This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 14 April 2012

PENYAKIT INFEKSI




STEP 1
Demam Subfebris  : Keadaan dimana suhu tubuh di atas 37-37,80C yang   biasanya terjadi pada malam hari disertai radang
Basil                            : Salah satu bentuk bakteri yang berbentuk batang
 ukurannya antara 2 mikron sampai 5 mikron
BTA                             : Sebutan untuk mycrobacteria yang tahan hidup di
  lingkungan asam
 nama lain dari mycobactterium tuberculosa
bersifat dormant (dapat bangkit kembali dan menjadikan TBC aktif kembali)
bila sudah terkena asam, asamnya susah hilang
Infeksi                        : masuk dan berkembangnya bibit penyakit dalam tubuh
Manusia disertai respon sistem imun
Tuberkulosis                        : penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberkulosa yang menyerang saluran pernafasan (paru-paru)
Home visite              : program kegiatan kunjungan rumah oleh tim medis pada
pasien biasanya setelah melakukan rawat inap.
Malaise                      : perasaan tidak enak badan seperti terkena flu biasanya
merasa kelelahan
Batuk                         : suatu respon untuk mengeluarkan zat-zat asing dalam
saluran pernafasan sebagai mekanisme pertahanan tubuh
Gejala suatu reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir
Riwayat Alamiah    : perjalanan dari mulai terkena penyakit sampai sembuh
atau bahkan meninggal
perkembangan riwayat penyakit tanpa interfensi medis
Promotif                   : upaya untuk meningkatkan kesehatan yang bersifat
persuasif contohnya mengajak untuk melakukan pola hidup
sehat
Upaya penyebar luasan informasi melalui media
Preventif                   : upaya kesehatan untuk mencegah supaya tidak sakit
contohnya imunisasi vaksin BCG
Dahak                                    : lendir yang dikeluarkan dari saluran pernafasan pada saat
batuk sebagai akumulasi dari zat-zat asing dari sistem
pernafasan

STEP 2
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
2.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
3.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
4.     Apa saja gejala-gejala penyakit infeksi?
5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?
6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?
7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?
8.      Bagaimana cara mendiagnosis penyakit infeksi?
9.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?
10.                         Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
11.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
12.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?
13.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
14.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
15.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?
STEP 3
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
Penyakit yang disebabkan oleh agent biologi yaitu virus, mikroba, bakteri dan bukan disebabkan oleh faktor fisik atau kimia baik bersifat menular ataupun tidak.

2.     Apa definisi dari penyakit menular?
Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak langsung ( melalui interaksi langsung) maupun tidak langsung (dengan media).
 
3.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
Dengan interaksi antara pesakit dan orang sehat dengan lepasnya vektor. Melalui berbagai media sehingga orang yang imunnya lemah akan tertular.

4.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
Promotif :  melalui penyuluhan kesehatan tentang penyakit infeksi.
Preventif : melalui imunisasi seperti vaksinasi BCG pada TBC

Preventif  ada 4 yaitu:
Primordial    : tindakan untuk menghindari terbentuknya pola hidup yang mendorong peningkatan resiko penyakit. Contohnya pengendalian merokok.
Primer           : menghentikan tindakan sebelum penyakit itu terjadi. Contohnya program imunisasi.
Sekunder      : kegiatan mendeteksi penyakit dalam suatu populasi. Contohnya pemeriksaan laboraturium.
Tersier           : pencegahan yang dilakukan pada fase penyakit yang sudah lanjut atau kecacatan. Contohnya

5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?
Menular                    : TBC paru, flu, PMS, DBD, disentri
Tidak menular         : maningitis, tetanus,

6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?
Vektor (pembawa penyakit)                               :
Nyamuk, lalat, air, udara, tanah, tikus, 
Agent (suatu substansi penyebab sakit)          :
Virus, bakteria, protozoa

7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?
Pengisolasian orang yang terkena infeksi agar tidak meluas.

8.     Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?
Kepadatan penduduk, lingkungan, pola hidup, imunitas tubuh, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, sosek.

9.      Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
Memantau perkembangan penyakit pada pasien.
Membina konseling terhadap pasien pasca rawat inap

10.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
Sebab penyakit infeksi itu menyebar dengan cepat dan pengobatannya lama.
Kurang kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular. Dan penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

11.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?
Agent hinggap di tubuh kita. Jika imun kita tidak dapat mengalagkan agent tersebut maka akan terjadi infeksi.

12.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
13.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
14.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?

Gejala
Rounded Rectangle: GejalaSTEP 4
Penyakit infeksi menular

Penyakit infeksi tidak semaki  menyebar
preventif
promotif
Penatalaksanaan
Riwayat alamiah
Pemeriksaan
Rounded Rectangle: Pemeriksaan
Rounded Rectangle: Penyakit infeksi menular
Rounded Rectangle: Penyakit infeksi tidak semaki  menyebar
 
















STEP 5
STEP 6
1.     Jelaskan definisi dari penyakit infeksi!
Penyakit Infeksi adalah penyakit yang ditimbulkan oleh adanya agen infeksius yang menyerang sistem tubuh manusia, baik secara langsung maupun melalui suatu agen perantara. Agen infeksius dapat berupa virus, mikroba, bakteri, dan parasit. Agen infeksius yang menyerang manusia mempunyai tingkatan tertentu, mulai dari agen yang dapat menimbulkan penyakit mematikan sampai pada agen yang menimbulkan penyakit-penyakit ringan. Akan tetapi, penyakit yang ringan sekali pun jika tidak ditangani secara serius, bisa menyebabkan akibat yang lebih fatal.

2.     Bagaimana proses menularnya penyakit infeksi di masyarakat?
Munculnya manifestasi penyakit pada seorang individu dipengaruhi oleh penyebab yang multifaktor. Pada kasus-kasus infeksi, di samping pajanan yang ditimbulkan oleh agen infeksius, proses munculnya manifestasi klinis juga dipengaruhi oleh sistem pertahanan tubuh yang lemah. Adakalanya ketika sistem pertahanan tubuh (imunitas) berfungsi secara maksimal, pajanan agen infeksius tidak sampai menimbulkan manifestasi klinis. Sebaliknya, dengan melemahnya imunitas tubuh, pajanan ringan sekali pun akan menimbulkan manifestasi klinis yang sangat mengganggu, terlebih jika terjadi serangan agen infeksius yang ganas.


3.     Bagaimana upaya pencegahan penyakit infeksi (promotif dan preventif)?
Berbeda dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, asam urat dan lainnya, penyakit infeksi sebenarnya lebih mudah dicegah bila kita disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah Anda terkena penyakit infeksi:
·        Sering mencuci tangan. Mencuci tangan membantu menghilangkan kuman yang Anda dapatkan dari binatang, tempat kotor, atau benda-benda terkontaminasi. Anda terutama sangat disarankan untuk mencuci tangan sebelum, selama dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah memegang binatang.
·        Rutin membersihkan dan mensterilkan lantai dan permukaan, terutama di dapur dan kamar mandi. Sabun dan air biasanya cukup untuk membersihkan kedua tempat itu, tetapi akan lebih aman bila juga menggunakan desinfektan.
·        Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak, misalnya flu, cacar air atau belekan. Bila Anda tidak dapat menghindarinya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh wajah Anda dengan tangan sebelum Anda mencucinya.
·        Cegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur dan Menggunakan anti nyamuk). Pastikan tidak ada air yang menggenang di rumah Anda, kuras kamar mandi secara teratur, tutup tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan air dan kubur botol, pot, tempayan dan benda-benda penampung air lainnya.
·        Masak dan sajikan makanan dengan aman. Ketahuilah makanan mana yang harus selalu disimpan di kulkas. Jangan biarkan makanan yang mudah basi seperti susu segar, bakso, nuget ayam, dan lainnya di tempat terbuka lebih dari dua jam. Tutuplah makanan dengan rapat agar tidak dihampiri lalat. Cucilah buah-buahan dan sayuran mentah dengan bersih. Masaklah daging, ayam dan telur sampai betul-betul matang. Pastikan Anda membelinya dari sumber yang terpercaya. Daging yang bersumber tidak jelas dapat membawa penyakit antrax dan flu burung yang sangat berbahaya.
·        Dapatkan imunisasi. Pastikan bayi Anda mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan sesuai jadwal. Bila Anda bepergian ke daerah yang rawan, dapatkan imunisasi yang tepat sebelum Anda berangkat ke sana. Jamaah haji wajib mendapatkan imunisasi meningitis sebelum berangkat.
·        Gunakan antibiotik dengan bijak. Flu, demam berdarah, dan infeksi virus lainnya tidak dapat diobati dengan antibiotik. Bakteri dapat menjadi resisten bila Anda mendapatkan antibiotik pada saat Anda tidak memerlukannya.
·        Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan piaraan Anda. Berikan imunisasi yang memadai kepada mereka. Pisahkan dengan tegas barang-barang yang dipakai hewan dengan yang dipakai anggota keluarga Anda. Bersihkan kotoran dan kandang mereka dengan teratur menggunakan sabun dan desinfektan.
·        Hindari kontak dengan binatang liar yang mungkin membawa penyakit berbahaya. Tikus dapat membawa penyakit pes dan leptospirosis. Burung dan ayam liar dapat membawa virus flu burung. Kucing dan anjing liar dapat menularkan rabies.
·        Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E. Tubuh Anda akan memiliki sistem imun yang lebih baik dengan mengkonsumsinya. Bila sistem imun Anda lemah, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang dapat meningkatkannya.


