun
Mampu mengatur diri dengan baik
Mematuhi aturan-aturan dalam teamwork

4. Cara kerja team work ?

Bekerjasama dan saling melengkapi
Membentuk suatu team yang memiliki tujuan yang sama
Menentukan masalah yang akan dibahas
Pembahasan masalah
Pengevaluasian masalah
Menentukan kesimpulan

5. Kriteria untuk menjadi teamwork yang baik ?

Adanya rasa saling membutuhkan
Adanya interaksi dan kerjasama
Adanya kekompakan
Semangat tinggi dalam team
Adanya tanggung jawab bersama
Setiap anggota memiliki keahlian masing2 yang bisa saling melengkapi

6. Kenapa seorang dokter membutuhkan teamwork?
Karena seorang dokter tidak bisa bekerja tanpa bantuan dari teman sejawat dan profesi medis lain untuk menyelesaikan suatu masalah.

CGD

7. Bagaimana forum pertemuan klinik yang baik ?

Adanya seorang ahli, bisa saling tukar pendapat antar anggota, adanya kepercayaan dan kerja sama, memiliki visi dan misi yang sama, tidak menguraikan materi secara panjang lebar, tidak melibatkan diri dalam gosip, fasilitas terpenuhi.

8. Bagaimana cara komunikasi dengan teman sejawat atau dengan profesi lain ?

Menggunakan high monitoring, sopan, jelas
Kepercayaan
Dukungan
Empati
Sifat yang terbuka
Saling menghargai dan menghormati

9. Fungsi dari clinical group discussion ?

Menjalin hubungan antar anggota
Menambah wawasan
Bisa bertukar informasi kesehatan
Masalah mudah terselesaikan
Dapat menumbuhkan rasa percaya diri

10. Metode CGD ?

RUJUKAN MEDIK

11. Kenapa dokter merujuk pasiennya ?
Kurangnya fasilitas yang memadai
Dokter kurang mampu menangani pasien, karena tidak sesuai dengan bidangnya

12. Kendala apa saja dalam rujukan medik ?
Miss understanding antara pemberi dengan penerima surat rujukan
Kendala geografis
Kendala ekonomi
13. Langkah-langkah dalam pengajuan surat rujukan medik ?
14. Macam-macam surat rujukan ?

1. Surat rujukan dari dokter umum ke spesialis
2. SR medik untuk keperluan perawatan di rumah sakit
3. SR medik untuk keperluan pemeriksaan lab

15. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam surat rujukan medik ?

1. Kop surat (nama instansi kesehatan dan alamat yang merujuk)
2. Badan surat (tujuan rujukan, asal rujukan, nomer rujukan, perihal rujukan, tanggal dibuat rujukan, isi rujukan)
3. Penutup

16. Manfaat rujukan medik ?

Pasien mendapatkan pelayanan yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan lebih tepat
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dokter
Mengurangi resiko kesalahan dalam pengobatan

17. Siapa saja yang berhak untuk mendapatkan surat rujukan medik ?
Pasien yang tidak dapat ditangani oleh dokter sebelumnya.
Keinginan dari pasien itu sendiri

18. Macam2 rujukan medik ?
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap lisan maupun tertulis

INFORMED CONSENT

19. Landasan hukum apa yang digunakan dalam pembuatan informed consent ?
• Peratuaran Menteri Kesehatan N0. 585 /MEN.KES /PER /IX /1989 tanggal 4 September 1989 tentang persetujuan tindakan medik.
Pasal 1 : Dinyatakan bahwa tindakan medik adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap pasien berupa diagnostik atau terapeutik.
Pasal 2 : dinyatakan bahwa semua tidakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan.

• Landasan hukum pasal 53 UU No. 23 Tahun 1992 menjelaskan tentang Hak pasien atas informasi dan persetujuan tindakan medis.

Sumber: Budi Sampurna, Zulhasmar Syamsu, Tjetjep Dwijdja Siswaja, Bioetik dan Hukum Kedokteran, Pengantar bagi Mahasiswa Kedokteran dan Hukum, Penerbit Pustaka Dwipar, Oktober 2005

20. Hak pasien dan kewajiban dokter secara yuridis ?
Kaitan informasi dengan terapiutik antara dokter / pasien dari segi hukum :

Memperoleh informasi — hak pasien dan kewajiban dokter untuk memberikan. Pasien berhak tanpa harus diminta untuk memperoleh informasi tentang penyakit dan tindakan medik.

Hak pasien dalam doktrin Informed consent antara lain :
1.Hak untuk memperoleh informasi mengenai penyakitnya dan tindakan yang akan dilakukan dokter terhadap dirinya .
2.Hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
3.Hak untuk memilih alternative lain (jika ada)
4.Hak untuk menolak usul tindakan yang akan dilakukan.

Kewajiban dokter untuk memberikan informasi :
• sifat dan resiko itu lebih serius
• kemungkinan timbulnya resiko itu lebih besar,
• tindakan yang hendak dilakukan tidak begitu mutlak,
• masih ada satu atau beberapa alternatif lain,
• resiko itu tidak begitu diketahui oleh masyarakat,
• dalam keadaan khusus itu timbulnya resiko lebih besar.

Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI.  (Peraturan Menteri Kesehatan No. 585/Menkes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik)

21. Manfaat informed consent ?
Memberi perlindungan pasien
Mendapatkan informasi untuk mengambil keputusan
Memberi perlindungan hukum pada dokter
Melindungi hak asasi pasien
Mencegah terjadinya penipuan dan paksaan
Dapat lebih memandirikan pasien
Dapat lebih meningkatkan hubungan dokter-pasien

22. Syarat-syarat informed consent ?
Syarat kapasitas dari pasien (decision-making capacity) untuk memberi informed
consent
• pasien harus dapat mengerti prosedur atau tindakan medik yang hendak dilakukan, dan dapat secara sukarela memberikan persetujuannya, ataupun menolaknya.
• Jika pasien dalam keadaan tidak sadar, kepada informasi itu harus diberikan kepada anggota keluarga terdekat.
• Pada seorang anak yang belum dewasa, informasi diberikan kepada orang tuanya.
• Pada seorang dewasa yang berada di bawah pengampuan (onder curatele)
• Informasi diberikan kepada walinya (curator).

Syarat dari pihak dokter :
• Pengungkapan dan penjelasan kepada pasien dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pasien tentang : penegakkan diagnosis, sifat dan prosedur atau tindakan medic yang diusulkan, kemungkinan timbulnya risiko, manfaat, dan alternative (bila ada).
• Memastikan bahwa pasien mengerti dengan apa yang telah dijelaskan kepadanya, pasien telah menerima risiko-risiko tersebut dan pasien mengizinkan dilakukan prosedur tindakan.
• Harus didokumentasikan. Sebagai arsip dan kekuatan hukum.

Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI.


Sasaran Informed Concent
• Prinsipnya dokter memberikan informasi pada pasien sendiri
• Jika pasien tidak sadar, informasi keadaan pasien diberikan pada keluarga terdekat; suami – istri, ayah – ibu dsb.
• Jika pasien anak, maka informasi diberikan pada ibu – ayah, walinya

23. Apa sajakah bentuk2 informed consent ?
a. Dengan dinyatakan (Expreess)
- Secara lisan (oral)
- Secara tertulis (written)
Pernyataan tertulis diperlukan apabila dibutuhkan bukti di kemudian hari, umumnya pada tindakan yang invasif atau yang beresiko mempengaruhi kesehatan penderita secara bermakna. Permenkes tentang persetujuan tindakan medis menyatakan bahwa semua jenis tindakan operatif harus memperoleh persetujuan tertulis.

b. Dianggap diberikan/tidak dinyatakan
- Dalam keadaan normal
Pasien tidak menyatakannya, baik secara lisan maupun tertulis, namun melakukan tingkah laku (gerakan) yang menunjukkan jawabannya. Misalnya adalah seseorang yang menggulung lengan bajunya dan mengulurkan lengannya ketika akan diambil darahnya.
- Dalam keadaan gawat darurat (emergency)
Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI


24. Jenis-jenis informed consent ?



PENYULUHAN KESEHATAN


1.        Arti penyuluhan kesehatan?
Arti penyuluhan kesehatan adalah suatu proses mendidik individu atau masyarakat supaya mereka dapat memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi. Seperti halnya proses pendidikan yang lainnya, pendidikan kesehatan memiliki unsur masukan-masukan yang telah diolah dengan teknik-teknik tertentu akan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan harapan atau tujuan kegiatan tersebut. Tidak dapat disangkal, pendidikan bukanlah satu-satunya cara mengubah perilaku, tetapi pendidikan juga mempunyai peranan yang cukup penting dalam perubahan pengetahuan setiap individu.
Sumber     : Sarwono, 2004

2.        Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
Menurut Van Deb Ban dan Hawkins yang dikutip oleh Lucie (2005), pilihan seorang agen penyuluhan terhadap suatu metode atau teknik penyuluhan sangat tergantung pada tujuan khusus yang ingin dicapai.