1.     Pencegahan Tingkat Awal  = Premordial Prevention
Tindakan untuk menghindari
terbentuknya pola hidup sosial ekonomi
dan kultural yang mendorong
peningkatan risiko penyakit

·        Status Kesehatan = Underlying Condition
o   Makanan bergizi rendah lemak jenuh
o   Pengendalian merokok

2. Pencegahan Tingkat Pertama = Primary Prevention
Tindakan yang meliputi segala kegiatan yang
dapat menghentikan kejadian suatu penyakit
atau gangguan sebelum hal itu terjadi

·        Peningkatan Kesehatan (Health Promotion)
o   Pendidikan kesehatan, penyebaran informasi kesehatan
o   Konsultasi Gizi
o   Penyediaan air bersih
o   Kebersihan lingkungan / sanitasi
o   Konsultasi genetik

·              Pencegahan khusus (Spesific Protection)
o   Program immunisasi/imunisasi dasar
o   Pemberian vitamin A atau tablet zat besi
o   Pencegahan kecelakaan

3. Pencegahan Tingkat Kedua = Sekondary Prevention
Tindakan yang lebih ditujukan pada kegiatan
skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan
status patogenik setiap individu di dalam populasi

Dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik.
Termasuk dalam upaya ini :
·        Penemuan atau deteksi secara dini (Early detection)
o   Screening (penyaringan)
o   Case finding (pejejakan kasus)
o   Pemeriksaan khusus/laboratorium
o   Pemberian obat yang rational dan efektif
·        Pembatasan Kecacatan (Disability limitation)
o   Operasi plastik pada organ yang cacat
o   Pemasangan PIN pada tulang yang patah

4. Pencegahan Tingkat Ketiga  = Tertiary Prevention
Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada
fase penyakit yang sudah lanjut atau fase
kecacatan

·        Rehabilitasi (Rehabilitation)
o   Rehabilitasi Fisik
                   Rehabilitasi cacat tubuh dengan pemberian alat bantu (protese)
o   Rehabilitasi Sosial
                    Rumah perawatan orang tua/jompo
o   Rehabilitasi Kerja (vocational service)
                    Rehabilitasi masuk ke tempat kerja sebelumnya, mengaktifkan optimum orang yang cacat                                     
KULPAK Dr Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid

4.     Apa saja gejala-gejala penyakit infeksi?


5.     Apa saja contoh penyakit infeksi?

Contoh-contoh penyakit infeksi :
·        Penyebab penyakit adalah bakteri (jasad renik atau kuman)
TBC : ditularkan melalui udara
Tetanus : melalui luka yang kotor
Mencret : lalat, air dan jari yang kotor
Pneumonia : lewat batuk (udara)
Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
Sakit telinga : dengan selesma (masuk angin dan pilek)
·        Penyebab penyakit adalah virus (kuman yang lebih kecil daripada bakteri)
Selesma, influensa, campak, gondok : ditularkan melalau udara, batuk, ataupun lalat
Rabies : melalui gigitan binatang
Penyakit kulit : melalui sentuhan

·        Jamur
Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha: ditularkan melalu sentuhan atau dari pakaian yang dipakai secara bergantian
·        Parasit internal (hewan yang berbahaya yang hidup di dalam tubuh)
Disentri: ditularkan dari kotoran ke mulut
Malaria: melalui gigitan nyamuk

·        Parasit eksternal (hewan yang berbahaya yang hidup pada permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis: penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian.



6.     Apa saja vektor dan agent penyebab infeksi?


7.     Bagaimana upaya rehabilitatif jika di suatu masyarakat sudah terkena penyakit infeksi?

            Tindakan Rehabilitatif ini dilakukan pada seseorang yang proses penyakitnya telah berhenti. Tujuannya adalah untuk berusaha mengembalikan penderita kepada keadaan semula (pemulihan kesehatan) atau paling tidak berusaha mengembalikan penderita pada keadaan yang dipandang sesuai dan mampu melangsungkan fungsi kehidupannya.
Tujuan rehabilitasi adalah:
1)      agar dapat bersosialisasi seperti lazimnya atau sebelum cacat individu  lain yang tidak cacat.
2)      agar penderita dapat merawat dirinya sendiri sesuai dengan usianya
3)      agarpenderita cacat dapat mempertahankan diri
4)       Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
5)       Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
6)       Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
7)       Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.

Rehabilitasi ini terdiri atas:
1.      Rehabilitasi fisik
Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal-maksimalnya. Misalnya, seorang yang karena kecelakaan, patah kakinya, perlu mendapatkan rehabilitasi dari kaki yang patah ini yaitu dengan mempergunakan kaki buatan yang fungsinya sama dengan kaki yang sesungguhnya.
2.      Rehabilitasi mental
Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuikan diri dalan hubungan perorangan dan social secara memuaskan. Seringkali dengna bersamaan dengan terjadinya cacat badaniah muncul pula kelainan-kelaianan atau gangguan mental. Untuk hal ini bekas penderita perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali ke dalam masyarakat.

3.      Rehabilitasi social vokasional
Yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimal-maksimalny sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya.

4.      Rehabilitasi aesthetis
Usaha rehabilitasi aesthetis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan, walaupun kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan misalnya: penggunaan mata palsu.
Bentuk-bentuk rehabilitasi lainnya:
Rehabilitasi Medik
Dalam bidang Rehabllitasi Medik ada beberapa pelayanan yang dibutuhkan

 1. Fisioterapi :
relaksasi, terapi manipulasi, latihan keseimbangan, latihan koordinasi, latihan mobilisasi, latihan ambulasi dan latihan Bobath dengan teknik inhibisi, fasilitasi dan stimulasi latihan dapat diberikan ditempat tidur, di gymnasium, di kolam renang.


 2. Terapi Okupasi :
1)      latihan diberikan dalam bentuk aktifitas permainan, permainan yang memerlukan keberanian.
2)      Aktifitas kehidupan sehari-hari : berpakaian, makan minum, penggunaan alat perkakas rumah tangga.
3)      Seni dan ketrampilan

 3. Terapi Wicara :
Pada pasien dengan gangguan komunikasi/bicara dengan latihan dalam bahasa pasif : anggota tubuh, benda-benda di dalam/diluar rumah dan disekolah dan dalam bahasa konsonan, suku kata, kata, kalimat. dengan pengucapan huruf hidup/voval,


 4. Terapi Musik :
tujuannya menumbuhkembangkan potensi-potensi pada anak yang berkelainan baik fisik, mental intelektual maupun sosial emosional sehingga mereka akan berkembang menjadi percaya diri sendiri. Pelayanan tersebut dengan cara melatih : ritme, nada dan irama, interfal, tarian, drama, cerita, senam, pengenalan alat musik, pengenalan lagu, latihan baca sajak/puisi.

 5. Psikolog :
merupakan suatu penyembuhan yang berkaitan dengan kejiwaan pasien,sehinnga dapat mengetahui seberapa besar tingkat kesadaran dalam minat kesembuhanya sertaseberapa besar tingkat kekecewaan yang pasien rasakan atas kecacatannya.

 6. Sosial Medik :
memberikan pelayanan mencari data keluarga, sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dsb. Yang dapat bermanfaat bagi para dokter dan terapis dalam menyusun program rehabilitasi. Selain itu pelayanan yang berhubungan dengan Yayasan-yayasan sosial lainnya, Kantor Departemen sosial, Rumah sakit, Sekolah, sehingga dapat terjalin hubungan erat dengan berbagai instansi yang sangat penting untuk keberhasilan program rehabilitasi .

 7. Ortotik Prostetik :
memberikan pelayanan pembuatan alat-alat bantu; misal brace, tongkat ketiak, kaki tiruan, kursi roda
 8. Bina Mandiri :
lingkup pelayanan meliputi :
a.       Kemandirian yang sesuai dengan aktifitas perawatan diri sendiri, aktifitas dimeja makan, aktifitas rumah tangga, aktifitas dikamar tidur, pengenalan alat pertukangan dan kegunaannya, penggunaan alat bantu, kegiatan berjalan.
b.      Komunikasi
c.       Sosialisasi

Contoh rehabilitasi:
a.       Terapi psikologis pada pasien pasca kanker rahim agar kepercayaan dirinya kembali seperti semula.
b.      Memberikan pendidikan pada masyarakat agar mau menerima dan memberikan pertolongan pada ibu hamil dengan HIV/AIDS.
c.       Latihan fisik, bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, penderita kusta, patah tulang, kelainan bawaan.
d.      Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu, misalnya, TBC: latihan napas dan batuk. Penderita stroke melalui fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat
e.       Rehabilitasi untuk insan pasca stroke dan keluarganya bisa mengarah pada dukunan care giver dalam lingkungan keluarga atau sekaligus membangun jaringan care giver berbasis masyarakat. Care giver berbasis masyarakat bisa untuk insan pasca stroke atau juga untuk penduduk dalam rangka pola hidup sehat dan sejahtera. Care giver semacam inilah kunci dari jejaring yang kalau kita kembangkan secara luas bisa menjadi ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat yang kuat dan bermutu.

Peran dokter dalam rehabilitasi:
1)      Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
2)       Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
3)       Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
4)       Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.
5)      Memberikan konseling pada penderita kecacatan agar tetap bersemangat dalam memulihkan kesehatan.
6)      Memberikan keyakinan dalam kesembuhan,serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dengan masyarakat Memberi penyuluhan kepada masyarakat agar dapat menerima pasien sama seperti individu normal lainnya.
7)      Memberikan pendidikan kesehatan agar hal yang lebih buruk tidak terjadi pada kesehatan pasien .

Chandra, Budiman. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Jakarta ; EGC, 1996.
8.      Bagaimana cara mendiagnosis penyakit infeksi?


9.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka penderita penyakit infeksi pada masyarakat?

10.                         Apa fungsi home visite pada penyembuhan penyakit infeksi?
untuk mengetahui perkembangan penderita setelah dia kembali ke tengah-tengah masyarakat serta memberi bimbingan dalam usaha menanggulangi masalah kesehatan dan sosial, sehingga dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga serta pasien itu sendiri.


11.                         Kenapa penyakit infeksi sulit diatasi dalam masyarakat?
Pada awalnya, penggunaan obat antibiotik telah menunjukkan kemajuan dalam upaya penanggulangan penyakit infeksi, tetapi penggunaan yang terus menerus dan tidak terarah (tidak rasional) menimbulkan berbagai masalah baru. Hal ini disebabkan antibiotik dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan tubuh, apalagi bila penggunaannya dengan dosis yang tidak tepat sering mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Dalam rangka melepaskan diri dari sifat resistensi bakteri terhadap antibiotik para ahli mikrobiologi seakan berkejaran dengan bakteri dalam melakukan adu kreasi dan inovasi. Ketika para ahli mikrobiologi berhasil menemukan antibiotik golongan baru, bakteri pun mengembangkan kemampuan pertahanan (resistensi) yang lebih tangguh melalui mekanisme perubahan genetik (mutasi). Siklus ini terus berlangsung hingga saat ini, akibatnya penyakit infeksi semakin sulit diatasi dan perang melawan penyakit infeksi masih sulit diprediksi kapan akan berakhir jika hanya mengandalkan amunisi antibiotik.


12.                         Bagaimana proses penyakit infeksi menyerang tubuh?

 SHAPE  \* MERGEFORMAT


Proses Perjalanan Penyakit
Penyebab
Lingkungan
Pejamu
Prepatogenesis
Patogenesis
Masa Tunas
Subklinik
Klinis tidak jelas
Klinis jelas
Klinis berat
+ komplikasi
Cacat
S



E



M



B



U



H
M    e    n    i    n    g    g    a    l

13.                         Apa manfaat riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
·        Informasi masa inkubasi atau masa latent
·         Symptom untuk kelengkapan diagnosais
·         Lama dan beratnya keluhan yang dialami
·         Kejadian penyakit menurut musim
·         Geografis serangan penyakit
·         Sifat biologis kuman patogen à pencegahan
à Untuk diagnosis
      Untuk preventive
      Untuk terapi

14.                         Bagaimana tahapan riwayat alamiah penyakit dalam upaya penyembuhan penyakit infeksi?
a.     Tahap prepatogenesis
         Sudah terjadi interaksi antar host dengan agent, namun host belum sakit, masih normal
b.     Tahap patogenesis
     i. Tahap Inkubasi
                   Waktu antara masuknya bibit penyakit
              ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala
              penyakit.
     ii. Tahap Dini
                  Waktu mulai munculnya gejala penyakit  
              yang kelihatannya ringan.
              Sudah ada gangguan patologis
     iii. Tahap Lanjut
                   Penyakit bertambah jelas atau 
              bertambah berat
     iv. Tahap Akhir
                   Berakhirnya perjalanan penyakit
·        Sembuh sempurna
·        Sembuh dengan cacat
·        Karier
·        Kronik
·        Kematian
KULPAK Dr Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid



15.                         Apa perbedaan riwayat alamiah dengan rekam medis?
Riwayat Alamiah Penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah.
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawar jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
blogdokter.blogdetik.com/2011/10/17/pengertian-rekam-medis

MISTERI SEL

SGD 2
MODUL BIOFSIKOSOSIOKULTURAL


STEP 1
Sel Sperma
• Sel kelamin jantan
• Sel yang dihasilkan oleh organ kelamin jantan yang membawa infomasi genetis ke sel telur.
Mikroskop elektron
o Sesuatu yang digunakan untuk melihat benda yang ukurannya kurang 0,1 mm( mikro) hingga perbesaran 2 juta kali.
Spermatozoa
o Semen atau air mani dalam reproduksi sebagai zat cair yang keluar dari saluran reproduksi pria saat terjadi kopulasi.
Spermatogenesis
o Proses meosis(Pembelahan sel kelamin) pembentukan sel kelamin jantan.
Spermatozoid
o
Spermatid
o Perkembangan sel sperma dari sel induk sperma sebelum menjadi sperma dewasa.
o Hasil pembelahan dari miosis 2 dari spermatosit sekunder.
Spermatosit
o Hasil pembelahan mitosis dari spermatogonium.
Spermatogonia
o Dinding didalam tubuli seminiferi yang dilapisi oleh selapis sel-sel bakal sel kelamin dan berbentuk bulat.
Mitosis (Menghasilkan sel anakan yang diploid 2n)
o Cara reproduksi sel melalui beberapa tahap teratur
 Interfase/fase istirahat
• Sintesis RNA dan protein
• Pertumbuhan sel
• Replikasi DNA
• Pembentukan sentrosom

 Profase=Kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom berduplikasi menjadi kromatid .
 Metafase=Kromatid berjejer di bidang ekuator/pembelahan.
 Anafase=Kromatid menuju kutub masing-masing.
 Telofase=dibagi menjadi 2 peristiwa(kariokinesis dan sitokenesis)
Kariokenesis
o Membran sel dan nukleus mulai terbentuk.
Sitokenesis
o Sitoplasma di bagi menjadi 2.
Haploid
o Memiliki satu kerangka tunggal kromosom seperti pada gamet (n)

Diploid
o Jumlah kromosom yang berpasangan (2n)
Membran Nukleus
o Bagian terluar inti sel, tdd :
o Selaput pada nukleus yang berfungsi melindungi isi dari nukleus
o Suatu membran yang berselaput ganda yang membungkus keseluruhan dlam organel yang memisahkan antara sitoplasma dengan inti sel.
Tubuli seminiferi
o Bagian dari epididimis tempat pembentukan spermatozoa .
o Tubulus pada testis tempat berkembangnya spermatozoa dan saluran keluar.
Organel
o Bagian sel dalam sitoplasma yang berfungsi dalam metabolisme.
 Menjalankan fungsi2 kehidupan
Organ
o Sekelompok jaringan yang menjalankan suatu tugas yang mempunyai fungsi yang sama.
Organogenesis
o Proses pembentukan organ.


Membran Sel
o Bagian terluar dari sel yang berbentuk selaput yang berfungsi sebagai pembatas antara isi sel dengan lingkungan luar sel yang tersusun dari protein dan fosfolipid(Fosfor+lipid)

Preparat
o Irisan tipis sederhana yang digunakan sebagai sempel dan di amati di mikroskop yang dibuat dengan cara dan prosedur tertentu.
Sitoplasma
o Cairan yang mengisi sel dan bersifat koloid tempat melayangnya organel sel lain.
STEP 2
1. Struktur dan fungsi sel ?
2. Macam2 cara pembelahan sel?
3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?
4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
5. Bagaimana proses spermatogenesis ?
6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?
7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?
8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?
9. Bagaimana proses organogenesis ?
10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebagkan kelainan pada organ?

STEP 3

1. Struktur dan fungsi sel ?
a. Struktur
Membran sel ( untuk memisahkan isi sel dengan ligkungan luar sel)
Sitoplasma(Tempat melayangnya organela sel dan sebagai transpor zat dari dalam sel menuju inti sel)
Organela sel
Ribosom(berfungsi dalam sintesis protein)
Terikat dan bebas

• Retikulum endoplasma
• Kasar (Tempat menempelnya ribosom)
• Halus (Sebagai transportasi zat dari dalam sel keluar sel)


Mitokondria(respirasi sel dan membentuk energi berupa ATP untuk proses yang terjadi dalam sel)
Lisosom berfungsi sebagai sekresi sel.
Sentrosom berfungsi sebagai pembelahan sel.
Badan golgi(ekskresi sel)

Vakuola
• Vakuola kontaktil berfungsi membentuk sel
• Vakuola makanana berfungsi menyimpan makanan

Mikrotubulus berfungsi membentuk silia, sentriol, dan benang2 spindel.

Mikrofilamen
Nukleus(berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel)
Selaput nukleus
Nukleolus(Anak inti)
Nukleoplasma ( Cairan inti)

2. Macam2 cara pembelahan sel?
a. Pembelahan sel secara amitosis (Jelaskan)
b. Secara mitosis(Jelaskan)
c. Secara meosis(Jelaskan)

3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?
a. Kepala(Bagian & Fungsi)
b. Badan(Bagian & Fungsi)
c. Ekor(Bagian & Fungsi)
• Tengah
• Utama
• ujung


4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
a. Sel prokariotik(jelaskan)
b. Sel eukariotik(jelaskan)

5. Bagaimana proses spermatogenesis ?
a. Spermatogenium (2n)
Spermatosit primer(2n)
2 Spermatosit sekunder(n)
4 Spermatid (n)
6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?
a. Mitosis
• Interfase
1. Fase G1
2. Fase S
3. Fase G2
• Profase
• Metafase
• Anafase
• Telofase
7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?
o Haploid Memiliki satu kerangka tunggal kromosom seperti pada gamet (n)
o Diploid Jumlah kromosom yang berpasangan (2n)

8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?
a.
9. Bagaimana proses organogenesis ?
a.
10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebagkan kelainan pada organ?



STEP 4

STEP 6
1. Struktur dan fungsi sel ?

Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
Transpor aktif
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.
Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium
Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).
Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.
beberapa fungsi badan golgi antara lain :
1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

Retikulum Endoplasma
RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Ada tiga jenis retikulum endoplasma:

RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein.
RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

Nukleus
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Sentriol (sentrosom)

Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.
Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.



2. Macam2 cara pembelahan sel?
Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi).
AMITOSIS adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.

MITOSIS adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:

1. Profase :
pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin
menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.

2. Metafase:
pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang
pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom
/kromatid mudah diamati dan dipelajari.

3. Anafase:
pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju
ke kutub-kutub pembelahan sel.

4. Telofase:
pada tahap ini terjadi peristiwa KARIOKINESIS (pembagian inti
menjadi dua bagian) dan SITOKINESIS (pembagian sitoplasma
menjadi dua bagian).

MEIOSIS (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.

Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :

Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.


PERBEDAAN ANTARA MITOSIS DENGAN MEIOSISAspek yang dibedakan Mitosis Meiosis
Tujuan Untuk pertumbuhan Sifat mempertahan-kan diploid
Hasil pembelahan 2 sel anak 4 sel anak
Sifat sel anak diploid (2n) haploid (n)
Tempat terjadinya sel somatis sel gonad



Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet, yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis.

http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0113%20Bio%203-1b.htm

3. Sebutkan struktur dari spermatozoa?



Semen atau air mani dalam Ilmu Reproduksi didefinisikan sebagai zat cair yang keluar dari saluran reproduksi pria saat terjadi kopulasi (hubungan seksual). Semen terdiri atas dua bagian yaitu sel spermatozoa dan cairan seminal plasma. Baik spermatozoa maupun cairan seminal plasma menurut analisis kimia terdiri atas rangkaian zat organik tertentu (Yahya, 2006 ) b .

Spermatozoa atau disebut juga sperma dihasilkan oleh testis, sedangkan cairan seminal diproduksi oleh kelenjar tambahan di sepanjang saluran reproduksi pria yaitu kelenjar vesikula seminalis, prostat, kelenjar bulbo urethralis (Cowper’s) dan kelenjar urethra (Littre’s).

Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan dan pematangan sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet (sel kelamin) yang siap berperan dalam proses reproduksi. Pada pria proses spermatogenesis meliputi spermatositogenesis dan spermiogenesis sedang pada wanita disebut oogenesis.

Pembentukan spermatozoa pada pria normal berlangsung terus sampai usia lanjut. Hal ini dimungkinkan selama spermatogonium induk (bakal sperma) masih tersedia. Spermatogenesis terjadi dalam tubuli seminiferi. Menurut Cormack dalam bukunya Clinically Integrated Histology bahwa perkembangan epitel seminiferi dalam pembentukan spermatozoa melalui 6 tahap dan terjadi dalam 64-74 hari.