3.        Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
Secara umum ada beberapa faktor atau kekuatan yang mempengaruhi proses perubahan keadaan yang disebabkan karena penyuluhan, di antaranya sebagai berikut (Lucie, 2005) :
a.      Keadaan pribadi sasaran
b.      Keadaan lingkungan fisik
c.       Keadaan sosial dan budaya masyarakat
d.      Keadaan dan Macam Aktivitas Kelembagaan yang Tersedia dan Menunjang Kegiatan Penyuluhan

4.        Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
keluarga dan masyarakat selalu saling mempengaruhi, maka perubahan nilai yang berlangsung dalam masyarakat akan mempengaruhi perilaku anggota keluarga. Sebaliknya anggota keluarga juga akan secara aktif mempengaruhi berlangsungnya berbagai perubahan nilai dalarn masyarakat, karena keluarga sebagai pusat penerus nilai akan dituntut untuk selain meneruskan nilai-nilai lama yang perlu dilestarikan, juga aktif memperkenalkan nilai-nilai baru yang dianggap baik.
Sumber     : Sadli, Saparinah. 1998. Peranan Keluarga dalam Proses Modernisasi dan Pelestarian Nilai-nilai Budaya. Bogor : IPB Darmaga

5.        Arti pendidikan komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
Menurut Smith (1966), komunikasi manusia adalah satu rangkaian proses yg halus yg digunakan manusia untuk berinteraksi, mengawal antara satu sama lain dan memperolehi kefahaman.
Manusia juga berkomunikasi kerana hendak memahami segala kejadian dan peristiwa yang berlaku di sekelilingnya. Sebahagian daripada peristiwa itu berlaku ke atas diri mereka sendiri, manakala sebahagian lagi berlaku ke atas orang lain. Dengan berkomunikasi, diharapkan mereka akan lebih memahami alam sekeliling dan kehidupan ini (Abdullah Hassan, 2004).

6.        Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
Penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sasaran penyuluhan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sikap petugas gizi dan kader tentang pemberian dan manfaat tablet zat besi. Kegiatan ini mengacu kepada perencanaan yang telah ditentukan (Sayoga, 2003).

KOMUNIKASI KEPADA MASYARAKAT

LBM 2 :
STEP 1
• Penyuluhan :
Cara menerangkan dan menjelaskan ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada suatu kelompok hingga memperoleh info dengan menggunakan alat peraga sebagai media penyampaian, dengan tujuan mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang berakibat pada kualitas seseorang menjadi lebih baik.

• Presentasi:
Cara untuk menerangkan suatu topik dengan menggunakan media dengan waktu yang singkat.

• Briefing:
pengarahan yang dilakukan sebelum melakukan kegiatan agar semua yang terlibat mempunyai konsep yang sama.

• Audience
Peserta atau seseorang (pendengar:audio) yang mengikuti suatu kegiatan.
Individu atau masyarakat yang mendengrkan, melihat, memahami materi-materi yang disampaikan dalam penyuluhan.

• Survey
Kegiatan meninjau, mengecek suatu kegiatan yang akan dilakukan.
STEP 2
1. Apa saja langkah-langkah penyuluhan yang perlu diperhatikan?
2. Kriteria penyuluhan yang baik dan efektif?
3. Persiapan apa saja untuk penyuluhan?
4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyuluhan?
5. Manfaat yang didapat dari penyuluhan?
6. Kendala dan solusi dalam penyuluhan?
7. Point-point yang harus dilakukan agar presentasi menarik?
8. Metode penyuluhan?
9. Faktor-faktor yang berperan keberhasilan penyuluhan?
10. Apa saja media penyuluhan?
11. Bagaimana komunikasi yang baik dalam penyuluhan?
12. Bagaimana cara mengendalikan audience agar mau memperhatikan penyuluhan yang diberikan?
13. Apa tujuan penyuluhan?
14. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
15. Bagaimana presentasi yang baik untuk penyuluhan?
16. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
17. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
18. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
19. Syarat menjadi penyuluh yang baik?
20. Kendala dalam presentasi?
21. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
STEP 3
1. Apa saja langkah-langkah penyuluhan yang perlu diperhatikan?
• Praacara: penentuan tema penyuluhan, penentuan tujuan, penentuan sasaran, penyiapan bahan (naskah penyuluhan), membuat susunan acara.
• Penyuluhan: bahasa yang mudah dipahami, rileks, ramah, pakaian rapi dan sopan, menmbuhkan suasana yang komunikatif.
• Isi: cara penyampaiannya tidak berbelit-belit, jelas, menarik, dan sesuai tujuan
• Pasca penyuluhan: evaluasi, sesi tanya jawab, pengenalan keadaan.

o Mengenal masalah, masyarakat dan wilayahnya,
o Menentukan prioritas
o Menentukan tujuan penyuluhan
o Menentukan sasaran penyuluhan
o Menentukan isi penyuluhan,
o Menentukan Metode penyuluhan
o Memilih alat peraga yang akan digunakan
o Evaluasi penyuluhan.

2. Naskah Penyuluhan yang baik?
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan sasaran
Isinya tidak menyimpang dari tujuan (tepat sasaran)
Menggunakan sarana dan prasarana
Menarik untuk audience

3. Kriteria penyuluhan yang baik dan efektif?
Komunikatif, audience memperhatikan, penyuluhnya profesional, penyuluh mampu mengubah perilaku audience menjadi lebih baik, audiencenya aktif, menggunakan metode yang tepat.

4. Persiapan apa saja untuk penyuluhan?
• penentuan tema penyuluhan
• penentuan tujuan
• penentuan sasaran
• penyiapan bahan (naskah penyuluhan)
• membuat susunan acara

5. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyuluhan?
• Tingkat pendidikan audience
• Sosial ekonomi
• Adat istiadat/budaya
• Ketersediaan waktu
• Kepercayaan masyarakat kepada penyuluhnya
• Adanya keterkaitan antara materi dengan penyuluhnya

6. Manfaat yang didapat dari penyuluhan?
Perilaku masyarakat berubah ke arah yang lebih baik
Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat itu sendiri
Meningkatkan peran serta keaktifan masyarakat

7. Kendala dan solusi dalam penyuluhan?
Kendala:
• Pemikiran masyarakat yang primitif: kurang kesadaran masyarakat
• Keterbatasan media
• Lokasi dan fasilitas yang kurang memadai
• Masyarakat yang acuh tak acuh
• Bahasa yang kurang dipahami oleh audience
• Kurang profesionalnya penyuluh dalam menguasai audience
• Cara penyampaian kurang luwes

Solusi:
• Pemateri harus menggunakan bahasa yang dimengerti
• Pemateri menguasai materi
• Harus menyiapkan media yang sesuai
• Penyuluh lebih berinteraksi dengan masyarakat
• Diselingi canda agar tidak bosan
• Tidak monoton

8. Metode penyuluhan?
• Metode diktatik: metode yang dilakukan cuma satu arah.
Ex: ceramah, leaflet.
• Metode sokratik: Penyuluhan dengan interaksi 2 arah.
Ex: demonstrasi, curah pendapat, diskusi, seminar.

9. Apa saja media penyuluhan?
Media cetak: visual. Ex: buku, buklet, leflet,
Media elektronik. Ex: film, TV, video, radio, telepon.

10. Bagaimana komunikasi yang baik dalam penyuluhan?
• Komunikasi yang mampu mengajak auidience ikut berperan dalam penyuluhan: audience memahami, bertanya, berperan aktif.
• Bahasa yang mudah dipahami
• Menyampaikan pesan yang mudah dimengerti.
• Menggunakan bahasa dan cara penyampaian yang sopan.
• Memperhatikan faktor sosial dan budaya.

11. Bagaimana presentasi yang baik untuk penyuluhan?
• Jangan membiasakan tergantung pada teks
• Pelajari dulu siapa audience anda
• Latar belakang pendidikan, jabatan mereka
• Biasakan interaksi
• Jangan biarkan audience jenuh
12. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
13. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
14. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
15. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
16. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
17. Arti penyuluhan kesehatan?
18. Arti pend komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
19. Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
20. Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
STEP 4
Mapping
















1. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
Disaat sasaran penyuluhan memiliki ketersediaan waktu yang memungkinkan untuk mengikuti penyuluhan. Penyuluhan perlu dilaukan dalam kondisi dimana penyuluhan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sumber : Turner, 2008, Pengantar Teori Komunikasi, Jakarta : Salemba Humanika

a. Waktu penyuluhan sesuai dengan waktu yang diinginkan sasaran
b. Suasana tempat penyuluhan yang tenangm, nyaman, jauh dengan keramaian
c. Jumlah sasaran yang tidak terlalu banyak
Sumber: Kulpak Siti Thomas Z, SKM.MKes

2. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
• Tidak terlalu memilih siapa yang berbicara, tetapi apa yang dibicarakan.
• Tidak berbicara semasa orang lain sedang berbicara dengannya, atau kepadanya.
• Tidak menyampuk atau memotong bicara orang lain.
• Senantiasa memberi tumpuan kepada apa yang diperkatakan
• Senantiasa cuba memahami apa yang, didengari sama ada yang tersurat atau
tersirat.
• Menghormati orang yang berbicara, walaupun lebih muda usia dari padanya.
• Bersikap terbuka dan tidak membuat kesimpulan terlalu awal.


3. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?

Pendidikan dan penyuluhan diberikan ketika ada suatu pemberitahuan sec umum mengenai hal yg baru dan belum diketahui sec umum oleh khalayak umum, contoh penemuan penyakit berbahaya, penemuan vaksinasi, imunisasi,dll.
tempatnya disesuaikan dg tujuan sasaran, contohnya: misal tujuan sasarannya adl masyarakat pedesaan maka penyuluhan atau pendidikan tsb dpt dilakukan dibalai desa setempat atau tempat sekitar desa tsb.
Sumber: www.publikasi.or.id
21.
Sasaran penyuluhan kesehatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Penyuluhan kesehatan pada individu dapat dilakukan di rumah sakit,
klinik, puskesmas, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan. Penyuluhan
kesehatan pada keluarga diutamakan pada keluarga resiko tinggi, seperti keluarga
yang menderita penyakit menular, keluarga dengan sosial ekonomi rendah, keluarga
dengan keadaan gizi yang buruk, keluarga dengan sanitasi lingkungan yang buruk
dan sebagainya.
Penyuluhan kesehatan pada sasaran kelompok dapat dilakukan pada kelompok ibu hamil, kelompok ibu yang mempunyai anak balita, kelompok masyarakat yang
rawan terhadap masalah kesehatan seperti kelompok lansia, kelompok yang ada di
berbagai institusi pelayanan kesehatan seperti anak sekolah, pekerja dalam
perusahaan dan lain-lain. Penyuluhan kesehatan pada sasaran masyarakat dapat
dilakukan pada masyarakat binaan puskesmas, masyarakat nelayan, masyarakat
pedesaan, masyarakat yang terkena wabah dan lain-lain (Effendy, 2003).
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21935/4/Chapter%20II.pdf

4. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?

Tingkat keberhasilan penyampaian makna dari suatu pesan sangat dipengaruhi oleh metode yang tepat dan kemasan yang menarik dalam penyampaian pesan tersebut (Mulyana,2005)

Dengan diberikannya penyuluhan maka responden mendapat pembelajaran yang menghasilkan suatu perubahan dari yang semula belum diketahui menjadi diketahui, yang dulu belum dimengerti sekarang dimengerti. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir dari penyuluhan agar masyarakat dapat mengetahui, menyikapi dan melaksanakan perilaku hidup sehat. Perubahan perilaku tersebut dapat berupa pengetahuan, sikap maupun tindakan atau kombinasi dari ketiga komponen tersebut (Depkes RI,2002)
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6813/1/09E01341.pdf

1. Metode berdasarkan pendekatan perorangan
Pada metode ini, penyuluh berhubungan langsung maupun tidak langsung
dengan sasaran secara perorangan. Metode ini sangat efektif karena sasaran
dapat langsung memecahkan masalahnya dengan bimbingan khusus dari
penyuluh.
Kelemahan metode ini adalah dari segi sasaran yang ingin dicapai kurang
efektif, karena terbatasnya jangkauan penyuluh untuk mengunjungi dan
membimbing sasaran secara individu, selain itu juga membutuhkan banyak
tenaga penyuluh dan membutuhkan waktu yang lama.
2. Metode berdasarkan pendekatan kelompok
Penyuluh berhubungan dengan sasaran secara kelompok. Metode ini
cukup efektif karena sasaran dibimbing dan diarahkan untuk melakukan
kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Salah satu cara efektif
dalam metode pendekatan kelompok adalah dengan metode ceramah. Dalam
pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat diambil seperti transfer
informasi, tukar pendapat, umpan balik, dan interaksi kelompok yang
memberi kesempatan bertukar pengalaman. Namun pada metode ini terdapat
kesulitan dalam mengkoordinir sasaran karena faktor geografis dan aktifitifan
3. Metode berdasarkan pendekatan massa
Metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah yang banyak.
Ditinjau dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, tapi terbatas
hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan saja. Metode
pendekatan massa dapat mempercepat proses perubahan tapi, jarang bisa
mewujudkan perubahan perilaku.
Koermen, Imam, dkk. (1997). Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Depdikbud. Jakarta UT.


5. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
1. Semua komponen dalam komunikasi pembelajaran diusahakan dalam kondisi ideal/baik:
a. pesan (message) harus jelas, sesuai dengan kurikulum, terstruktur secara jelas, menarik dan sesuai dengan tingkat intelejensi siswa.
b. Sumber/guru harus berkompetensi terhadap materi ajar, media yang digunakan, mampu menyandikan dengan jelas, mampu menyampaikan tanpa pembiasan dan menarik perhatian serta mampu membangkitkan motivasi diri dan siswa dalam proses interaksi dan transaksi komunikasi.
c. penerima/siswa harus dalam kondisi yang baik/sehat untuk tercapainya prasyarat pembelajaran yang baik.
d. lingkungan (setting) mampu mendukung penuh proses komunikasi misalnya pencahayaan, kenyamanan ruang dan sebagainya.
e. materi/media software dalam kondisi baik/tidak rusak (sesuai dengan isi/pesan).
f. alat (device) tidak rusak sehingga tidak membiaskan arti (audiovisual). Media yang menarik (dapat dilihat dan didengar) akan memudahkan siswa dalam retensi dan pengingatan kembali pesan yang pernah didapat.
g. teknik/prosedur penggunaan semua komponen pembelajaran harus memiliki instruksi jelas dan terprogram dalam pengelolaan.

2. Proses encoding dan decoding tidak mengalami pembiasan arti/makna.
3. Penganalogian harus dilakukan untuk membantu membangkitkan pengertian baru dengan pengertian lama yang pernah mereka dapat.
4. Meminimalisasi tingkat gangguan (barrier/noise) dalam proses komunikasi mulai dari proses penyandian sumber (semantical), proses penyimbolan dalam software dan hardware (mechanical) dan proses penafsiran penerima (psychological).
5. Feedback dan respons harus ditingkatkan intensitasnya untuk mengukur efektifitas dan efisiensi ketercapaian.
6. Pengulangan (repetition) harus dilakukan secara kontinyu maupun progresif.
7. Evaluasi proses dan hasil harus dilakukan untuk melihat kekurangan dan perbaikan.
8. aspek pendukung dalam komunikasi; fisik, psikologi, sosial dan waktu harus dibentuk dan diselaraskan dengan kondisi komunikasi yang sedang berlangsung agar tidak menghambat proses komunikasi pembelajaran.

Sumber :McLuhan, Marshall. (1968). The new education dalam J.A. Battle & Robert Shannon, The new idea in education. New York – London: harper & Row Publishers

Materi utama yang disampaikan, harus singkat padat dan jelas
Teknik penyampain materi
Ada sesi tanya jawab dalam waktu yang singkat
Adanya feedback dari orang-orang yang diberi pengarahan

Sumber : http://www.scribd.com/doc/47441145/Buku-Panduan-Team-Briefing-Indosdm


6. Arti penyuluhan kesehatan?
• Penyuluhan kesehatan (azrul azwar) yaitu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan/menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti ,tetapi juga mau dan bisa melakukan sesuatu anjuran yang ada hubungannya dengan masyarakat.
• Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan
seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau
mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat
untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat (Depkes, 2002).
• Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang
berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan
ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa
dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dengan
meminta pertolongan (Effendy, 2003).

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21935/.../Chapter%20II.pdf


7. Arti pend komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
Pengubahan perilaku kesehatan sedikit banyak tergantung pada cara penyampaian atau cara mengkomunikasikannya dengan tepat. Dibentuk dulu strategi-strategi yang akan digunakan kemudian disempurnakan dengan media dan pengkomunikasian yang baik. Strategi tadi harus dilaksanakan secara lengkap dan berkesinambungan dalam mengubah perilaku baru masayarakat menjadi lebih baik.

Sumber : Effendy, Fery dan Makhfudli, 2009, Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktek dalam Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika

8. Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
Menurut Walgito (2004:205) di samping keterbukaan dalam komunikasi, komunikasi di dalam keluarga sebaiknya merupakan komunikasi dua arah, yaitu saling memberi dan saling menerima di antara anggota keluarga. Dengan komunikasi dua arah akan terdapat umpan balik, sehingga dengan demikian akan tercipta komunikasi hidup, komunikasi yang dinamis,. Dengan komunikasi duah arah, masing-masinng pihak akan aktif, dan masing-masing pihak akan dapat memberikan pendapatnya mengenai masalah yang dikomunikasikan. Dalam komunikasi akan lebih efektif apabila tercapai saling pemahaman, yaitu pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh penerima.sehingga dalam komunikasi masyarakat lebih baikk karena adanya kontrol yang dilakukan sesama anggota keluarga untuk saling memberi pengawasan atas tindakan sesama anggota keluarga.



9. Suhendi, H. Hendi dan Ramdani Wahyu. 2001. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Bandung: Pustaka Setia.

10. Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
• Lakukan tindak lanjut akan tujuan yang di capai.
• Berikan contoh nyata kepada sasaran.
• Lakukan penyuluhan-penyuluhan selanjutnya.
• Dalam melakukan metode penyuluhan berikan metode yang mudah di terima sasaran.
• Berkaitan dengan alat peraga: gunakan alat peraga yang baik agar penyuluhan anda jelas.
• Lakukan control sosial

(Antonoff, Michael, "Presentations that Persuade", Personal Computing, 27 July 1990, 60-68.)