Lapisan paling luar sel-sel seminiferi merupakan spermatogonia yang pada masa pubertas mengalami diferensiasi. Spermatogonia ini sifatnya selalu membelah. Spermatogonia tersebut dinamakan spermatogonia primitif atau spermatogonia Ad (dark tipe A spermatogonia). Dari spermatogonia Ad akan dihasilkan sepasang generasi spermatogonia Ad yang baru. Salah satu dari Spermatogonia Ad tersebut akan membelah menjadi sepasang spermatogonia Ap (pale tipe A spermatogonia) yang akan berkembang menjadi sepasang spermatogonia B. Spermatogonia B akan berkembang menjadi spermatosit primer dan sekunder. Spermatosit sekunder setelah mengalami proses mitosis berubah menjadi spermatid dan pada akhirnya membentuk ekor menjadi spermatozoa lihat Gambar 3.2. Spermatozoa tersusun di sekeliling lumen tubuli seminiferi, kepalanya menempel ke sel sertoli dan ekornya melambai ke arah lumen (Yatim, 1984).

Sel sertoli berfungsi memberi makanan atau nutrisi kepada sperma selama berada di tubuli seminiferi. Sel sperma yang berada di tubuli seminiferi masih belum masak (matur). Sel spermatozoa mengalami pemasakan (maturasi) di epididimis bagian cauda dan siap untuk diejakulasikan atau dipancarkan saat hubungan seksual (Hafez, 2000).


Menurut Reksoprodjo dkk. (1999) pada proses spermiogenesis, terjadi beberapa proses penting yaitu (1) badan dan inti sel spermatid menjadi “kepala” spermatozoa (2) sebagian besar sitoplasma luruh dan diabsorpsi (3) terjadi juga pembentukan leher, lempeng tengah dan ekor (4) kepala sperma diliputi akrosom. Hasil akhir proses ini adalah sel-sel spermatozoa dewasa yaitu spermatozoa. Karena terjadi pemisahan pasangan kromosom, suatu sel sperma akan mengandung kromosom separuh dari induknya (44+XY) yaitu kemungkinan 22+X atau 22+Y. Keseluruhan proses spermatogenesis sampai spermiogenesis normal pada pria memerlukan waktu 60-70 hari. Setelah terbentuk sempurna, spermatozoa masuk ke dalam rongga tubulus seminiferus, kemudian akibat kontraksi dinding tubulus spermatozoa terdorong ke arah epididimis. Suasana keseimbangan asam-basa dan elektrolit yang sesuai di intratubulus dan epididimis memberikan spermatozoa kemampuan untuk bergerak (motilitas sperma)

A.5.1. Struktur Spermatozoa

Spermatozoa merupakan sel yang sangat terspesialisasi dan padat yang tidak lagi mengalami pembelahan atau pertumbuhan, berasal dari gonosit yang menjadi spermatogonium, spermatosit primer dan sekunder dan selanjutnya berubah menjadi spermatid dan akhirnya berubah menjadi spermatozoa. Spermatozoa terdiri atas dua bagian fungsional yang penting yaitu kepala dan ekor (Hafez, 2000).

Kepala spermatozoa bentuknya bulat telur dengan ukuran panjang 5 mikron, diameter 3 mikron dan tebal 2 mikron yang terutama dibentuk oleh nukleus berisi bahan-bahan sifat penurunan ayah. Pada bagian anterior kepala spermatozoa terdapat akrosom, suatu struktur yang berbentuk topi yang menutupi dua per tiga bagian anterior kepala dan mengandung beberapa enzim hidrolitik antara lain: hyaluronidase, proakrosin, akrosin, esterase, asam hidrolase dan Corona Penetrating Enzim (CPE) yang semuanya penting untuk penembusan ovum (sel telur) pada proses fertilisasi (Yanagimachi, 1994).

Bahan kandungan akrosom adalah setengah padat yang dikelilingi oleh membran akrosom yang terdiri dari dua lapis yaitu membran akrosom dalam (inner acrosomal membran) dan membran akrosom luar (outer acrosomal membran) (lihat Gamb. 3.4 dan 3.5) Secara molekuler susunan kedua membran akrosom ini sangat berbeda, membran akrosom luar bersatu dengan plasma membran (membran spermatozoa) pada waktu terjadinya reaksi akrosom sedang membran akrosom dalam menghilang. Bagian ekuatorial akrosom merupakan bagian penting pada spermatozoa, hal ini karena bagian anterior pada akrosom ini yang mengawali penggabungan dengan membran oosit pada proses fertilisasi berubah menjadi spermatid dan akhirnya berubah menjadi spermatozoa. Spermatozoa terdiri atas dua bagian fungsional yang penting yaitu kepala dan ekor (Hafez, 2000).

Ekor dibedakan atas 3 bagian yaitu 1. bagian tengah (midpiece) 2. bagian utama (principle piece) dan 3. bagian ujung (endpiece). Panjang ekor seluruhnya sekitar 55 mikron dengan diameter yang makin ke ujung makin kecil: di depan 1 mikron, di ujung 0,1 mikron. Panjang bagian tengah: 5-7 mikron, tebal 1 mikron; bagian utama panjang 45 mikron, tebal 0,5 mikron dan bagian ujung panjang 4-5 mikron, tebal 0,3 mikron. Bagian ekor tidak bisa dibedakan dengan mikroskop cahaya tetapi harus dengan mikroskop elektron (Yatim, 1990).

Mitokondria sebagai pembangkit energi pada spermatozoa. Principle piece dibungkus oleh sarung fibrous (fibrous sheath) yang perbatasannya disebut anulus. Sarung fibrous bentuknya terdiri dari kolom ventral dan dorsal yang masing-masing melalui rusuk-rusuk. Ke arah sentral ada semacam tonjolan yang memegangi cincin nomor 3, 8 dari aksonema. Keduanya (tahanan rusuk dan pegangan cincin aksonema) memberikan gerak tertentu (Hafez, 2000).

http://blog.uin-malang.ac.id/bayyinatul/2010/06/28/sel-spermatozoa/ (Dr.drh.Bayyinatul)

4. Macam2 sel berdasarkan membran inti ?
Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti
a. sel prokariotik, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru
b. sel eukarotik, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru
Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :
Sel Prokariotik
- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid
- Organel-organelnya tidak dibatasi membran
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler
Sel Eukariotik
- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
- Organel-organelnya dibatasi membran
- Membran selnya tersusun atas fosfolipid
- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier

5. Bagaimana proses spermatogenesis ?


6. Jelaskan tahap2 pembelahan sel?

• Pembelahan Sel Secara Meiosis


Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, di karena terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n.

Menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan (spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk (spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n).

Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut –turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).
Meiosis I
1. Profase I
a. Leptoten : Kromatin menebal membentuk kromosom.
b. Zygoten : Kromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
c. Pakiten : Tiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.
d. Diploten : Kromatida membesar dan memendek, bergandengan yang homolog dan menjadi rapat.
e. Diakenesis : Ditandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja,, yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. nucleolus dan dinding inti menghilang. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan, terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.

2. Metafase 1
Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.

3. Anafase I
Pada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.

4. Telofase I
Pada tahap ini, membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer.

Meiosis II
1. Profase II
a. Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.
b. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.
c. Nucleolus dan dinding inti menghilang.
d. Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
e. Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.

2. Metafase II
Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.

3. Anafase II
Kromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.

4. Telofase II
a. Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.
b. Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali.
c. Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.

PEMBELAHAN MITOSIS


Hasil meiosis :
1.) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing – masing haploid (n)
2.) Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.
3.) Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel – sel generative atau sel – sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur).

Sel – sel eukariot tertentu menghasilkan sel haploid (misalnya gamet pada hewan dan manusia, serta spora pada tumbuhan) dengan pembelahan sel yang disebut meiosis. Pada meiosis terjadi satu kali penggandaan kromosom dan dua kali pembelahan sel, yang disebut meiosis I dan meiosis II.





Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel – sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel – sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G, ( growth atau gap), fase S (synthesis), fase G2(growth atau Gap2).
Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.

1. Kariokinesis

Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a) Profase
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

b) Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.

c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.


d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
Serat – serat gelendong menghilang.
Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
Hasil mitosis:
1. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

2 Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.

7. Jelaskan perbedaan antara haploid dan diploid?


8. Bagaimanakah proses perkembangan sel ?

9. Bagaimana proses organogenesis ?




10. Permasalahan pada organogenesis yang menyebabkan kelainan pada organ?




KOMUNIKASI EFEKTIF


1. Bagaimana cara melakukan komunikasi yg efektif?
Jawab :
menurut Boove (2003) memaparkan beberapa cara komunikasi agar dapat berkomunikasi secara efektif, antara lain yaitu:
1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.
2. Orang hanya bisa memahami tentang suatu hal jika menghubungkanya dengan hal lain yang telah dimengerti.
3. Orang yang melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk meminta penjelasan.

komunikasi berjalan melalui siklus, komunikator yang menyampaikan pesan kepada komunikan, din selanjutnya si komunikan beralih menjadikomunikator dan seterusnya, sehinhha kegiatan komunikasi dapat berlangsung:
Dalam proses komunikasi akan timbul umpan balik atau feedback. Menurut Bovee Thill (2003) komunikasi sebagai proses mengirim dan menerima pesan, dan bisa dikatakan efektif apabila pesan tersebut dapat dimengerti dan menstimuli tindakan atau mendorong orang lain untuk mulakukan tindakan sesuai dengan pesan yang disampaikan tersebit.