RCT

STEP 1
EBM : suatu sistem atau cara untuk menyaring semua data dan informasi dalam bidang kesehatan untuk mendapatkan suatu kebenaran (hani)
Suatu proses pemanfaatan bukti mutahir yang sahih dalam tata laksana pengobatan pasien (friska)
Proses yang digunakan secara sistematik untuk menemukan, menelaah dan memanfaatan hasil studi sebagai dasar pengambilan keputusan klinik yang merupakn perpaduan antara bukti2 ilmiah yang terpercaya keahlian klinis dan nilai2 yang ada di masyarakat. (Dewi)
PICO
Problem/patient, intervention, comparision,outcome (joko)
Campur tangan yang berlebihan dari pasien terhadap perbandingan hasil medis (tatag)
Suatu langkah untuk meyusun pertanyaan klinis yang bertujuan untuk melakukan kajian EBM (nisa)

Critical appraisal
Alat bantu yang digunakan untuk menganalisa dan menyeleksi suatu penelitian untuk menghasilkan penemuan yang berkualitas (mia)
Proses sistematis menilai dan menafsirkan studi penelitian (marina)
Proses yang sistematis untuk menilai bentuk penelitian tentang validitasnya, hasilnya dan hubungan dengan yang lainnya sebelum digunakan untuk membentuk sebuah pernyataan (joni)
RCT
Suatu metodologi untuk mengevaluasi kebenaran riset dalam ilmu pengobatan klinik dan menerapkan hasilnya kepada pasien (ami)
Pemanfaatan bukti ilmiah yang benar dalam proses penyembuhan penyakit (dana)
Sebuah studi dimana orang dialokasikan secara acak untuk menerima salah satu dari beberapa intervensi klinis (standar perbandingan/kontrol) (hani)

Prognosis
Istilah medis untuk menggambarkan kemungkinan akibat dari suatu penyakit yang didasarkan pada pengalaman empiris dan perkiraan terbaik dokter yang dipandu oleh pengalamanya dalam menangani suatu penyakit (dewi)
Suatu proses preediksi adanya kemungkinan akibat dari penyakit pada pasien (friska)
Dugaan2 perjalanan penyakit pada pasien apakah akan membaik atau memburuk (Nisa)
Rujukan
Suatu sumber belajar yang dapat dipercaya dan dijadikan referensi (MIA)
Sesuatu yang digunakan untuk memberi informasi untuk menyokong atau memperkuat suatu pernyataan dengan tegas (Amel)
Valid
Dapat dipercaya sebagai sumber belajar (dewi)
Tepat dan akurat (joni)
Dapat dipertanggung jawabkan (hani)
Blind
Suatu desain penelitian untuk menghindari subjektivitas yang dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu : single blind(subjek tidak mengetahui jenis perlakuan sedangkan peneliti mengetahui) dan doble blind(subjek dan peneliti tidak mengetahui perlakuan). (dewi)
STEP 2
EBM
1. Apa tujuan EBM ? (ami)
2. Apa kelebihan dan kelemahan EBM ?(dana)
3. Sebutkan langkah2 melakukan EBM ? (amel)
4. Bagaimana penerapan EBM ? (Joni)
5. Manfaat EBM ? (tatag)
6. Apa pengaruh EBM terhadap masyarakat ? (nisa)
7. Apa definisi EBM ? (hani)
8. Apa kendala meakukan EBM ? (mia)
9. Apa tujuan dari CA ? (friska)
10. Bagaimana langkah mengkaji sumber informasi dengan CA ? (dewi)
11. Apa kelebihan dan kelemahan CA ? (ami)
12. Apa manfaat dari CA ? (hani)
13. Apakah keuntungan dan kerugian dari desain penelitian RCT ? (joko)
14. Apakah pengaruh CA dalam dunia kedokteran ? (dana)
15. Apakah hubungan IT , critical thinking, CA dan EBM ? (amel)
16. Ciri2 orang yang melakukan CA ? (tatag)
17. Apa saja kendala melakukan CA? (dewi)
18. Mengapa CA perlu diterpkan oleh mahasiswa FK ? (JONI)
19. Bagaimana cara mengembangkan CA ? (mia)
20. Pertanyaan apa saja yang dilakukan dalam CA ?
21. Jelaskan tentang PICO ? (nisa)
22. Apa manfaat PICO ? (friska)
23. Tujuan PICO ? (hani)
24. Bagaimana langkah2 melakukan PICO ? (mia)
25. Metode apalagi yang bisa diterapkan selain RCT ? (nisa)
26. Apa tujuan RCT ? (joni)
27. Apa definisi dari RCT ? (dana)
28. Apa manfaat RCT ? (friska)


Step 3
29. Apa tujuan EBM ? (ami)
1. Menemukan bukti yang terbaik
2. Memperoleh penilaian yang kritis
3. Menemukan dan menilai bukti tersebut
4. Membantu proses pengambilan keputusan klinik, baik untuk kepentingan pencegahan, diagnosis, terapetik,maupun rehabilitatif yang didasarkan pada bukti2 ilmiah terkini yang terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan (joni)
5. Menjadikan dokter memiliki informasi yang mutakirdan valid dalam penatalaksanaan pasien (hani)
6. Untuk menentukan pengobatan yang efektif pada pasien
7. Meningkatkan keahlian dokter dalam uji klinik pasien (amel)
30. Apa kelebihan dan kelemahan EBM ?(dana)
Kelebihan
Diperoleh diagnosis, terapi, prognosis yang tepat berdasarkan bukti yang valid.(ami)
EBM merupakan sirkulus yang diawali dari masalah pasien dan berakhir pada keuntungan pasien, integrasi kompetensi profesional seorang dokter dengan bukti dari penelitian yang sahih dan preferensi/nilai-nilai yang dapat dinilai pasien (marina)

Kelemahan
Membutuhkan proses dan wktu yang lama (ami)
31. Sebutkan langkah2 melakukan EBM ? (amel)
1. Mengidentifikasi dan memformulasikan masalah dalam pertanyaan ilmiah
2. Penelusuran informasi ilmiah untuk mencari bukti
3. Penelaahan terhadap bukti ilmiah yang ada
4. Penerapan hasil penelaahan kedalam praktik
5. Evaluasi (hanI)
6. Menentukan pertanyaan klinis
7. Menyesuaikan bukti dengan CA
8. Penyampaikan bukti kepada pasien (friska)
32. Bagaimana penerapan EBM ? (Joni)
Mengintegrasikan pengalaman klinis yang sudah dimiliki dengan bukti2 ilmiah yang berasal dari studi terpercaya dalam pembuatan keputusan terkait dengan masalah pasien (dewi)
33. Manfaat EBM ? (tatag)
Dapat melakukan diagnosis dan terapi yang tepat untuk pasien nya
Dapat melakukan kajian kritis terhadap bukti2 yang didapat
Dapat meng up-date ilmu2 yang dimiliki (nisa)

Menambah kemampuan kita dalam menganalisis suatu informasi
Menawarkan kepastian dan objektivisme untuk menentukan dan mempertahankan kualiatas yang tinggi secara konsisten dan standart keselamatan dalam praktik medik (amel)
34. Apa pengaruh EBM terhadap masyarakat ? (nisa)
Dengan penerapan EBM masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas karena seorang dokter yang menerapkan EBM diharapkan dapat menentukan keputusan klinis dan terapi yang akurat dengan mengintegrasikan pengalaman klinisnya dengan bukti2 ilmiah yang terpercaya (dewi)

Dengan begitu masyarakat akan percaya terhadap keakuratan medis (mia)
35. Apa definisi EBM ? (hani)
Cara/suatu teknik untuk membantu dokter dalam membuat keputusan saat merawat pasien dengan kebutuhan pasien dan keahlian klinis dokter berdasarkan bukti2 ilmiah (joni)
36. Apa kendala meakukan EBM ? (mia)
1. Kurangnya akses terhadap bukti ilmiah
2. Kurangnya pengetahuan untuk menelaah kritis dan metodologi penelitian
3. Tidak adanya dukungan organisasi
4. Tidak adanya dukungan dari kolega (marina)
37. Apa tujuan dari CA ? (friska)
Mengetahui kevalidan suatu informasi
Untuk mengembangkan pola berpikir kritis
Untuk mengetahui proses penanganan terhadap pasien secara tepat dan baik (dana)
38. Bagaimana langkah mengkaji sumber informasi dengan CA ? (dewi)

39. Apa kelebihan dan kelemahan CA ? (ami)

Kelebihan
Dapat memacu kita untuk selalu berpikir kritis
Menimbulkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk memecahkan suatu masalah
Memacu untuk selalu meng up-date pengetahuan
Membuat kita teliti dalam mengambil suatu sumber sehingga dapat membuat keputusan yang akurat

Kekurangan
Memrlukan waktu yang lebih lama untuk mengambil suatu keputusan (dewi)
40. Apa manfaat dari CA ? (hani)
41. Apakah keuntungan dan kerugian dari desain penelitian RCT ? (joko)
42. Apakah pengaruh CA dalam dunia kedokteran ? (dana)
43. Apakah hubungan CA dengan EBM ? (amel)
44. Ciri2 orang yang melakukan CA ? (tatag)
45. Apa saja kendala melakukan CA? (dewi)
46. Mengapa CA perlu diterpkan oleh mahasiswa FK ? (JONI)
47. Bagaimana cara mengembangkan CA ? (mia)
48. Pertanyaan apa saja yang dilakukan dalam CA ?
49. Jelaskan tentang PICO ? (nisa)
50. Apa manfaat PICO ? (friska)
51. Tujuan PICO ? (hani)
52. Bagaimana langkah2 melakukan PICO ? (mia)
53. Metode apalagi yang bisa diterapkan selain RCT ? (nisa)
54. Apa tujuan RCT ? (joni)
55. Apa definisi dari RCT ? (dana)
56. Apa manfaat RCT ? (friska)

STEP 6

EBM
1. Apa tujuan EBM ? (ami)
Membantu proses pengambilan keputusan klinik, baik untuk kepentingan pencegahan, diagnosis, terapetik, maupun rehabilitasi yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: http://cut-maulida.blogspot.com/2009/04/evidance-based-medicine-ebm-latar.html
2. Apa kelebihan dan kelemahan EBM ?(dana)

3. Sebutkan langkah2 melakukan EBM ? (amel)
I. Memformulasikan pertanyaan ilmiah yang berkaitan dengan masalah penyakit yang diderita oleh pasien
II. Penelusuran informasi ilmiah (evidence)yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi
III. Penelaahan terhadap bukti-bukti ilmiah kedalam praktek pengambilan keputusan
Sumber: http://cut-maulida.blogspot.com/2009/04/evidance-based-medicine-ebm-latar.html

Langkah langkah EBM :
1. Identifikasi dan Memformulasikan masalah dalam pertanyaan ilmiah
2. Penulusuran informasi ilmiah untuk mencari evidence atau bukti
3. Penelaahan terhadap bukti ilmiah yang ada
4. Penerapan hasil penelaahan kedalam praktik
5. Evaluasi
Sumber: http://drganjoz.blogspot.com/2010/10/lbm-4-blok-1-critical-appraisal.html

4. Pengaruh EBM terhadap pasien?

5. Manfaat EBM ?
Manfaat :
• menambah kemampuan kita dalam menganalisis suatu informasi
• Menawarkan paling pasti dan paling objektif untuk menentukan dan mempertahankan kualitas tinggi scr konsisten dan standar keselamatan dalam praktik medik
Sumber: http://drganjoz.blogspot.com/2010/10/lbm-4-blok-1-critical-appraisal.html
(


6. Apa pengaruh EBM terhadap masyarakat ?


7. Apa definisi EBM ?
EBM merupakan suatu pendekatan ilmiah yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan klinik.
EBM = suatu pendekatan medik yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini utk kepentingan pelayanan kesehatan penderita (Seckett et al, 1996)

EBM merupakan pemanfaatan bukti mutakhir yang sahih dalam tata laksana pasien. Dari definisi tersebut tergambar bahwa dalam tata laksana pasien (termasuk di dalamnya tercakup aspek pengalaman, profisiensi, intuisi dan judgement) diperlukan pemanfaatan “bukti” yang dihasilkan oleh banyak penelitian yang sistematis dan sahih. “Selain itu praktek EBM tidak lepas dari preferensi pasien dan aplikabilitasnya,” tutur Sudigdo.
Narasumber: Prof DR Dr Sudigdo Sastroasmoro SpA(K), dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI Jakarta,

8. Apa kendala meakukan EBM ?
 kendala :
• kurangnya pengetahuan
• kurangnya fasilitas
• kurangnya rasa ingin tahu
• kurangnya kemampuan untuk melakukan kajian secara kritis thd suatu masalah
(sumber : Iwan Darmansjah Pusat Uji KLinik Obat, FKUI )



CA
9. Apa tujuan dari Critical Appraisal ?
Tujuan :
• untuk mengevaluasi dan menganalisis suatu penelitian agar mendapatkan bukti yang valid
• Untuk membantu orang mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memahami bukti ilmiah
Sumber: http://drganjoz.blogspot.com/2010/10/lbm-4-blok-1-critical-appraisal.html

Berhubungan dengan tujuan kegiatan yang di periksa serta tempatnya tahapanya dan sebagainya ada berapa pertanyaan yang harus dipikirkan dan dijawab.
Sumber: KULPAK

10. Bagaimana langkah mengkaji sumber informasi dengan CA ?
langkah langkah CA :
• Membaca/ mencari informasi
• mengidentifikasi bacaan [ Hasil penelitian dalam jurnal ]
• mengevaluasi mutu bacaan
• menyusun critical review dan melakukan RCT

Langkah Melakukan CA:
• Menyiapkan sesi analisis kritis
• Mengidentifikasi proses yang perlu diperbaiki
Sumber : KULPAK

11. Apa kelebihan dan kelemahan CA ?
Kelebihan
• Merupakan metode yang sistematis untuk menilai hasil, validitas dan kegunaan dari publikasi artikel ilmiah.
• Jalan untuk mengurangi jurang antara riset dengan praktis.
• Mendorong penilaian objektif tentang kegunaan sebuah informasi ilmiah.
• Critikal Appraisal merupakan keterampilan yang tidak sulit dikuasai dan dikembangkan.
Kekurangan
• Membutuhkan banyak waktu terutama pada awal.
• Tidak selalu memberikan jawaban yang mudah
• Mengurangi semangat, terutama bila akses terhadap hasil penelitian yang baik pada bidang tertentu sangat terbatas.
Sumber: (Joko Mulyanto, Departement of Public Health & Community Medicine Jendral Soedirman University School)

Dampak positif CA
• Tidak mudah terpengaruh
• Tidak membedakan baik dengan yang salah
• Dapat mengambil keputusan yang akurat
Dampak Negatif CA
• Terlalu lama mengkaji dan memutuskan suatu informasi
Sumber: KULPAK

12. Apa manfaat dari CA ?
• Meningkatkan daya analisis kritis
• Menentukan alternatif yang lebih baik
• Memunculkan banyak pertanyaan yang baru
• Informasi yang diproleh lebih detail dan lebih paham
• Memperoleh kebenaran darisuatu informasi
Sumber: KULPAK Critical Appraisal

13. Apakah keuntungan dan kerugian dari desain penelitian RCT ?
Kelebihan
Dapat
Random RCT merupakan cara terbaik menunjukkan
Kekurangan
RCT tanpa sarana memadai tidak dapat maksimal.
RCT sering kompleks maka susah dalam pelaksanaannya.
(Hani)

14. Apakah pengaruh CA dalam dunia kedokteran ?
Dapat mengacu untuk selalu apdet informasi
Tahu ilmu apa saja yang perlu di updet
Dapat memilih dan menganalisis literatur kedokteran
Menimbulkan sikap percaya diri dalam bidang kedokteran
(Dewi)

15. Apakah hubungan IT , critical thinking, CA dan EBM ?
CA merupakan suatu bagian dari langkah2 EBM.

16. Ciri2 orang yang melakukan CA ?
 Ciri-ciri orang yang melakukan CA
• selektif dalam memilih informasi
• selalu menelaah dan merevisi hasil kerja orang lain agar menjadi lebih baik
• tidak tergesa-gesa dalam menilai suatu informasi
• tidak pernah puas untuk memperluas ilmu.
(sumber : http://xa.yimg.com/kq/groups/3372785/1100001676/name/Memilih_EBP.pdf)


17. Apa saja kendala melakukan CA?
a. memakan banyak waktu
b. CA tidak selalu memberikan jawaban yang mudah
c. Ca dapat membuat keputusasaan jika CA menonjolkan kekurangan dari bukti2 yang baik
d. Kurangnya program penelitian
e. Sering menimbulkan rasa bosan.
(Sumber : Alison Hill, Claire Spitlehouse, Institute Of Heal Sciences Oxford, FKUNAIR)

18. Mengapa CA perlu diterpkan oleh mahasiswa FK ?
Karena informasi dalam FK tidak selalu valid. Maka CA diterapkan untuk menguji informasi itu valid atau tidak.

19. Bagaimana cara mengembangkan CA ?
 Cara pengembangan
• dengan mengikuti perkembangan iptek
• memahami informasi sedalam-dalamnya
• selalu melakukan uji klinis
• sering membaca literatur
• mengikuti seminar-seminar
sumber :
http://drganjoz.blogspot.com/2010/10/lbm-4-blok-1-critical-appraisal.html

20. Pertanyaan apa saja yang dilakukan dalam CA ?


PICO
21. Jelaskan tentang PICO ?

22. Tujuan PICO ?
Diharapkan menentukan diagnosis dengan tepat.
Mengurangi bias atau kesalahan.
23. Bagaimana langkah2 melakukan PICO ?
-
24. Metode apalagi yang bisa diterapkan selain RCT ?

RCT
25. Apa tujuan RCT ?

26. Apa definisi dari RCT ?
Suatu proses untuk menentukan dan menliai efektifitas dari suatu obat yang dilakukan dengan cara acak dari percobaan tersebut
Sumber: KULPAK

27. Apa manfaat RCT ?
Bila dalam jumlah besar.
Bisa meminimalkan kesalahan.

Langkah-langkah RCT
– inform concent (persetujuan setelah mendapatkan penjelasan)
– etical clearens
– penelitian
• Tentukan luas populasi penelitian yang akan dilakukan
• Tentukan sifat atau kualitas populasi
• Tentukan sumber informasi tentang populasi
• Tentukan batasan sampel serta karakteristik yang ingin diteliti yang terdapat didalam sampel
• Tentukan besarnya sample dengan rumus-rumus yang sesuai
• Tentukan teknik sampling yang sesuai