Berikut ini cara-cara dalam melakukan komunikasi yang efektif.
1. Menguasai ragam komunikasi. Mulai dari menulis sampai berbicara. Teknik komunikasi yang dipakai bergantung pada siapa yang dihadapi. Penguasaan ragam komunikasi meminimalisasi terjadinya ketidaktepatan memakai cara komunikasi.
2. Bersikap empati. Memposisikan diri Anda dalam situasi yang dialami orang lain. Dengan cara ini kita mampu lebih bersikap objektif dalam berkomunikasi.
3. Terbuka. Dalam artian, bersedia untuk dikoreksi kalau itu memang keliru. Siap meminta maaf jika terbukti salah.
4. Fleksibel. Anda tidak harus melulu serius dengan pembawaan gaya yang formal dan kaku. Anda sekali-kali memakai gaya informal dengan selipan rasa humor agar terlihat santai dan fresh.
5. Lugas dan ringkas. Pergunakan kata yang to the point dan diringkas sepadat mungkin dalam susunan kata yang pendek. Pemakaian kata yang bertele-tele membuat komunikasi menjadi membosankan.
6. Memahami komunikasi nonverbal. Ya, Anda perlu tahu gestur tubuh dari komunikan. Terkadang, bahasa tubuh lebih bermakana ketimbangan bahasa verbal karena sulit dimanipulasi.
7. Pendengar yang baik. Apakah Anda menyimak dengan saksama ketika rekan Anda berbicara? Pastikan Anda bisa melakukan hal tersebut.
8. Konsisten. Tidak plin plan dan mengubah begitu saja apa yang sudah diucapkannya "saiki dele, sesok tempe" (sekarang kedelai, besok tempe) kata orang Jawa.
9. Egaliter. Menghilangkan sekat-sekat pembatas yang mungkin muncul. Mulai dari struktur formal (atasan-bawahan) hingga aspek kultural.

Sumber : Anne Ahira, Annehira.
2. Apa syarat melakukan komunikasi yg efektif?
Jawab:
Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan

Dr. Astrid, S. Susanto (1974). Komunikasi Dalam Teori dan Praktik. Universitas Pajajaran. Bina Cipta.

3. Mengapa komunikasi yg baik antar dokter dgn profesi lain sgt diperlukan?


4. Apa saja kriteria seorang pemimpin yg baik?


5. Apakah kendala dlm komunikasi dgn profesi lain?
Jawab :
Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh dan lain sebagainya.
sumber: Herujito, Yayat M.2001. Dasar-dasar komunikasi. Jakarta: Grasindo.

6. Apa tujuan dan manfaat komunikasi yg efektif?

Tujuan komunikasi efektif :
1. Memfasilitasi terciptanya pencapaian tujuan kedua pihak (dokter dengan pasien, dokter dengan keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait, dokter dengan kolega, bahkan dokter dengan masyarakat )
2. Membantu pengembangan rencana perawatan bersama pasien, untuk kepentingan pasien dan atas dasar kemampuan pasien, termasuk kemampuan finansial
3. Membantu memberikan pilihan dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien
4. Membimbing pasien sampai pada pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang dihadapinya
5. Membantu mengendalikan kinerja dokter dengan acuan langkah langkah atau hal-hal yang telah disetujui pasien
Anisfuad. Komunikasi yang Efektif. Jakarta

7. Apa saja jenis2 pertemuan?

Pengertian beberapa jenis pertemuan :
1. Seminar.
Kata seminar berasal dari kata Latin semin yang berarti “benih”. Jadi, seminar berarti “ tempat benih-benih kebijaksanaan”. Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.
Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli). Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing. Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan. Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.

2. Diskusi.
Kata diskusi berasal dari bahas Latin discutio atau discusum yang berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Dari segi istilah, diskusi berarti perundingan/bertukar pikiran tentang suatu masalah: untuk memahami, menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi ini dapat dilakukan oleh dua-tiga orang, puluhan, dan bahkan ratusan orang.
Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

3. Simposium.
Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah. Simposium dipimpin oleh seorang ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi. Pendengar bertanya dan para ahli menjawab.

4. Kolokium.
Beberapa ahli diundang untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan pendengar mengenai topik yang ditentukan. Bedanya dengan simposium, dalam kolokium para ahli tidak mengajukan (makalah) prasaran.
5. Rapat
Rapat adalah pertemuan formal suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan sebagai sebuah kebijakan organisasi
6. Diskusi panel
Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang dihadapan sekelompok hadirin mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkannya.

Diskusi Panel adalah sekelompok individu yang membahas topik tentang kelebihan pada masyarakat atau pendengar diskusi.

7. Brainstorming
Brainstorming merupakan cara untuk mencari dan menemukan ide
Pamphlet.
Pamphlet (pamplet) adalah semacam booklet (buku kecil) yang tak berjilid. Mungkin hanya terdiri dari satu lembar yang dicetak di kedua permukaannya. Tapi bisa juga dilipat di bagian tengahnya sehingga menjadi empat halaman. Atau bisa juga dilipat tiga sampai empat kali hingga menjadi beberapa halaman. Jika dilipat menjadi empat, pamphlet itu memiliki nama tersendiri yaitu leaflet. Penggunaan pamphlet atau leaflet umumnya dilakukan untuk pemasaran aneka produk dan juga untuk penyebaran informasi politik.

Irfan setyawan, 2010

8. Prinsip2 komunikasi yg efektif?
Jawab:
ASAS KOMUNIKASI
Selanjutnya menurut Boove (2003) memaparkan beberapa asas komunikasi agar dapat berkomunikasi secara efektif, antara lain yaitu:
1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.
2. Orang hanya bisa memahami tentang suatu hal jika menghubungkanya dengan hal lain yang telah dimengerti.
3. Orang yang melakukan komunikasi menpunyai suatu kewajiban untuk meminta penjelasan.

Prinsip komunikasi efektif :
Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat
kita rangkum dalam satu kata, yaitu REACH ( Respect, Empathy,
Audible, Clarity, Humble ), yang berarti merengkuh atau meraih.
1. Respect
Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai
terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude)
menghormati dan menghargai lawan bicara kita karena pada
prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika
kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh
respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut.
2.Empati
yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati
akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan
(message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan
penerima pesan (receiver) menerimanya. Prinsip dasar dari
hukum kedua ini adalah ”Perlakukan orang lain seperti Anda
ingin diperlakukan.
3.Audible
Makna dari audible adalah dapat didengarkan atau dimengerti
dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini
dalam mengirimkan pesan:
oBuat pesan Anda mudah untuk dimengerti
oFokus pada informasi yang penting
oGunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi
dari pesan tersebut
oTaruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan
lingkungan di sekitar Anda
oAntisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
oSelalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan
4.Kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity)
Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan.
Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:
oTentukan goal yang jelas
oLuangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
oPenuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
oBuat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
oPesan yang disampaikan harus fleksibel
5.Sikap rendah hati (Humble)
Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan
hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si penerima pesan.
Prajarto, Nunung. 2006. Komunikasi Efektif: Menjalin Komunikasi Efektif

9. Mengapa seorang dokter memungkinkan menjadi manager di puskesmas?


10. Ciri2 komunikasi yg efektif?
Jawab:
1. menyediakan informasi yang praktis
Dengan menerangkan bagaimana mengerjakan sesuatu, menjelaskan mengapa perubahan dilakukan, menberikan solusi terhadap masalah, mendiskusikan status sebuah proyek, dan lain-lain.
2. Memberikan fakta dibandingkan kesan
Dengan menggunakan bahasa yang konkrit dan menjelaskan secara detailyang dimaksud. Informasi harus jeelas, meyakinkan, akurat, dan etis.
3. Mengklarifikasi dan menyingkat beberapa informasi
Dengan menggunakan table, bagan, foto maupun diagram yang menjelaskan tentang pesan yang dimaksud.
4. Masyarakat tanggung jawab secara jelas
Dengan menjelaskan apa yang kita harapkan atas apa yang dapat kita lakukan, karena pesan kita hanya ditujukan pada orang-orang tertentunsaja.
5. Membujuk dan menyedikaitan rekomendasi
Biasanya pesan yang disampaikan adalah membujuk para pegawai untuk melakukan sesuatu atau pelanggan untuk memanfaatkan layanan yang kita tawarkan dengan menjelaskan manfaat yang akan mereka peroleh dengannya.
11. Apa saja peran dr seorang manager?

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok.
• pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
• Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
• Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

12. Apa saja tugas dri tim kesehatan?
Tim kesehatan diadakan untuk masyarakat. Masyarakat mempunyai kebutuhan akan kesehatan dan merupakan tugas tim kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak seorangpun yang dapat memiliki seluruh keterampilan yang diperlukan atau mempunyai cukup waktu untuk mengerjakan semua hal yang perlu sepaya dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang kecil sekalipun. Dengan demikian, setiap orang harus bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikanya.
Kompas, 15 Mei 2011

13. Profesi apa saja yg dpt menjadi anggota tim kes?


14. Selain di forum pertemuan klinik adakah forum yg digunakan oleh teamwork untuk membicrakan mslh medik?sebutkan!


15. Apa yg akn terjadi jika di dlm tim kes tdk ada kerjasama?


16. Dimana dan dlm situasi seperti apa pertemuan kes bisa terjadi?


17. Apa tolak ukur dari suatu pertemuan kes dikatakan efektif?
PENGUKURAN EFEKTIF PERTEMUAN
Seperti halnya dengan ilmu-ilmu yang lain,ilmu komunikasi juga dapat mengadakan pengukuran terhadap berbagai keefektifannya. Ada beberapa parameter yang dapat digunakannya, yaitu:
1. Audience coverage, artinya berapa besar jumlah hadirin atau komunikan dalam suatu kesempatan yang dicapai oleh suatu pesan.
2. Audience respons, artinya apa pendapat-pendapat dari komunikasi terhadap masalah atau pesan yang telah disampaikan.
3. Comunication inpact, artinya apakah yang berbekas di pihak komunikan.
4. Process of influence, artinya metode dan teknik komunikasi yang manakah yang paling efektif untuk menyampaikan pesan.

18. Apa saja kendala2 yg srg terjadi dlm pertemuan kes?


19. Syarat seorang manager dipandang dri segi islam?


20. Bagaimana cara pemimpin mennyiapkan pertemuan?


21. Bagaimana cara menghindari misscom antar anggota tim kes?


22. Apa saja kriteria staff yg baik?


TEAM WORK

SGD LBM 3 MODUL 2
STEP 1
Team work : sekelompok individu yang saling bekerja sama dan memiliki keahlian di bidang tertentu yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan kesepakatan bersama.
Forum pertemuan klinik (CGD) : suatu pertemuan antara sesama ahli dengan ahli yang lain dalam bidang medis dengan maksud membahas masalah yang timbul dalam lingkungan sekitar serta dilaksanakan secara rutin.
Surat rujukan medik : suatu upaya kesehatan yang ditujukan kepada pasien guna memperoleh pemecahan masalah dan pengobatan.
Surat pengantar yang dibuat untuk memperoleh pemecahan masalah baik untuk keperluan diagnostik, pengobatan, maupun pengelolaan pasien lebih lanjut.
Surat yang dibuat oleh tenaga medis untuk meruju atau mengantar pasien agar dapat pelayanan atau perawatan kesehatan yang baik.
Surat yang ditujukan kepada teman sejawat yang berisi pelimpahan tanggung jawab terhadap pasien yang berkaitan dengan penyembuhan dan pemulihan.
Informed consent : suatu izin atau consent atau pernyataan setuju dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional, sesudah mndapatkan informasi dokter yang dimengertinya.
Persetujuan yang telah diberikan pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan dokter mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien selanjutnya.