RCT dibagi menjadi 3:
• Single blind yaitu yang di uji tidak tahu
• Double blind yaitu yang di uji dan pelaksana yang tidak tahu
• Triple blind yaitu yang di uji,pelaksana dan juga peneliti yang tidak tahu

sumber belajar

STEP 1
Ensiklopedia :
Suatu wadah yang didalamnya berisi ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat luas untuk mencari informasi mengenai ilmu pengetahuan (Joni)
Sejumlah tulisan yang berisi penjelasan mengenai suatu hal yang didalamnya terdapat informasi yang tersimpan secara komprehensif (dewi)
Suatu buku yang berisi uraian ringkas tentang berbagai hal dari ilmu pengetahuan yang di lengkapi gambar dan biasanya di susun berdasarkan abjad (Amel)
Learning resources :
Suatu reverensi untuk acuan dalam memecahkan suatu permasalahan dalam suatu pembelajaran (Tatag)
Suatu sarana belajar bisa berupa video, suara maupun tulisan yang bisa di gunakan sebagai referensi belajar (Mia)
Jurnal-jurnal :
Suatu terbitan berkala yang berbentuk buku yang berisi bahan yang sangat di minati orang (Joko)
Salah satu sumber belajar yang memuat suatu informasi pengetahuan yang biasanya berasal dari pakar/ahli sehingga bisa di percaya sebagai sumber belajar yang baik (Friska)
Jurnal dapat berbentuk :
1. Buku catatan harian
2. Buku yang di pakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu
3. Majalah yang khusus memuat artikel di suatu bidang ilmu tertentu (Ami)
Mengarsip sumber belajar :
Mengumpulkan sumber-sumber belajar (Hani)
Menyimpan catatan dan data hasil dari sumber belajar (Dewi)
Data-data yang dikumpulkan menjadi 1catatan yang disimpan sebagai sumber belajar (Marina)
Buku teks :
Suatu kumpulan informasi mengenai suatu hal dalam bentuk tulisan yang di bukukan (Dana)
Sumber pustaka yang di tulis seseorang ahli dalam bidangnya yang berupa buku (Nisa)

STEP 2
1. Bagaimana cara yang efektif dalam mencari sumber belajar ? (Joni)
2. Untuk menyikapi sumber informasi yang begitu banyak, bagaimana kita memilih sumber yang lebih dulu untuk di jadikan bahan learning issue? (Joko)
3. Apa keuntungan dan kelemahan merujuk sumber informasi dari internet? (Tatag)
4. Apa saja wujud dari self directed learning selain yang di sebutkan pada teks tersebut? (Friska)
5. Apa kekurangan dan kelebihan SGD? (Dana)
6. Apa saja hambatan dalam pencarian sumber belajar? (Amel)
7. Sebutkan macam-macam sumber belajar? (Hani)
8. Kenapa harus dilakukan pemilihan terhadap sumber belajar? (Nisa)
9. Apa manfaat jurnal bagi mahasiswa? (Ami)
10. Bagaimana cara mengolah sumber belajar yang beragam dengan cepat dan tepat? (Dewi)
11. Bagaimana karakteristik sumber belajar yang layak digunakan? (Marina)
12. Bolehkah kita bertanya kepada ahlinya tanpa harus belajar dari jurnal ataunsumber belajar yang lain? (Mia)
13. Bagaimana cara memilih buku di perpustakaan?
14. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di internet?
15. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di teks book?
16. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di jurnal?
17. Bagaimana cara mengarsip?


STEP 3


1. Bagaimana cara yang efektif dalam mencari sumber belajar? (Joni)
A. Menentukan tujuan yang akan di pelajari
B. Memilih sumber belajar berupa teksbook, video maupun jurnal
C. Membandingkan terlebih dahulu (Mia)
Menyesuaikan materi yang ingin kita cari dengan sumber belajar, bila sumber dari buku mengetahui buku tersebut memiliki relefansi dengan materi yang ingin kita cari dengan melihat judul, daftar isi dan pendahuluan. Jika jurnal kita dapat membaca abstraknya terlebih dahulu (Dewi)
2. Untuk menyikapi sumber informasi yang begitu banyak, bagaimana kita memilih sumber yang lebih dulu untuk di jadikan bahan learning issue? (Joko)
Dengan cara mengetahui dahulu learning issue yang sedang di hadapi kemudian mencari informasi dimana kita dapat mencari sumber itu. Jika informasi tentang learning issue sudah di peroleh kemudian kita seharusnya mencari sumber informasi dalam sumber yang telah di sebutkan. Dan kalau bisa dalam pencarian sumber dan informasi yang kita peroleh semestinya kita membuat daftar sumber tentang learning issue tersebut. (Joni)
3. Apa keuntungan dan kelemahan merujuk sumber informasi dari internet? (Tatag)
Kelebihan:
1. Mendapatkan sumber belajar yang banyak
2. Mendapatkan informasi yang tepat sasaran
3. Akses cepat dan mudah
Kekurangan :
1. Adanya data yang kurang falid atau kurang terpercaya
2. Adanya kontaminasi virus (Amel)
4. Apa saja wujud dari self directed learning selain yang di sebutkan pada teks tersebut? (Friska)
1. Memiliki motivasi dari dalam diri untuk melaksanakan pembelajaran atau pemecahan masalah.
2. Dapat memberikan penilaian terhadap diri sendiri mengenai proses dan hasil belajar (Dewi)
5. Apa kekurangan dan kelebihan SGD? (Dana)
Kelebihan : Siswa lebih aktif, kreatif dan kritis
Kekurangan : membutuhkan waktu yang lebih untuk melaksanakan diskusi, membutuhkan fasilitas yang lebih, mahasiswa yang pasif sulit mengikuti, Membutuhkan banyak tutor
(Hani)
6. Apa saja hambatan dalam pencarian sumber belajar? (Amel)
1. Kurangnya dana dan prasarana
2. Kurangnya efisiensi waktu
3. Jumlah buku pembelajaran yang terbatas
4. Sifat malas (Dana)
7. Sebutkan macam-macam sumber belajar? (Hani)
Media elektronik, media cetak, buku pelajaran, jurnal-jurnal, artikel, ensiklopedia, pakar atau ahlinya (Friska)
8. Kenapa harus dilakukan pemilihan terhadap sumber belajar? (Nisa)
Kita harus mencari informasi yang benar-benar penting dan di butuhkan untuk mendkung proses pembelajaran (Ami)
1. Tidak semua sumber belajar bisa di percaya atau falid
2. Dengan pemilihan sumber belajar dapat mengefisiensikan tenaga dan waktu
3. Agar dapat menghasilkan jawaban atau penyelesaian yang tepat dan sesuai dengan masalah yang akan di pecahkan (Dewi)
9. Apa manfaat jurnal bagi mahasiswa? (Ami)
Untuk merujuk proses pembelajaran, sebagai sumber belajar dan menambah pengetahuan (Marina)
Mendapatkan data informasi yang terbaru
10. Bagaimana cara mengolah sumber belajar yang beragam dengan cepat dan tepat? (Dewi)
11. Bagaimana karakteristik sumber belajar yang layak digunakan? (Marina)
Harus memperhatikan nama penulis, edisi terbit, tahun terbit dan sesuai dengan masalah (Nisa)
Sesuai dengan tujuan yang ingin di capai (Marina)
12. Bolehkah kita bertanya kepada ahlinya tanpa harus belajar dari jurnal ataunsumber belajar yang lain? (Mia)
13. Bagaimana cara memilih buku di perpustakaan?
14. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di internet?
15. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di teks book?
16. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di jurnal?
17. Bagaimana cara mengarsip?
Sistem penyimpanan arsip:
1. Berdasarkan nomor
2. berdasarkan abjad
3. berdasarkan pokok masalah
4. berdasarkan lokasi atau wilayah
5. berdasarkan tanggal baik terima maupun tanggal di buatnya arsip (Nisa)
ditulis lengkap nama pengarang, tahun terbit, dan edisi judul. Juga menyingkat tulisan 15% dari aslinya (Hani)
STEP 4











STEP 5
10. Bagaimana cara mengolah sumber belajar yang beragam dengan cepat dan tepat? (Dewi)
12. Bolehkah kita bertanya kepada ahlinya tanpa harus belajar dari jurnal ataunsumber belajar yang lain? (Mia)
13. Bagaimana cara memilih buku di perpustakaan?
14. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di internet?
15. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di teks book?
16. Apa yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di jurnal?
STEP 6
10. Cara mengolah sumber belajar yang beragam dengan cepat dan tepat
Media cetak:
- explorasi penjelajahan, yaitu berusaha mencari informasi apa yang sedang kita cari, mendalami
- identifikasi
- elaborasi: pengambilan sumber yang tepat
- konfirmasi dari materi: diskusi atau sharing dengan teman
-
12. Bolehkah kita bertanya kepada ahlinya tanpa harus belajar dari jurnal atau sumber belajar yang lain: -

13. Cara memilih buku di perpustakaan:

Melalui yang biasa disebut 3 Kartu katalog (pokok) yaitu
i. Kartu pengarang: 612 HOO, v.2,e.13 (Hooke Richard Buku pelajaran soal-soal ilmu Faal / Richard Hooke, penterjemah Slamet Hamidun; editor bah.)
ii. Kartu judul: 612 Buku pelajaran soal-soal ilmu Faal (HOO, v.2,e.13 Hooke Richard)
iii. Kartu Subyek: 612.076  FISIOLOGI MANUSIA--SOAL-SOAL (HOO, v.2,e.13 Hooke Richard)
Kartu-kartu katalog ini membantu anda dalam mencari
apa yang anda butuhkan dengan cepat.
Jika yang anda ketahui adalah nama pengarang, maka
carilah di lemari berlaci yang berisi kartu
pengarang. Harus diperhatikan bahwa nama pengarang dalam ilmu
perpustakaan selalu di inversi (dibalik). Umpamanya; pengarang bernama slamet hamidun, maka kartu katalog akan tertulis hamidun slamet ( dulu
pakai komma, sekarang tidak)
(KULPAK Dra. Indrasari)

14. Yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di internet
Sepuluh Tips Untuk Pencarian Informasi Yang Efektif di Internet
Bila Anda sering memanfaatkan internet sebagai sumber informasi, ada baiknya menerapkan beberapa tips di bawah ini (diadaptasikan dari Hill, Brad, WWW Searching for Dummies 2nd ed. IDG-Books dengan beberapa penyesuaian).
o Gunakan Beberapa “Browser” Sekaligus
o Matikan Option Graphics dan Lihat Gambar Seperlunya
o Jangan Takut Menggunakan Tombol Back
o Loncat! (Cara ini jauh lebih cepat dan lebih tepat karena Anda bisa langsung “loncat” ke halaman yang diinginkan.)
o Ambil Keputusan dengan Cepat!
o Gunakan BookMark!
o Jangan Ragu Untuk Mengulang
o Kategorikan Bookmark Anda
o Malu Bertanya Sesat di Jalan
o Hindari Waktu Sibuk Internet
(www.budinugroho.wordpress.com)


 Teknik yang dipergunakan untuk dapat mencari informasi yang relevan dengan yang dimaksud.
 Ada dua teknik dasar yang biasa dipergunakan untuk mencari sumber belajar di internet melalui search engine, yaitu dengan:
(1) Simbol Matematika
-Menggunakan (+)
Contoh ingin mencari informasi mengenai populasi guru di provinsi Lampung, maka yang bersangkutan dapat mencarinya dengan menggunakan kata kunci: populasi+guru+lampung. Yang dilakukan oleh mesin pencari jika menemukan format semacam ini adalah mencari berbagai sumber dokumen maupun artikel yang ada di seluruh internet dimana di dalamnya terdapat kata “populasi”, “guru”, dan “Lampung”. Jika terdapat sebuah dokumen yang mengandung salah satu atau dua kata yang ada, maka yang bersangkutan tidak akan ditampilkan.
- Menggunakan (-)
Misalnya ingin mencari tahu mengenai riwayat hidup para pahlawan Aceh namun bukan yang bergelar “Teuku”. Maka  nama+pahlawan+aceh-teuku. Dengan format di atas maka search engine yang bersangkutan akan mencari di internet seluruh dokumen yang mengandung teks “nama”, “pahlawan”, dan“Aceh namun tidak terdapat kata “Teuku” di dalamnya.
-Menggunakan (“)
Yang dilakukan oleh tanda kutip adalah memerintahkan search engine untuk mencari dokumen atau informasi yang mengandung teks persis seperti yang ada di dalam tanda kutip terkait: “sejarah proklamasi”. Berdasarkan perintah tersebut, mesin pencari akan mencari seluruh dokumen di internet yang mengandung frase “sejarah proklamasi”. Jika sebuah dokumen hanya mengandung kata “sejarah” atau “proklamasi” saja, maka dokumen tersebut tidak akan ditampilkan.
(2) Simbol Boolean/Spasi
Di beberapa search engine, jika netter menggunakan tanda spasi yang memisahkan antara kata-kata yang ada, maka spasi tersebut dibaca sebagai “atau”. Contoh format pencarian: Contoh soal. Berarti akan menghasilkan daftar dokumen yang didalamnya terdapat kata “contoh”, kata “soal”, atau keduanya.
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/15/09322373/Memilih.Informasi.Juga.Ada.Caranya

15. Yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di teks book
i. up to date (terkini)
ii. kevalidannya
iii. nama pengarang
iv. abstraksi
v. indeks
vi. daftar isi
(KULPAK Aditya Wibowo, ST)
16. Yang harus diperhatikan ketika memilih sumber belajar di jurnal


BE A SMART DOCTOR


STEP 1
Critical thinking
Berfikir dengan benar berdasarkan pengetahuan yang relevan dan nyata atau cara pikir yang beralasan reflektif, bertanggung jawab dan mahir (joni)
Pertimbangan yang aktif dan tepat serta berhati hati atas keyakinan dan keilmuan untuk mendukung kesimpulan (ami)
Kemampuan untuk memamhami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang didapat (marina)
Berfikir dengan benar bedasarkan alasan yang logis efisien dan kreatif sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang tepat (dewi)
Diagnosis
Menentukan jenis penyakit dengan cara meneliti gejala gejalanya (mia)
Suatu penentuan penyakit yang ditujukan kepada pasien yang dideritanya (hani)
Formulasi yang dibuat oleh dokter tentng peyakit apa yang diderita oleh pasien berdasarkan data klinik yang di dapat (amel)
Dugaan sementara berdasarkan keluhan dan pemeriksaan pasien (nisa’)
Clinical reasoning
Pola berfikir seorang klinisi untuk melakukan tindakan bijaksana, memiliki dasar yang benar dan dampak yang baik (marina)
Berpikir komprehensif dalam mengambil keputusan yang merupakan bagian dari berfikir kritis (joni)
Proses kognitif yang terjadi ketika berbagai informasi yang diperoleh seorang dokter baik melalui anamesis, pemeriksaan fisik ataupun kasus klinik yang kemudian di integrasikan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya yang kemudian digunakan untuk mendiagnosis pasien (dewi)
Terapi
Proses penyembuhan yang diberikan seseorang kepada orang lain (dana)
Pengobatan yang dilakukan secara remidiasi (joko)
Pengobatan terhadap suatu penyakit (friska)
Pengobatan yang dilakukan secara langsung terhadap sesuatu penyakit / kelainan (hani)
Usaha untuk memberikan pemulihan (marina)
Refleksi
Suatu proses penting yang memungkin kan seseorang mengkaji pengalaman dan tindakan mereka sebagai tanggapan terhadap situasi tertentu
Cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berfikir tentang masa lalu (dana)
Kemampuan untuk selalu me review atas apa yang dilakukan kepada tahapan critical thinking sehingga terbentuk pemahaman baru (friska)
Suatu pemikiran tentang apa apa yang sudah kita lakukan yang bertujuan untuk evaluasi sehingga terjadi perubahan yang lebih baik (dewi)
Critical perticipation
Kemampuan untuk berpartisipasi aktif terhadap suatu permasalahan sekitarnya dengan cara menganalisanya dengan berfikir kritis dan bertanggung jawab (nisa’)
Survey
Pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif / menyeluruh (joko)
Tekhnik penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah sample beberapa orang melalui questioner dan wawancara (friska)
Prosedur medis
Tindakan yang bermaksud untuk mencapai hasil dalam perawatan seseorang dalam masalah kesehatan (mia)
Tata cara melakukan sesuatu atau instruksi medis (dana)
Tata cara yang dilakukan seorang dokter yang sesuai dengan ketentuan medis (marina)
Suatu kegiatan yang tersusun secara sistematis guna menyelesaikan masalah kesehatan (dewi)
Smart thinking
Suatu kemampuan untuk berfikir kritis yang dilandasi ilmu pengetahuan yang luas (tatag)
Kemampuan berfikir dalam jangka panjang ataupun pendek dan mengetahui cara penyelesaian suatu masalah serta resiko dari masalah tersebut (joni)

STEP 2

1. Apa ciri cri orang yang berfikir kritis ? (tatag)
2. Apa tujuan dari critical thinking ? (ami)
3. Apa hubungan antara critical thinking, clinical reasoning dengan critical participation ? (dana)
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi clinical reasoning ? (hani)
5. Bagaimana sikap dosen dalam mengkondusifkan proses pembelajaran critical thinking ? (friska)
6. Apa akibat seorang dokter yang tidak/kurang berfikir smart dan kritis ? (amel)
7. Apa kendala mahasiswa dalam menerapkan critical thinking ? (nisa’)
8. Bagaimana cara menerapkan critical thinking agar dapat melakukan agar dapat melakukan clinical reasoning dengan tepat ? (dewi)
9. Apa cara cara yang dilakukan untuk mengembangkan critical thinking ? (marina)
10. Bagaimana cara melakukan critical participation ? (mia)
11. Manfaat clinical reasoning ? (joni)
12. Langkah langkah apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan crtical thinking dan clinical reasoning ? (joko)
13. Apa keuntungan seorang dokter menerapkan critical thinking ? (hani)
14. Sebutkan cara untuk melakukan critical participation ? (nisa’)
15. Bagaimana cara mngetahui seseorang yang sudah dapat berfikir kritis apa belom ? (dana)
16. Apa penting nya berfikir smart dan selalu melakukan refleksi bagi mahasiswa kedokteran ? (mia)
17. Mengapa harus melakukan refleksi atas tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tindakan tersebut sudah sesuai prosedur atau belum ? (marina)
18. Mengapa crtical thinking perlu dikembang kan sejak dini ? (dewi)
19. Apa saja tahap tahap melakukan diagnosis ? (tatag)
20. Apa saja jenis dari clinical reasoning ? (hani)



Step 3
21. Apa ciri cri orang yang berfikir kritis ? (tatag)
Berdasarkan penilaian terhadap bukti bukti, mencari hubungan antar topik, lebih berperan aktif dalam diskusi mempunyai prior kowledge, mampu mengevaluasi suatu masalah dan lebih kreatif tidak menerima informasi begitu saja tanpa proses menganalisis dan mengevaluasi (joni)
Berusaha memahami sesuatu dengan baik, selalu ingin tahu, berfikir sebelum bertindak, menghargai ide orang lain (marina)
Menganggap masalah sebagai tantangan, berusaha memahami suatu masalah dengan mengenali batas kemampuan diri, tidak malu untuk bertanya (hani)
22. Apa tujuan dari critical thinking ? (ami)
Dapat mencari informasi dengan tepat yang akan dipergunakan untuk menyelesaikan masalah, dapat mengelola informasi tersebut dengan logis,efisien dan kreatif sehingga dapat membuat simpulan yang logis, dan dapat memecahkan masalah yang di hadapinya dengan tepat (joko)