STEP 2
TEAMWORK
1. Apa saja kendala dan solusi melakukan team work ?
2. Manfaat team work ?
3. Bagaimana etika komunikasi yang baik dalam team work ?
4. Cara kerja team work ?
5. Kriteria untuk menjadi teamwork yang baik ?

CGD

6. Bagaimana forum pertemuan klinik yang baik ?
7. Bagaimana cara komunikasi dengan teman sejawat atau dengan profesi lain ?
8. Fungsi dari clinical group discussion ?

SURAT RUJUKAN MEDIK

9. Kenapa dokter merujuk pasiennya ?
10. Kendala apa saja dalam surat rujukan medik ?
11. Langkah-langkah dalam penulisan surat rujukan medik ?
12. Macam-macam surat rujukan ?
13. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam surat rujukan medik ?
14. Syarat dokter merujuk pasien ?
15. Manfaat rujukan medik ?
16. Siapa saja yang berhak untuk mendapatkan surat rujukan medik ?

INFORMED CONSENT

17. Landasan hukum apa yang digunakan dalam pembuatan informed consent ?
18. Manfaat informed consent ?
19. Syarat-syarat informed consent ?
20. Apa sajakah bentuk2 informed consent ?
21. Jenis-jenis informed consent ?

STEP 3

TEAMWORK
1. Apa saja kendala dan solusi melakukan team work ?

Kendala :
Komunikasi tidak bebas
Tidak bersedia membagi informasi
Persaingannya tidak sehat
Tidak mempercayai anggota lain
Jarang timbul kesepakatan
Egoisme masing2 anggota
Rendahnya loyalitas anggota
Menimbulkan ketergantungan

Solusi :
Keterbukaan antar anggota
Menyingkirkan egoisme
Pemimpin yang peka terhadap anggotanya
Sikap saling percaya antar anggota
Mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan individu

2. Manfaat team work ?

Melatih sifat kooperatif atau kerjasama
Melatih keterampilan komunikasi
Melatih kemampuan bertanggung jawab
Efisiensi waktu
Mengurangi kesalahan pelaksanaan
Mempererat silaturahmi
Membangun kekompakan
Memudahkan pencapaian tujuan kelompok
Menyelesaikan masalah yang tidak bisa dipecahkan
Meningkatkan sosialisasi

3. Bagaimana etika komunikasi yang baik dalam team work ?
Memberikan pendapat dengan tepat
Mengkritisi pendapat dengan santun
Mampu mengatur diri dengan baik
Mematuhi aturan-aturan dalam teamwork

4. Cara kerja team work ?

Bekerjasama dan saling melengkapi
Membentuk suatu team yang memiliki tujuan yang sama
Menentukan masalah yang akan dibahas
Pembahasan masalah
Pengevaluasian masalah
Menentukan kesimpulan

5. Kriteria untuk menjadi teamwork yang baik ?

Adanya rasa saling membutuhkan
Adanya interaksi dan kerjasama
Adanya kekompakan
Semangat tinggi dalam team
Adanya tanggung jawab bersama
Setiap anggota memiliki keahlian masing2 yang bisa saling melengkapi

6. Kenapa seorang dokter membutuhkan teamwork?
Karena seorang dokter tidak bisa bekerja tanpa bantuan dari teman sejawat dan profesi medis lain untuk menyelesaikan suatu masalah.

CGD

7. Bagaimana forum pertemuan klinik yang baik ?

Adanya seorang ahli, bisa saling tukar pendapat antar anggota, adanya kepercayaan dan kerja sama, memiliki visi dan misi yang sama, tidak menguraikan materi secara panjang lebar, tidak melibatkan diri dalam gosip, fasilitas terpenuhi.

8. Bagaimana cara komunikasi dengan teman sejawat atau dengan profesi lain ?

Menggunakan high monitoring, sopan, jelas
Kepercayaan
Dukungan
Empati
Sifat yang terbuka
Saling menghargai dan menghormati

9. Fungsi dari clinical group discussion ?

Menjalin hubungan antar anggota
Menambah wawasan
Bisa bertukar informasi kesehatan
Masalah mudah terselesaikan
Dapat menumbuhkan rasa percaya diri

10. Metode CGD ?

RUJUKAN MEDIK

11. Kenapa dokter merujuk pasiennya ?
Kurangnya fasilitas yang memadai
Dokter kurang mampu menangani pasien, karena tidak sesuai dengan bidangnya

12. Kendala apa saja dalam rujukan medik ?
Miss understanding antara pemberi dengan penerima surat rujukan
Kendala geografis
Kendala ekonomi
13. Langkah-langkah dalam pengajuan surat rujukan medik ?
14. Macam-macam surat rujukan ?

1. Surat rujukan dari dokter umum ke spesialis
2. SR medik untuk keperluan perawatan di rumah sakit
3. SR medik untuk keperluan pemeriksaan lab

15. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam surat rujukan medik ?

1. Kop surat (nama instansi kesehatan dan alamat yang merujuk)
2. Badan surat (tujuan rujukan, asal rujukan, nomer rujukan, perihal rujukan, tanggal dibuat rujukan, isi rujukan)
3. Penutup

16. Manfaat rujukan medik ?

Pasien mendapatkan pelayanan yang lebih baik
Memecahkan masalah dengan lebih tepat
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dokter
Mengurangi resiko kesalahan dalam pengobatan

17. Siapa saja yang berhak untuk mendapatkan surat rujukan medik ?
Pasien yang tidak dapat ditangani oleh dokter sebelumnya.
Keinginan dari pasien itu sendiri

18. Macam2 rujukan medik ?
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap lisan maupun tertulis

INFORMED CONSENT

19. Landasan hukum apa yang digunakan dalam pembuatan informed consent ?
• Peratuaran Menteri Kesehatan N0. 585 /MEN.KES /PER /IX /1989 tanggal 4 September 1989 tentang persetujuan tindakan medik.
Pasal 1 : Dinyatakan bahwa tindakan medik adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap pasien berupa diagnostik atau terapeutik.
Pasal 2 : dinyatakan bahwa semua tidakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan.

• Landasan hukum pasal 53 UU No. 23 Tahun 1992 menjelaskan tentang Hak pasien atas informasi dan persetujuan tindakan medis.

Sumber: Budi Sampurna, Zulhasmar Syamsu, Tjetjep Dwijdja Siswaja, Bioetik dan Hukum Kedokteran, Pengantar bagi Mahasiswa Kedokteran dan Hukum, Penerbit Pustaka Dwipar, Oktober 2005

20. Hak pasien dan kewajiban dokter secara yuridis ?
Kaitan informasi dengan terapiutik antara dokter / pasien dari segi hukum :

Memperoleh informasi — hak pasien dan kewajiban dokter untuk memberikan. Pasien berhak tanpa harus diminta untuk memperoleh informasi tentang penyakit dan tindakan medik.

Hak pasien dalam doktrin Informed consent antara lain :
1.Hak untuk memperoleh informasi mengenai penyakitnya dan tindakan yang akan dilakukan dokter terhadap dirinya .
2.Hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
3.Hak untuk memilih alternative lain (jika ada)
4.Hak untuk menolak usul tindakan yang akan dilakukan.

Kewajiban dokter untuk memberikan informasi :
• sifat dan resiko itu lebih serius
• kemungkinan timbulnya resiko itu lebih besar,
• tindakan yang hendak dilakukan tidak begitu mutlak,
• masih ada satu atau beberapa alternatif lain,
• resiko itu tidak begitu diketahui oleh masyarakat,
• dalam keadaan khusus itu timbulnya resiko lebih besar.

Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI.  (Peraturan Menteri Kesehatan No. 585/Menkes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik)

21. Manfaat informed consent ?
Memberi perlindungan pasien
Mendapatkan informasi untuk mengambil keputusan
Memberi perlindungan hukum pada dokter
Melindungi hak asasi pasien
Mencegah terjadinya penipuan dan paksaan
Dapat lebih memandirikan pasien
Dapat lebih meningkatkan hubungan dokter-pasien

22. Syarat-syarat informed consent ?
Syarat kapasitas dari pasien (decision-making capacity) untuk memberi informed
consent
• pasien harus dapat mengerti prosedur atau tindakan medik yang hendak dilakukan, dan dapat secara sukarela memberikan persetujuannya, ataupun menolaknya.
• Jika pasien dalam keadaan tidak sadar, kepada informasi itu harus diberikan kepada anggota keluarga terdekat.
• Pada seorang anak yang belum dewasa, informasi diberikan kepada orang tuanya.
• Pada seorang dewasa yang berada di bawah pengampuan (onder curatele)
• Informasi diberikan kepada walinya (curator).

Syarat dari pihak dokter :
• Pengungkapan dan penjelasan kepada pasien dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pasien tentang : penegakkan diagnosis, sifat dan prosedur atau tindakan medic yang diusulkan, kemungkinan timbulnya risiko, manfaat, dan alternative (bila ada).
• Memastikan bahwa pasien mengerti dengan apa yang telah dijelaskan kepadanya, pasien telah menerima risiko-risiko tersebut dan pasien mengizinkan dilakukan prosedur tindakan.
• Harus didokumentasikan. Sebagai arsip dan kekuatan hukum.

Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI.


Sasaran Informed Concent
• Prinsipnya dokter memberikan informasi pada pasien sendiri
• Jika pasien tidak sadar, informasi keadaan pasien diberikan pada keluarga terdekat; suami – istri, ayah – ibu dsb.
• Jika pasien anak, maka informasi diberikan pada ibu – ayah, walinya

23. Apa sajakah bentuk2 informed consent ?
a. Dengan dinyatakan (Expreess)
- Secara lisan (oral)
- Secara tertulis (written)
Pernyataan tertulis diperlukan apabila dibutuhkan bukti di kemudian hari, umumnya pada tindakan yang invasif atau yang beresiko mempengaruhi kesehatan penderita secara bermakna. Permenkes tentang persetujuan tindakan medis menyatakan bahwa semua jenis tindakan operatif harus memperoleh persetujuan tertulis.

b. Dianggap diberikan/tidak dinyatakan
- Dalam keadaan normal
Pasien tidak menyatakannya, baik secara lisan maupun tertulis, namun melakukan tingkah laku (gerakan) yang menunjukkan jawabannya. Misalnya adalah seseorang yang menggulung lengan bajunya dan mengulurkan lengannya ketika akan diambil darahnya.
- Dalam keadaan gawat darurat (emergency)
Guwandi, J., 2006. Informed consent dan Informed Refusal. Ed 4th. . Jakarta. FKUI


24. Jenis-jenis informed consent ?



PENYULUHAN KESEHATAN


1.        Arti penyuluhan kesehatan?
Arti penyuluhan kesehatan adalah suatu proses mendidik individu atau masyarakat supaya mereka dapat memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi. Seperti halnya proses pendidikan yang lainnya, pendidikan kesehatan memiliki unsur masukan-masukan yang telah diolah dengan teknik-teknik tertentu akan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan harapan atau tujuan kegiatan tersebut. Tidak dapat disangkal, pendidikan bukanlah satu-satunya cara mengubah perilaku, tetapi pendidikan juga mempunyai peranan yang cukup penting dalam perubahan pengetahuan setiap individu.
Sumber     : Sarwono, 2004

2.        Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
Menurut Van Deb Ban dan Hawkins yang dikutip oleh Lucie (2005), pilihan seorang agen penyuluhan terhadap suatu metode atau teknik penyuluhan sangat tergantung pada tujuan khusus yang ingin dicapai.

3.        Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
Secara umum ada beberapa faktor atau kekuatan yang mempengaruhi proses perubahan keadaan yang disebabkan karena penyuluhan, di antaranya sebagai berikut (Lucie, 2005) :
a.      Keadaan pribadi sasaran
b.      Keadaan lingkungan fisik
c.       Keadaan sosial dan budaya masyarakat
d.      Keadaan dan Macam Aktivitas Kelembagaan yang Tersedia dan Menunjang Kegiatan Penyuluhan

4.        Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
keluarga dan masyarakat selalu saling mempengaruhi, maka perubahan nilai yang berlangsung dalam masyarakat akan mempengaruhi perilaku anggota keluarga. Sebaliknya anggota keluarga juga akan secara aktif mempengaruhi berlangsungnya berbagai perubahan nilai dalarn masyarakat, karena keluarga sebagai pusat penerus nilai akan dituntut untuk selain meneruskan nilai-nilai lama yang perlu dilestarikan, juga aktif memperkenalkan nilai-nilai baru yang dianggap baik.
Sumber     : Sadli, Saparinah. 1998. Peranan Keluarga dalam Proses Modernisasi dan Pelestarian Nilai-nilai Budaya. Bogor : IPB Darmaga

5.        Arti pendidikan komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
Menurut Smith (1966), komunikasi manusia adalah satu rangkaian proses yg halus yg digunakan manusia untuk berinteraksi, mengawal antara satu sama lain dan memperolehi kefahaman.
Manusia juga berkomunikasi kerana hendak memahami segala kejadian dan peristiwa yang berlaku di sekelilingnya. Sebahagian daripada peristiwa itu berlaku ke atas diri mereka sendiri, manakala sebahagian lagi berlaku ke atas orang lain. Dengan berkomunikasi, diharapkan mereka akan lebih memahami alam sekeliling dan kehidupan ini (Abdullah Hassan, 2004).

6.        Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
Penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sasaran penyuluhan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sikap petugas gizi dan kader tentang pemberian dan manfaat tablet zat besi. Kegiatan ini mengacu kepada perencanaan yang telah ditentukan (Sayoga, 2003).

KOMUNIKASI KEPADA MASYARAKAT

LBM 2 :
STEP 1
• Penyuluhan :
Cara menerangkan dan menjelaskan ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada suatu kelompok hingga memperoleh info dengan menggunakan alat peraga sebagai media penyampaian, dengan tujuan mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang berakibat pada kualitas seseorang menjadi lebih baik.

• Presentasi:
Cara untuk menerangkan suatu topik dengan menggunakan media dengan waktu yang singkat.

• Briefing:
pengarahan yang dilakukan sebelum melakukan kegiatan agar semua yang terlibat mempunyai konsep yang sama.

• Audience
Peserta atau seseorang (pendengar:audio) yang mengikuti suatu kegiatan.
Individu atau masyarakat yang mendengrkan, melihat, memahami materi-materi yang disampaikan dalam penyuluhan.

• Survey
Kegiatan meninjau, mengecek suatu kegiatan yang akan dilakukan.
STEP 2
1. Apa saja langkah-langkah penyuluhan yang perlu diperhatikan?
2. Kriteria penyuluhan yang baik dan efektif?
3. Persiapan apa saja untuk penyuluhan?
4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyuluhan?
5. Manfaat yang didapat dari penyuluhan?
6. Kendala dan solusi dalam penyuluhan?
7. Point-point yang harus dilakukan agar presentasi menarik?
8. Metode penyuluhan?
9. Faktor-faktor yang berperan keberhasilan penyuluhan?
10. Apa saja media penyuluhan?
11. Bagaimana komunikasi yang baik dalam penyuluhan?
12. Bagaimana cara mengendalikan audience agar mau memperhatikan penyuluhan yang diberikan?
13. Apa tujuan penyuluhan?
14. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
15. Bagaimana presentasi yang baik untuk penyuluhan?
16. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
17. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
18. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
19. Syarat menjadi penyuluh yang baik?
20. Kendala dalam presentasi?
21. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
STEP 3
1. Apa saja langkah-langkah penyuluhan yang perlu diperhatikan?
• Praacara: penentuan tema penyuluhan, penentuan tujuan, penentuan sasaran, penyiapan bahan (naskah penyuluhan), membuat susunan acara.
• Penyuluhan: bahasa yang mudah dipahami, rileks, ramah, pakaian rapi dan sopan, menmbuhkan suasana yang komunikatif.
• Isi: cara penyampaiannya tidak berbelit-belit, jelas, menarik, dan sesuai tujuan
• Pasca penyuluhan: evaluasi, sesi tanya jawab, pengenalan keadaan.

o Mengenal masalah, masyarakat dan wilayahnya,
o Menentukan prioritas
o Menentukan tujuan penyuluhan
o Menentukan sasaran penyuluhan
o Menentukan isi penyuluhan,
o Menentukan Metode penyuluhan
o Memilih alat peraga yang akan digunakan
o Evaluasi penyuluhan.

2. Naskah Penyuluhan yang baik?
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan sasaran
Isinya tidak menyimpang dari tujuan (tepat sasaran)
Menggunakan sarana dan prasarana
Menarik untuk audience

3. Kriteria penyuluhan yang baik dan efektif?
Komunikatif, audience memperhatikan, penyuluhnya profesional, penyuluh mampu mengubah perilaku audience menjadi lebih baik, audiencenya aktif, menggunakan metode yang tepat.

4. Persiapan apa saja untuk penyuluhan?
• penentuan tema penyuluhan
• penentuan tujuan
• penentuan sasaran
• penyiapan bahan (naskah penyuluhan)
• membuat susunan acara

5. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyuluhan?
• Tingkat pendidikan audience
• Sosial ekonomi
• Adat istiadat/budaya
• Ketersediaan waktu
• Kepercayaan masyarakat kepada penyuluhnya
• Adanya keterkaitan antara materi dengan penyuluhnya

6. Manfaat yang didapat dari penyuluhan?
Perilaku masyarakat berubah ke arah yang lebih baik
Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat itu sendiri
Meningkatkan peran serta keaktifan masyarakat

7. Kendala dan solusi dalam penyuluhan?
Kendala:
• Pemikiran masyarakat yang primitif: kurang kesadaran masyarakat
• Keterbatasan media
• Lokasi dan fasilitas yang kurang memadai
• Masyarakat yang acuh tak acuh
• Bahasa yang kurang dipahami oleh audience
• Kurang profesionalnya penyuluh dalam menguasai audience
• Cara penyampaian kurang luwes

Solusi:
• Pemateri harus menggunakan bahasa yang dimengerti
• Pemateri menguasai materi
• Harus menyiapkan media yang sesuai
• Penyuluh lebih berinteraksi dengan masyarakat
• Diselingi canda agar tidak bosan
• Tidak monoton

8. Metode penyuluhan?
• Metode diktatik: metode yang dilakukan cuma satu arah.
Ex: ceramah, leaflet.
• Metode sokratik: Penyuluhan dengan interaksi 2 arah.
Ex: demonstrasi, curah pendapat, diskusi, seminar.

9. Apa saja media penyuluhan?
Media cetak: visual. Ex: buku, buklet, leflet,
Media elektronik. Ex: film, TV, video, radio, telepon.

10. Bagaimana komunikasi yang baik dalam penyuluhan?
• Komunikasi yang mampu mengajak auidience ikut berperan dalam penyuluhan: audience memahami, bertanya, berperan aktif.
• Bahasa yang mudah dipahami
• Menyampaikan pesan yang mudah dimengerti.
• Menggunakan bahasa dan cara penyampaian yang sopan.
• Memperhatikan faktor sosial dan budaya.

11. Bagaimana presentasi yang baik untuk penyuluhan?
• Jangan membiasakan tergantung pada teks
• Pelajari dulu siapa audience anda
• Latar belakang pendidikan, jabatan mereka
• Biasakan interaksi
• Jangan biarkan audience jenuh
12. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
13. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
14. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?
15. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?
16. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
17. Arti penyuluhan kesehatan?
18. Arti pend komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
19. Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
20. Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
STEP 4
Mapping
















1. Kapan kondisi yang baik untuk penyuluhan?
Disaat sasaran penyuluhan memiliki ketersediaan waktu yang memungkinkan untuk mengikuti penyuluhan. Penyuluhan perlu dilaukan dalam kondisi dimana penyuluhan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sumber : Turner, 2008, Pengantar Teori Komunikasi, Jakarta : Salemba Humanika

a. Waktu penyuluhan sesuai dengan waktu yang diinginkan sasaran
b. Suasana tempat penyuluhan yang tenangm, nyaman, jauh dengan keramaian
c. Jumlah sasaran yang tidak terlalu banyak
Sumber: Kulpak Siti Thomas Z, SKM.MKes

2. Bagaimana seseorang bisa jadi audience yang baik?
• Tidak terlalu memilih siapa yang berbicara, tetapi apa yang dibicarakan.
• Tidak berbicara semasa orang lain sedang berbicara dengannya, atau kepadanya.
• Tidak menyampuk atau memotong bicara orang lain.
• Senantiasa memberi tumpuan kepada apa yang diperkatakan
• Senantiasa cuba memahami apa yang, didengari sama ada yang tersurat atau
tersirat.
• Menghormati orang yang berbicara, walaupun lebih muda usia dari padanya.
• Bersikap terbuka dan tidak membuat kesimpulan terlalu awal.