23. Apa hubungan antara critical thinking dengan clinical reasoning ? (dana)
Clinical reasoning merupakan kemampuan utama yang harus dimilik seorang dokter yang memerukan kemampuan berfikir kritis baik dalam proses mengkonstruksi pengetahuan maupun proses pengambilan keputusan terhadap pasien (nisa’)

24. Faktor apa saja yang mempengaruhi clinical reasoning ? (hani)
Pengetahuan yang terstruktur, kemampuan berfikir, kemampuan mengatur pola pikir, pengalaman tepapar dengan masalah klinik, pengalaman menangani pasien, kemampuan komunikasi interpersonal (ami)

25. Bagaimana sikap dosen dalam mengkondusifkan proses pembelajaran critical thinking ? (friska)
Menetapkan peraturan [eraturan yang baik dalam proses belajar mengajar, membuat rencana kegiatan yang baik, menghormati setiap mahasiswa, fleksibel, menerima perbedaan tiap individu, menunjukan sikap positif, menanggapi setiap respon, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, menggunakan berbagai jenis metode pengajaran, menciptakan pengalaman yang mungkin akan berguna bagi kesukses an mahasiswa (amel)
26. Apa akibat seorang dokter yang tidak/kurang berfikir smart dan kritis ? (amel)
Dikhawatirkan seorang dokter tidak bisa mendiagnosa psien dengan tepat karena pengetahuan kedokteran sangat luas (mia)

27. Apa kendala mahasiswa dalam menerapkan critical thinking ? (nisa’)
Tidak memiliki rasa tidak ingin tahu, rasa malas, dan tidak ingin mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya (dewi)

28. Bagaimana cara menerapkan critical thinking agar dapat melakukan agar dapat melakukan clinical reasoning dengan tepat ? (dewi)

29. Apa cara cara yang dilakukan untuk mengembangkan critical thinking ? (marina)

Buatlah daftar pendapat dan argumentasi yang mendukung setiap pendapt tersebut, pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat2 pendukungnya dan caarilah implikasi dari kalimat kalimat tersebut, carilah kontradiksi pada kalimat2 dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah kedua, daari argumen yang nada dapatkan susunlah argumen yang saling bertentangan dan beri bobot nutk argumen tersebut, tinjaulah bobot dari setiap claim (ami)

30. Bagaimana cara melakukan critical participation ? (mia)
Membiasakan untuk berani dalam melakukan apa yang kita pikirkan setelah menelaah nya, membiasakan aktif terlibat dalam forum (nisa’)

31. Manfaat clinical reasoning ? (joni)
Membuat seseorang dapat menjalankan profesi dengan baik terutama bagi seorang dokter, contohnya dapat melakukan anamesis dan memberikan diagnosa secara tepat (dewi)

32. Langkah langkah apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan crtical thinking dan clinical reasoning ? (joko)
Interpretasi, analisis, evaluasi,inferensi,explanasi,kemandirian (joni)

33. Apa keuntungan seorang dokter menerapkan critical thinking ? (hani)

34. Sebutkan cara untuk melakukan critical participation ? (nisa’)
35. Bagaimana cara mngetahui seseorang yang sudah dapat berfikir kritis apa belom ? (dana)
36. Apa penting nya berfikir smart dan selalu melakukan refleksi bagi mahasiswa kedokteran ? (mia)
37. Mengapa harus melakukan refleksi atas tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tindakan tersebut sudah sesuai prosedur atau belum ? (marina)
38. Mengapa crtical thinking perlu dikembang kan sejak dini ? (dewi)
39. Apa saja tahap tahap melakukan diagnosis ? (tatag)
40. Apa saja jenis dari clinical reasoning ? (hani)

STEP 6
41. Apa ciri cri orang yang berfikir kritis ? (tatag)
Berdasarkan penilaian terhadap bukti bukti, mencari hubungan antar topik, lebih berperan aktif dalam diskusi mempunyai prior kowledge, mampu mengevaluasi suatu masalah dan lebih kreatif tidak menerima informasi begitu saja tanpa proses menganalisis dan mengevaluasi (joni)
Berusaha memahami sesuatu dengan baik, selalu ingin tahu, berfikir sebelum bertindak, menghargai ide orang lain (marina)
Menganggap masalah sebagai tantangan, berusaha memahami suatu masalah dengan mengenali batas kemampuan diri, tidak malu untuk bertanya (hani)
42. Apa tujuan dari critical thinking ? (ami)
Dapat mencari informasi dengan tepat yang akan dipergunakan untuk menyelesaikan masalah, dapat mengelola informasi tersebut dengan logis,efisien dan kreatif sehingga dapat membuat simpulan yang logis, dan dapat memecahkan masalah yang di hadapinya dengan tepat (joko)

43. Apa hubungan antara critical thinking dengan clinical reasoning ? (dana)
Clinical reasoning merupakan kemampuan utama yang harus dimilik seorang dokter yang memerukan kemampuan berfikir kritis baik dalam proses mengkonstruksi pengetahuan maupun proses pengambilan keputusan terhadap pasien (nisa’)

44. Faktor apa saja yang mempengaruhi clinical reasoning ? (hani)
Pengetahuan yang terstruktur, kemampuan berfikir, kemampuan mengatur pola pikir, pengalaman tepapar dengan masalah klinik, pengalaman menangani pasien, kemampuan komunikasi interpersonal (ami)

45. Bagaimana sikap dosen dalam mengkondusifkan proses pembelajaran critical thinking ? (friska)
Menetapkan peraturan [eraturan yang baik dalam proses belajar mengajar, membuat rencana kegiatan yang baik, menghormati setiap mahasiswa, fleksibel, menerima perbedaan tiap individu, menunjukan sikap positif, menanggapi setiap respon, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, menggunakan berbagai jenis metode pengajaran, menciptakan pengalaman yang mungkin akan berguna bagi kesukses an mahasiswa (amel)
46. Apa akibat seorang dokter yang tidak/kurang berfikir smart dan kritis ? (amel)
Dikhawatirkan seorang dokter tidak bisa mendiagnosa psien dengan tepat karena pengetahuan kedokteran sangat luas (mia)

47. Apa kendala mahasiswa dalam menerapkan critical thinking ? (nisa’)
Tidak memiliki rasa tidak ingin tahu, rasa malas, dan tidak ingin mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya (dewi)

48. Bagaimana cara menerapkan critical thinking agar dapat melakukan agar dapat melakukan clinical reasoning dengan tepat ? (dewi)

49. Apa cara cara yang dilakukan untuk mengembangkan critical thinking ? (marina)

Buatlah daftar pendapat dan argumentasi yang mendukung setiap pendapt tersebut, pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat2 pendukungnya dan caarilah implikasi dari kalimat kalimat tersebut, carilah kontradiksi pada kalimat2 dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah kedua, daari argumen yang nada dapatkan susunlah argumen yang saling bertentangan dan beri bobot nutk argumen tersebut, tinjaulah bobot dari setiap claim (ami)

50. Bagaimana cara melakukan critical participation ? (mia)
Membiasakan untuk berani dalam melakukan apa yang kita pikirkan setelah menelaah nya, membiasakan aktif terlibat dalam forum (nisa’)

51. Manfaat clinical reasoning ? (joni)
Membuat seseorang dapat menjalankan profesi dengan baik terutama bagi seorang dokter, contohnya dapat melakukan anamesis dan memberikan diagnosa secara tepat (dewi)

52. Langkah langkah apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan crtical thinking dan clinical reasoning ? (joko)
Interpretasi, analisis, evaluasi,inferensi,explanasi,kemandirian (joni)

53. Apa keuntungan seorang dokter menerapkan critical thinking ? (hani)

54. Sebutkan cara untuk melakukan critical participation ? (nisa’)


55. Bagaimana cara mngetahui seseorang yang sudah dapat berfikir kritis apa belom ? (dana)

56. Apa penting nya berfikir smart dan selalu melakukan refleksi bagi mahasiswa kedokteran ? (mia)

57. Mengapa harus melakukan refleksi atas tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tindakan tersebut sudah sesuai prosedur atau belum ? (marina)

58. Mengapa crtical thinking perlu dikembang kan sejak dini ? (dewi)

59. Apa saja tahap tahap melakukan diagnosis ? (tatag)
Tahap melakukan diagnosis:
• Mengumpulkan data-data
• Mengevaluasi fakta-fakta
• Mempersiapkan hipotesis
• Memilih di antara hipotesis-hipotesis yang paling tepat (diagnosa banding)
Sumber: Pemilihan Uji Laboratorium yang Efektif (Carl E. Speicher, M.D. ; Jack W Smith, Jr., M.D, M.S.)
60. Apa saja jenis dari clinical reasoning ? (hani)
(i) probabilistik, yakni ketika dokter mampu untuk mengapresiasi informasi dalam bentuk tanda dan gejala (ii) causal, yang membutuhkan pemahaman anatomik dan proses fisiologi (iii) rule based, yang membutuhkan pattern recognition atau pengenalan tanda untuk memutuskan diagnosis. [Kee dan Bickle (2005)]