3. Siapa saja yang berhak menerima penyuluhan?

Pendidikan dan penyuluhan diberikan ketika ada suatu pemberitahuan sec umum mengenai hal yg baru dan belum diketahui sec umum oleh khalayak umum, contoh penemuan penyakit berbahaya, penemuan vaksinasi, imunisasi,dll.
tempatnya disesuaikan dg tujuan sasaran, contohnya: misal tujuan sasarannya adl masyarakat pedesaan maka penyuluhan atau pendidikan tsb dpt dilakukan dibalai desa setempat atau tempat sekitar desa tsb.
Sumber: www.publikasi.or.id
21.
Sasaran penyuluhan kesehatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Penyuluhan kesehatan pada individu dapat dilakukan di rumah sakit,
klinik, puskesmas, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan. Penyuluhan
kesehatan pada keluarga diutamakan pada keluarga resiko tinggi, seperti keluarga
yang menderita penyakit menular, keluarga dengan sosial ekonomi rendah, keluarga
dengan keadaan gizi yang buruk, keluarga dengan sanitasi lingkungan yang buruk
dan sebagainya.
Penyuluhan kesehatan pada sasaran kelompok dapat dilakukan pada kelompok ibu hamil, kelompok ibu yang mempunyai anak balita, kelompok masyarakat yang
rawan terhadap masalah kesehatan seperti kelompok lansia, kelompok yang ada di
berbagai institusi pelayanan kesehatan seperti anak sekolah, pekerja dalam
perusahaan dan lain-lain. Penyuluhan kesehatan pada sasaran masyarakat dapat
dilakukan pada masyarakat binaan puskesmas, masyarakat nelayan, masyarakat
pedesaan, masyarakat yang terkena wabah dan lain-lain (Effendy, 2003).
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21935/4/Chapter%20II.pdf

4. Hubungan antara metode penyuluhan dengan keefektifan penyuluhan?

Tingkat keberhasilan penyampaian makna dari suatu pesan sangat dipengaruhi oleh metode yang tepat dan kemasan yang menarik dalam penyampaian pesan tersebut (Mulyana,2005)

Dengan diberikannya penyuluhan maka responden mendapat pembelajaran yang menghasilkan suatu perubahan dari yang semula belum diketahui menjadi diketahui, yang dulu belum dimengerti sekarang dimengerti. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir dari penyuluhan agar masyarakat dapat mengetahui, menyikapi dan melaksanakan perilaku hidup sehat. Perubahan perilaku tersebut dapat berupa pengetahuan, sikap maupun tindakan atau kombinasi dari ketiga komponen tersebut (Depkes RI,2002)
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6813/1/09E01341.pdf

1. Metode berdasarkan pendekatan perorangan
Pada metode ini, penyuluh berhubungan langsung maupun tidak langsung
dengan sasaran secara perorangan. Metode ini sangat efektif karena sasaran
dapat langsung memecahkan masalahnya dengan bimbingan khusus dari
penyuluh.
Kelemahan metode ini adalah dari segi sasaran yang ingin dicapai kurang
efektif, karena terbatasnya jangkauan penyuluh untuk mengunjungi dan
membimbing sasaran secara individu, selain itu juga membutuhkan banyak
tenaga penyuluh dan membutuhkan waktu yang lama.
2. Metode berdasarkan pendekatan kelompok
Penyuluh berhubungan dengan sasaran secara kelompok. Metode ini
cukup efektif karena sasaran dibimbing dan diarahkan untuk melakukan
kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Salah satu cara efektif
dalam metode pendekatan kelompok adalah dengan metode ceramah. Dalam
pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat diambil seperti transfer
informasi, tukar pendapat, umpan balik, dan interaksi kelompok yang
memberi kesempatan bertukar pengalaman. Namun pada metode ini terdapat
kesulitan dalam mengkoordinir sasaran karena faktor geografis dan aktifitifan
3. Metode berdasarkan pendekatan massa
Metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah yang banyak.
Ditinjau dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, tapi terbatas
hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan saja. Metode
pendekatan massa dapat mempercepat proses perubahan tapi, jarang bisa
mewujudkan perubahan perilaku.
Koermen, Imam, dkk. (1997). Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Depdikbud. Jakarta UT.


5. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam briefing?
1. Semua komponen dalam komunikasi pembelajaran diusahakan dalam kondisi ideal/baik:
a. pesan (message) harus jelas, sesuai dengan kurikulum, terstruktur secara jelas, menarik dan sesuai dengan tingkat intelejensi siswa.
b. Sumber/guru harus berkompetensi terhadap materi ajar, media yang digunakan, mampu menyandikan dengan jelas, mampu menyampaikan tanpa pembiasan dan menarik perhatian serta mampu membangkitkan motivasi diri dan siswa dalam proses interaksi dan transaksi komunikasi.
c. penerima/siswa harus dalam kondisi yang baik/sehat untuk tercapainya prasyarat pembelajaran yang baik.
d. lingkungan (setting) mampu mendukung penuh proses komunikasi misalnya pencahayaan, kenyamanan ruang dan sebagainya.
e. materi/media software dalam kondisi baik/tidak rusak (sesuai dengan isi/pesan).
f. alat (device) tidak rusak sehingga tidak membiaskan arti (audiovisual). Media yang menarik (dapat dilihat dan didengar) akan memudahkan siswa dalam retensi dan pengingatan kembali pesan yang pernah didapat.
g. teknik/prosedur penggunaan semua komponen pembelajaran harus memiliki instruksi jelas dan terprogram dalam pengelolaan.

2. Proses encoding dan decoding tidak mengalami pembiasan arti/makna.
3. Penganalogian harus dilakukan untuk membantu membangkitkan pengertian baru dengan pengertian lama yang pernah mereka dapat.
4. Meminimalisasi tingkat gangguan (barrier/noise) dalam proses komunikasi mulai dari proses penyandian sumber (semantical), proses penyimbolan dalam software dan hardware (mechanical) dan proses penafsiran penerima (psychological).
5. Feedback dan respons harus ditingkatkan intensitasnya untuk mengukur efektifitas dan efisiensi ketercapaian.
6. Pengulangan (repetition) harus dilakukan secara kontinyu maupun progresif.
7. Evaluasi proses dan hasil harus dilakukan untuk melihat kekurangan dan perbaikan.
8. aspek pendukung dalam komunikasi; fisik, psikologi, sosial dan waktu harus dibentuk dan diselaraskan dengan kondisi komunikasi yang sedang berlangsung agar tidak menghambat proses komunikasi pembelajaran.

Sumber :McLuhan, Marshall. (1968). The new education dalam J.A. Battle & Robert Shannon, The new idea in education. New York – London: harper & Row Publishers

Materi utama yang disampaikan, harus singkat padat dan jelas
Teknik penyampain materi
Ada sesi tanya jawab dalam waktu yang singkat
Adanya feedback dari orang-orang yang diberi pengarahan

Sumber : http://www.scribd.com/doc/47441145/Buku-Panduan-Team-Briefing-Indosdm


6. Arti penyuluhan kesehatan?
• Penyuluhan kesehatan (azrul azwar) yaitu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan/menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti ,tetapi juga mau dan bisa melakukan sesuatu anjuran yang ada hubungannya dengan masyarakat.
• Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan
seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau
mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat
untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat (Depkes, 2002).
• Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang
berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan
ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa
dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dengan
meminta pertolongan (Effendy, 2003).

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21935/.../Chapter%20II.pdf


7. Arti pend komunikasi dalam masyarakat dan keluarga kaitannya dalam upaya mengubah perilaku kesehatan?
Pengubahan perilaku kesehatan sedikit banyak tergantung pada cara penyampaian atau cara mengkomunikasikannya dengan tepat. Dibentuk dulu strategi-strategi yang akan digunakan kemudian disempurnakan dengan media dan pengkomunikasian yang baik. Strategi tadi harus dilaksanakan secara lengkap dan berkesinambungan dalam mengubah perilaku baru masayarakat menjadi lebih baik.

Sumber : Effendy, Fery dan Makhfudli, 2009, Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktek dalam Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika

8. Mengapa proses pendidikan komunikasi dalam keluarga lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat?
Menurut Walgito (2004:205) di samping keterbukaan dalam komunikasi, komunikasi di dalam keluarga sebaiknya merupakan komunikasi dua arah, yaitu saling memberi dan saling menerima di antara anggota keluarga. Dengan komunikasi dua arah akan terdapat umpan balik, sehingga dengan demikian akan tercipta komunikasi hidup, komunikasi yang dinamis,. Dengan komunikasi duah arah, masing-masinng pihak akan aktif, dan masing-masing pihak akan dapat memberikan pendapatnya mengenai masalah yang dikomunikasikan. Dalam komunikasi akan lebih efektif apabila tercapai saling pemahaman, yaitu pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh penerima.sehingga dalam komunikasi masyarakat lebih baikk karena adanya kontrol yang dilakukan sesama anggota keluarga untuk saling memberi pengawasan atas tindakan sesama anggota keluarga.



9. Suhendi, H. Hendi dan Ramdani Wahyu. 2001. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Bandung: Pustaka Setia.

10. Bagaimana agar perubahan perilakunya bertahan lama?
• Lakukan tindak lanjut akan tujuan yang di capai.
• Berikan contoh nyata kepada sasaran.
• Lakukan penyuluhan-penyuluhan selanjutnya.
• Dalam melakukan metode penyuluhan berikan metode yang mudah di terima sasaran.
• Berkaitan dengan alat peraga: gunakan alat peraga yang baik agar penyuluhan anda jelas.
• Lakukan control sosial

(Antonoff, Michael, "Presentations that Persuade", Personal Computing, 27 July 1990, 60-68.)